Flight Review

[FLIGHT REVIEW] Lion Air Airbus A330-900neo Economy Class JT3539 Surakarta to Jakarta

Terbang bersama Lion Air Indonesia dari Solo ke Jakarta Soekarno-Hatta

Haloooooo teman-teman semuanya! πŸ˜€

Kembali lagi dengan saya di blog tercinta ini! Selamat datang kembali bagi teman-teman yang sudah berkunjung dan membaca cerita-cerita saya sebelumnya! Dan selamat datang bagi yang baru datang di blog ini! Semoga betah dan selamat membaca cerita perjalanan seru yang saya tulis disini ya teman-teman. πŸ™‚

Oh iya seperti biasa, teman-teman bisa support saya dan blog ini dengan mudah hanya dengan memasukkan email di samping atau di paling bawah bagi teman-teman yang membaca tulisan ini menggunakan smartphone. Dengan mendaftar lewat email pastinya para pembaca tidak akan ketinggalan update perjalanan saya yang terbaru dan pastinya bisa membantu saya untuk lebih semangat dalam menulis ulasan-ulasan perjalanan terbaru dan yang pastinya sangat seru.

Dengan menulis disini, saya harap teman-teman semua suka dengan blog ini ya guys! Semoga saya selalu semangat dan menjadi lebih baik lagi kedepannya. Dan jika ada kritik saran mohon jangan ragu untuk disampaikan ya guys! Hal ini akan memacu saya untuk bisa memberi lebih baik lagi untuk blog dan tulisan ini. πŸ˜€

Sebelumnya guys, penerbangan ini saya lakukan pada bulan November tahun 2019 lalu ya teman-teman sebelum terjadi bencana COVID-19 yang melanda dunia dan khususnya Indonesia saat ini.

Baik teman-teman, pada kesempatan kali ini saya akan mengulas tentang perjalanan yang saya lakukan pada bulan November tahun 2019 lalu dengan maskapai yang sangat besar dan pesawat terbesar yang dimiliki maskapai itu juga. Dan maaf juga ya guys kalau perjalanan ini saya mulai lagi dari Solo karena perjalanan spesial ini kebetulan dimulai dari kota perantauan saya di Solo.

Kenapa spesial? Karena pesawat jenis ini jarang dioperasikan di rute-rute pendek dalam negeri dan biasanya dioperasikan untuk penerbangan umrah ke Saudi Arabia. Dan perjalanan ini difungsikan untuk membawa pesawat dari kota kedatangan ke kota keberangkatan sebelum kembali ke Saudi Arabia.

Lion Air, maskapai satu ini mengoperasikan Airbus A330 untuk penerbangan jarak jauh nya seperti penerbangan umrah dan terkadang di charter untuk penerbangan haji. Kali ini saya berkesempatan untuk terbang di salah satu pesawat berbadan lebar Lion Air ini. Bukan A330-300 yang sudah banyak kita temukan, tetapi di Airbus A330-900neo terbaru dan yang pastinya sangat nyaman ini! πŸ˜€

Dan pada beberapa minggu saat saya mengambil penerbangan ini, terdapat jadwal extra flight Solo-Jakarta yang menggunakan pesawat jenis ini. Tanpa ba-bi-bu, langsung saja saya memesan penerbangan ini di salah satu OTA dengan harga sekitaran 500 ribu sekali jalan.

Pada akhirnya beberapa hari sebelum terbang ada satu hal positif dimana Airbus A330neo Lion Air ini berangkat dari Jakarta menuju Solo yang kemudian langsung menuju Saudi Arabia. Pada hari H saya terbang pesawat juga baru datang dari Madinah dan akan segera bertugas di penerbangan saya sore ini. Alhamdulillah senang sekali bisa terbang dengan A330neo hehehe. πŸ˜€

Oh iya, seperti biasa saya berikan data-data mengenai penerbangan ini ya guys!

Lion Air JT3539
Surakarta (SOC) – Jakarta (CGK)
Minggu, 10 November 2019
Durasi: 01h10m
Pesawat: Airbus A330-900neo
Seat: 11K

Pesawat A330-900neo ini memiliki kapasitas penumpang sebanyak 436 orang, lebih sedikit 4 orang dari jumlah tempat duduk yang ada di Airbus A330-300 Lion Air generasi sebelumnya.

Dan mohon maaf ya guys saya belum menemukan seat map dari pesawat terbaru Lion Air ini. 😦

Oke! Beberapa jam sebelum penerbangan saya sudah menuju bandara Adi Soemarmo karena terlalu senang bakal terbang dengan pesawat terbaru ini hehe, dan tiba di bandara cukup cepat karena jarak rumah ke bandara yang tidak terlalu jauh jaraknya.

Saat melewati pinggir landasan Adi Soemarmo Solo, saya melihat pesawat saya sudah terparkir dan istirahat setelah penerbangan jauhnya dari Madinah. Pingin banget langsung terbang saja karena koneksi saya di Soekarno-Hatta untuk kembali ke Solo lagi cukup mepet hehehe.

Akhirnya saya tiba di terminal keberangkatan yang baru. Langsung aja saya masuk dan mencari konter check-in Lion Air JT3539 saya. Tidak lama-lama, saya pun langsung menemukan konter check-in nya dan langsung saja mencetak boarding pass disini.

Senang sekali karena keadaan konter check-in saat ini masih cukup sepi, padahal penumpang di penerbangan kali ini sangat penuh sekitar 400an penumpang.

Konter check-in.

Tanpa menunggu lama, akhirnya saya sudah mendapatkan boarding pass penerbangan saya dengan A330-900neo terbaru ini hehehe. Beberapa data ada yang saya sensor ya guys hehehe. πŸ˜€

Boarding pass.

Hal yang saya sukai dari terminal baru ini adalah salah satunya ruang check-in ini. Terasa sangat spacious dan sangat terang dengan lampu beserta warna yang nyaman dipandang. Apalagi untuk bandara sekelas Adi Soemarmo ini memiliki banyak konter yang tersebar bagi beberapa maskapai. Penataan panduan untuk menuju ruang tunggu juga dipasang dengan jelas.

Ruang check-in.

Dan bagi yang sudah tiba di bandara tetapi konter untuk check-in belum dibuka, terdapat beberapa tempat duduk yang tersebar di ruangan ini yang bisa digunakan untuk menunggu.

Sebelum ini saya pernah duduk selama 30 menit karena konter check-in Garuda Indonesia yang dibuka tepat 2 jam sebelum keberangkatan. Saya datang 30 menit lebih awal hehehe. Batik-batik nya dan interior nya keren ya teman-teman! πŸ˜€

Tempat duduk.

Oke lanjut lagi, setelah mendapat boarding pass tadi saya langsung menuju lantai 2 untuk proses x-ray screening oleh petugas keamanan bandara Adi Soemarmo.

Yuk naik!

Di atas, langsung disambut oleh petugas yang mengecek boarding pass kita dan langsung menuju pemeriksaan keamanan. Saya simpan dulu kamera saya untuk pemeriksaan ini ya guys!

Security check.

Seperti biasa untuk alasan keamanan, pada saat pemeriksaan barang kita dilarang untuk mengambil gambar ya teman-teman! πŸ™‚

Setelah pemeriksaan barang-barang saya langsung saja berjalan menuju ruang tunggu keberangkatan karena tidak begitu lama lagi penerbangan saya akan dipanggil masuk ke pesawat.

Menuju ruang tunggu.

Jalan menuju ruang tunggu cukup jauh karena memutar, dan saat saya melewati jalan ini masih sangat sepi hehehe karena extension terminal Adi Soemarmo ini baru buka beberapa bulan yang lalu waktu saya terbang ini.

Maklum juga karena biasanya saya langsung menuju ke lounge yang berbeda arahnya kalau saya terbang dengan Garuda Indonesia dari bandara ini. Karena sudah mepet waktu boarding juga makanya saya langsung menuju ke ruang tunggu saja hehe.

Semoga beberapa bulan kedepan sudah penuh ya guys tenant disini apalagi sekarang Bandara Adi Soemarmo sudah berkembang pesat jam penerbangannya ditambah dengan 1 penerbangan internasional menuju Kuala Lumpur oleh Malaysia Airlines.

Sepi.

Setelah berpuluh-puluh meter jauhnya, saya akhirnya tiba di terminal terbaru bandara Adi Soemarmo yang saya bilang keren banget itu! πŸ˜€

Selain post yang beberapa minggu lalu saya publish, sekarang saya berikan foto lebih jelas langit-langit batik yang sangat enak dipandang dan “solo” banget ini hehe.

Untuk penerangan sendiri sangat cukup karena di langit-langit sudah diberi kaca untuk cahaya matahari masuk yang sangat mengurangi penggunaan lampu dan listrik. Pendinginan juga cukup untuk bandara yang tidak terlalu banyak penumpang saat ini. Good job Angkasa Pura 1 dan Bandara Adi Soemarmo! πŸ˜€

Motif Batik.

Penataan tempat duduk juga cukup baik, jika merasa terlalu silau jika duduk di tengah-tengah, bisa langsung duduk di pinggir yang cukup banyak juga tempat duduknya. Apalagi bisa dilihat ada pohon kecil ditengah yang menambah kesan eco friendly airport.

Keren!

Kini ssaya melanjutkan jalan kaki menuju terminal lama bandara Adi Soemarmo tepatnya di pintu 10, pintu yang akan memberangkatkan penumpang JT3539 menuju Jakarta sore hari ini.

Ruang tunggu lama ini memiliki ceiling yang rendah tetapi masih cukup terang dan nyaman.

Ruang tunggu.

WAAAAAH!

Di sebelah sana sudah terlihat dengan jelas pesawat spesial yang akan membawa saya ke Jakarta hari ini! Maaf banget ya teman-teman kalau tulisan ini sedikit norak karena masih membayangkan perasaan pertama saya sebagai avgeek mencoba terbang di pesawat yang masih baru banget beberapa bulan sebelumnya terbang dan sekarang sudah ada didepan mata saya hehe.

Ini dia teman-teman penampakan pesawat A330-900neo terbaru, kira-kira apa saja sih perbedaan dari pesawat A330-900neo ini dengan Airbus A330-300 Lion Air generasi sebelumnya? Well guys akan saya jelaskan sedikit-sedikit dibawah ya teman-teman! πŸ™‚

A330neo!

Salah satu perbedaan yang cukup mencolok antara A330-900neo dengan pesawat generasi sebelumnya adalah jenis winglet yang baru. Itu lho teman-teman yang berada di ujung sayap yang biasanya melekuk keatas, nah di pesawat ini dibuat lebih baru dan tentunya lebih efisien lagi dari winglet Airbus A330-300 sebelumnya.

Untuk foto lebih jelasnya ada dibawah ini ya teman-teman.

Winglet A330-900neo.

Setelah foto-foto singkat ini saya duduk sebentar sambil menunggu panggilan masuk pesawat hehehe.

Dan tidak beberapa lama, akhirnya panggilan masuk pesawat terdengar dan penumpang JT3539 diperbolehkan masuk pesawat. Senang sekali guys hehehe selangkah lagi saya bisa masuk kedalam pesawat ini! πŸ˜€

Panggilan boarding penerbangan ini dimulai 45 menit sebelum jadwal keberangkatan lho guys! Ternyata proses boarding A330-900neo ini memang lama banget karena harus mengisi 400an lebih penumpang alias penuh.

Se-excited nya saya saja terbang dengan pesawat ini saya masih gagal untuk menjadi penumpang pertama yang masuk. Hiks 😦

Masuk pesawat!

Kini seperti yang sudah tertulis di layar, saatnya naik pesawat teman-teman! πŸ˜€

Naik pesawat!

Akhirnya saya mendapat foto yang lebih jelas dari pesawat ini setelah pengecekan boarding pass oleh petugas darat Lion Air.

Terlihat sangat keren dan gagah ya guys pesawat Lion Air Airbus A330-900neo ini! Pesawat ini masih berusia sangat muda lho guys! Waktu saya naik November lalu, pesawat ini berusia 5 bulan dan rata-rata beroperasi di rute umrah atau haji jarak jauh. Dan senang sekali kali ini saya berkesempatan untuk terbang jarak dekat menuju Jakarta hehe.

Lion Air A330-900neo.

Teman-teman melihat ada yang berbeda dengan Airbus A330-300 sebelumnya? Yup betul sekali! Kaca di cockpit pesawat Airbus A330-900neo ini diberi cat atau maskara warna hitam hehehe, jadi seperti rakun atau penjahat ya guys. πŸ˜€

Tapi menurut saya ini keren banget sih guys, jadi terlihat lebih gagah dan keren. kaca kokpit seperti ini juga bisa ditemukan di Airbus A330-900neo milik maskapai lainnya seperti Garuda Indonesia dan Citilink. Di Airbus A320-200neo juga bisa ditemukan di maskapai Batik Air, yang baru-baru ini kedatangan 1 unit A320neo terbaru.

Kaca cockpit.

Sip kini semakin dekat dengan pesawat hehe, pintu masuk yang dibuka pada penerbangan kali ini hanya pintu masuk kedua di kabin sebelah kiri, jadi saat masuk nanti saya harus jalan ke sebelah kiri hehe maklum karena biasanya selalu masuk dan belok ke sebelah kanan.

Lion Air A330neo.

Di pintu pesawat sudah ada 2 kru kabin yang siap menyambut dan mengarahkan penumpang menuju tempat duduknya masing-masing.

Pintu pesawat.

Akhirnya teman-teman senang banget akhirnya saya bisa masuk pertama kali di pesawat yang terbaru ini hehe, beda banget gitu dibanding A320neo kemarin karena pesawat ini banyak digunakan untuk penerbangan jarak jauh dan menengah, kali ini senang banget bisa berkesempatan untuk terbang di rute pendeknya menuju Jakarta.

Satu hal yang mencirikan pesawat jenis A330-900neo ini adalah lampu yang terletak di atas pintu darurat, lampu kabinnya keren dan elegan banget yang tentunya bisa dirubah-rubah warnanya mengikuti keinginan maskapai. Sayang pada penerbangan kali ini hanya diberi warna putih-putih seperti ini saja hiks. 😦

Lampu kabin.

Bagi teman-teman yang duduk di tempat duduk dengan nomor antara 1 sampai dengan nomor 12, Pastikan saat masuk pesawat belok ke sebelah kiri ya teman-teman, karena 12 baris tersebut berada di bagian depan kabin hehe.

Belok kiri.

Tidak jauh setelah belok, akhirnya saya menemukan tempat duduk yang menurut saya enak dan nyaman banget untuk saya gunakan selama satu jam kedepan. Tentu saja seperti yang tadi saya tulis di atas, saya duduk di 11K!

Halo 11K!

Dan ini dia guys foto lebih dekat dari tempat duduk yang akan Saya gunakan ini! Seperti biasa, pastinya saya duduk di jendela ya guys hehe karena di jendela saya lebih leluasa dan mudah untuk melihat dunia luar dan tentunya keindahan dari pesawat yang baru pertama kali saya naiki ini.

Untuk booking tempat duduk dimanapun di pesawat ini, para penumpang Lion Air harus membayar sebesar 25.000 Rupiah untuk assign tempat duduk. Pembelian tiket dan pembelian kursi saya bayar di online travel agent Traveloka.

11K.

Bisa dilihat dengan jelas disini model kursi yang sangat basic sekali tanpa adanya tambahan apa-apa, Dan untung saja saya memesan tempat duduk di 11K karena seat dibelakang saya tidak memiliki jendela alias tembok ratapan.

11K.

Akhirnya saya duduk juga di jenis pesawat terbaru yang saya naiki. Pertama kali juga saya naik maskapai low-cost carrier dengan pesawat berbadan lebar karena kalau naik wide body pasti maskapai full service dengan tempat duduk yang keren-keren.

Tapi walaupun ini maskapai berbiaya rendah, tempat duduk pesawat ini ga terlalu sempit lho teman-teman. Mungkin karena memang pesawat nya besar dan dibatasi jumlah maksimal tempat duduknya dan jenis tempat duduk yang tipis jadi tidak seperti Boeing 737-800 dan 737-900ER nya yang cukup sempit.

Oh iya, tempat duduk Lion Air Boeing 737-MAX8 berbeda dengan tempat duduk di pesawat Boeing 737 generasi sebelumnya lho guys. Kalau mau lihat bagaimana nyamannya terbang di Boeing 737-MAX8 Lion Air, yuk langsung di klik disini.

Karena Lion Air ini merupakan maskapai LCC, jadi teman-teman tidak akan menemukan layar hiburan atau AVOD ya guys, pastikan Netflix sudah terisi film-film ya guys apalagi jika terbang dengan pesawat ini di rute jarak jauh hehehe.

Tempat duduk Lion Air.

Lagipula, jika jarak antara ujung tempat duduk dengan meja nya seperti ini, Tablet saja mungkin masih tidak muat hehehe.

Seperti biasa, tersedia meja lipat yang bentuknya sendiri cukup aneh dan saya baru menemukan ini pertama kali hehe karena biasanya hanya berbentuk persegi panjang biasa hehe.

Meja lipat.

Detail meja lipat nya bisa dilihat pada gambar dibawah ini ya teman-teman! Menurut saya sudah cukup untuk makan walaupun bisa lebih besar lagi agar lebih nyaman untuk makan atau bekerja dengan menggunakan laptop yang ukurannya cukup besar. Dan di pojok kanan atas juga terdapat cekungan untuk menaruh minuman agar lebih aman.

Meja lipat.

Dan seperti biasa juga, dibawah meja lipat tersedia kantung kursi yang berisi berbagai bahan bacaan yang menjadi satu-satunya untuk entertainment penumpang pada perjalanan kali ini.

Untuk isi dari kantung kursi ini akan saya ulas nanti ya teman-teman. Tapi kalau dilihat sekarang tampaknya ulasan isi kantung kursi nya bakal minimalis banget deh karena isinya juga sedikit. πŸ™‚

Kantung kursi.

Ini dia hal yang paling utama dan yang paling berpengaruh dari kenyamanan selama terbang dengan pesawat adalah ruang kaki atau legroom nya guys! πŸ™‚

Bisa dilihat dibawah ya teman-teman, ini merupakan pesawat wide body atau pesawat berbadan lebar dan sering banget digunakan untuk perjalanan jarak jauh seperti Jeddah, Madinah dari berbagai daerah di Indonesia. Sehingga untuk memberikan kenyamanan lebih maka ruang kaki harus dibuat lebih lapang dan nyaman. Selain itu, terdapat faktor tempat duduk yang sangat tipis sehingga otomatis ruang kaki dibelakangnya menjadi semakin luas.

Legroom.

Sebenarnya yang jadi satu kekurangan di tempat duduk Lion Air Airbus A330-900neo ini adalah lebar tempat duduknya, dimana pada konfigurasi standar maskapai di kelas ekonomi adalah 2-4-2 atau 8 tempat duduk per baris. Tetapi pada pesawat ini, per baris ditambah satu tempat duduk yang menjadikan 9 tempat duduk per baris. Tentunya untuk pesawat yang tidak selebar Airbus A350 ini menjadi cukup signifikan berkurangnya.

Sandaran tangannya dibuat cukup kecil dan cukup tipis mungkin untuk menambah lebar kursi yang saya rasa cukup sempit ini.

Sandaran tangan.

Dan ini dia view luar dari tempat duduk saya kali ini, disini menurut saya termasuk bagus banget karena bisa melihat mesin pesawat dengan sangat jelas dan juga bisa melihat pemandangan tanpa terhalang sayap dan mesin pesawat waktu di atas nanti. Oh iya ngomongin tentang mesin pesawatnya, dari sini mesin terlihat besarrrrr banget! Walaupun masih lebih besar GE-90 nya Boeing 777-300ER sih tapi kalau 777-300ER saya jarang naik jadi peluang buat terbangnya masih besar A330-900neo ini karena cukup banyak operatornya di Indonesia.

Dan seperti yang saya bilang, kalau duduk di bagian depan kita bisa mendengar suara mesin dengan lebih jelas hehe. Maklum baru pertama kali terbang dengan pesawat ini hehe.

View luar.

Oke lanjut lagi ke interior pesawat, kalau dari overhead panel Airbus A330-900neo ini tampaknya tidak berbeda jauh dengan Airbus A330 generasi sebelumnya, yang berbeda tentu saja lampu dan penutup bagasi yang dibuat lebih lebar dan lebih besar dari pesawat pendahulunya.

Lampu baca nya sama-sama LED dan sign nya menunjukkan tanda sabuk pengaman dan dilarang merokok. Untuk pesawat besar seperti ini sayang sekali Lion Air tidak menyediakan fasilitas hiburan apapun baik yang tersedia di depan penumpang maupun di atas atau yang biasa dikenal dengan TV gantung. Jadi untuk perjalanan jauh pastikan lagi untuk mengisi film-film ya teman-teman di handphone agar tidak mudah bosan selama penerbangan.

Overhead panel.

Tapi kenapa Airbus masih menggunakan model seperti ini ya untuk A330-900neo nya, padahal menurut saya justru lebih keren dan elegan kalau menggunakan overhead bin seperti kakaknya Airbus A350-900.

Overhead bin.

Dari tadi waktu saya masuk keadaan pesawat masih kosong, beberapa saat setelah saya mengulas pessawat ini akhirnya semua penumpang masuk dan mengisi tempat duduk. Berdasarkan info yang saya dapat dari petugas check-in Lion Air tadi, penerbangan ini sold out alias habis bis bis hehe. Keren banget pesawat dengan kapasitas 436 tempat duduk ini bisa benar-benar habis terjual pada penerbangan ini.

Memang berasa banget sih hehe jadi terlihat sumpek karena pesawat ini diisi full economy dengan kapasitas 436 penumpang sekali jalan. Lalu yang biasanya baris tempat duduk dibuat dengan konfigurasi 2-4-2. Pada konfig high dense A330-900neo Lion Air ini dibuat menjadi 3-3-3 alias sembilan kursi per baris dimana yang biasanya hanya diisi delapan kursi per baris. Otomatis lebar kursi menjadi jauh lebih sempit dibanding biasanya.

Kalau mau ke toilet pada penerbangan nanti jadi agak sungkan sih karena harus melewati 2 orang dengan tempat duduk yang cukup sempit ini.

Penuh.

Tak berselang lama, mungkin karena pesawat sudah terlambat akibat proses boarding yang sangat memakan waktu, akhirnya pesawat ini mundur dari tempat parkirnya dan menghidupkan kedua mesinnya.

Cuaca diluar tampaknya juga sangat mendung nih teman-teman, kalau hujan sih bakal seru juga penerbangannya hehe, apalagi pesawat besar pasti mulus-mulus aja hehe.

Pushback.

Kedua mesin akhirnya mulai hidup setelah startup yang cukup lama, maklum ini pesawat besar hehehe. Suara yang dihasilkan oleh mesin pesawat ini merdu banget guys mirip seperti Boeing 777-300ER tetapi ini versi lebih mini dari mesin GE-90 triple seven. Satu hal yang pasti, waktu pesawat ini terbang pasti suara mesinnya bakal merdu dan senyap banget hehehe. πŸ˜€

Oh iya, sekilas info, Pesawat Airbus A330-900neo ini menggunakan mesin dari Rolls-Royce Trent 7000 yang jauh lebih efisien dan lebih senyap dibanding pendahulu nya Rolls-Royce Trent 700 yang dipakai di Airbus A330-200 dan Airbus A330-300 Lion Air dan Garuda Indonesia. Selain kedua tadi, diameter mesin juga dibuat lebih besar ya teman-teman.

Mesin dinyalakan.

Setelah semua beres dan petugas darat melepas mobil pushback nya, akhirnya pesawat mulai berjalan pelan-pelan menuju landasan yang aktif pada saat itu di Bandara Adi Soemarmo. Tetapi sebelum masuk runway pesawat ini berhenti terlebih dahulu, kemungkinan menunggu pesawat yang akan segera mendarat disini.

Menunggu.

Dan setelah kurang lebih 5 menit berhenti didekat landasan, akhirnya datang juga pesawat yang baru tiba dari Jakarta, Garuda Indonesia Boeing 737-800NG.

Baru setelah ini pesawat saya diperbolehkan bergerak lagi dan masuk landasan untuk berputar 180 derajat di ujung landasan.

Garuda Indonesia Boeing 737-800NG.

Saat menunggu Garuda Indonesia yang mendarat tadi, kabin pesawat saya tiba-tiba diredupkan teman-teman, kira-kira apa alasannya lampu kabin harus selalu diredupkan saat lepas landas dan mendarat? Jawabannya, agar penglihatan kita menjadi lebih mudah saat beradaptasi dengan kondisi gelap dan kondisi diluar pesawat. Seandainya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kita bakal lebih siap untuk melakukan prosedur keselamatan karena mata sudah bisa beradaptasi dengan kondisi gelap. Dan bagi teman-teman yang masih ingin membaca majalah atau buku pada saat seperti ini, disediakan lampu baca yang tersedia di atas hehe.

Tetapi seharusnya lampu kabin diberi sedikit mood lighting warna warni agar kelihatan lebih cantik hehehe. πŸ˜€

Lampu diredupkan.

Akhirnya pesawat masuk landasan dan berbelok menuju ujung dari runway 26 yang aktif pada sore hari ini.

Masuk runway.

Eh di ujung sana terlihat sebuah pesawat yang cukup dikenal di Indonesia karena merupakan produk asli Indonesia. Apalagi kalau bykan N219 buatan PT. Dirgantara Indonesia! Senang sekali bisa melihat pesawat ini di Solo hehe, wish nya untuk PT. DI semoga bisa lancar baik sertifikasinya dan pengiriman pesawat ke customer ya, sukses selalu PT. DI dan seluruh tim sertifikasi N219! πŸ˜€

N-219.

Setelah perjalanan yang cukup jauh menuju ujung dari landasan 26 Bandara Adi Soemarmo, akhirnya pesawat ini sudah berada di ujung dan berputar 180 derajat menghadap arah sebaliknya. Hal ini biasa dilakukan jika bandara tidak mempunyai akses taxiway langsung ke ujung landasan. Jenis seperti ini bisa teman-teman temukan di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta, Bandara Ahmad Yani Semarang dan beberapa bandara lainnya di Indonesia.

Berputar.

Dari sini terlihat bahwa landasan bandara itu panjang banget hehe, tenang saja guys, Bandara Adi Soemarmo ini mampu menahan Airbus A330-900neo ini kok guys, karena runway nya sendiri sudah cukup panjang yaitu 2.600 meter. Sehingga cukup untuk menerbangkan pesawat besar seperti Airbus A330-900neo ini.

Runway 26.

Sip, setelah sejajar dan lurus dengan arah landasan, kini saatnya bersiap-siap untuk mendengarkan raungan mesin Rolls-Royce Trent 7000 dari Airbus A330-900neo yang merdu ini! πŸ˜€

Bersiap.

Nguuuuuung, pada akhirnya kedua mesin mengeluarkan dorongan terbaiknya dan selang beberapa lama pesawat saya lepas landas dari Bandara Adi Soemarmo. Selamat tinggal tempat perantauan saya hehe, sampai jumpa nanti malam! πŸ˜€

Oh iya teman-teman, saya hanya mencoba terbang dengan Airbus A330-900neo ini pada sore hari dan malamnya saya sudah kembali lagi ke Solo karena esoknya di hari Senin saya sudah ada jam kuliah pagi hehe, jadi tidak bisa nginap dulu di Tangerang semalam baru besoknya berangkat lagi ke Solo. Untuk penerbangan kembali ke Solo tidak saya tampilkan ya teman-teman, karena saya menggunakan Citilink dimana sudah sering saya coba dan sudah menjadi langganan saya juga untuk terbang dari Jakarta ke Solo atau sebaliknya.

Dibawah. ini, pesawat saya sedang climbing setelah lepas landas dan melewati Waduk Cengklik yang berlokasi cukup dekat dengan Bandara Adi Soemarmo.

Waduk Cengklik.

Kemudian, pesawat berbelok ke kanan menuju waypoint PURWO atau menuju arah Utara ke Semarang, baru kemudian berbelok ke kiri mengarah ke Jakarta. Karena jika terbang lurus, pesawat terhalang oleh Gunung Merapi dan Gunung Merbabu yang masih cukup dekat jaraknya.

Belok kanan.

Nah akhirnya pesawat sudah lurus kembali dan merasakan climbing yang cukup tajam hehe.

Climbing.

Ternyata tepat didepan saya terdapat awan yang cukup tebal. Dan terjadi guncangan yang lumayan kencang, keadaan gelap seperti ini berlangsung selama kurang lebih 1 menit. Bisa dilihat di foto sebelumnya bahwa keadaan langit cukup mendung bila dilihat dari bawah.

Menembus awan.

Di atas langit masih ada langit, jadi jika dilihat di bawah tadi cukup mending, cuaca diatasnya pasti lebih cerah atau bahkan cerah banget seperti gambar dibawah ini. Keren banget guys hehe, apalagi ditambah dengan winglet terbaru yang dimiliki oleh pesawat terbaru ini juga, dijamin tambah syahdu perjalanan sore-sore ini hehe.

Jadi pesawat ini tadi melewati awan yang setebal gambar dibawah ini guys, tapi masih tidak terlalu kencang guncangannya mungkin karena pesawat yang digunakan ini adalah pesawat besar.

Awan.

Keren banget ya guys sayap pesawatnya waktu belok hehe, apalagi cuaca sore hari ini di atas sangat cerah tanpa ada awan. Warna biru sebagai latar dan warna merah di pesawat Lion Air cocok dan keren banget deh jadinya hehe.

Dari foto ini juga terlihat registrasi pesawat yang mengantarkan saya ke Jakarta sore ini, PK-LEJ yang saat tulisan ini dipublish berusia 11 Bulan. Alias pertama kali terbang pada bulan Agustus tahun 2019.

Sayap pesawat.

Selain mesin pesawat yang jauh lebih efisien dari pendahulunya yaitu Rolls-Royce Trent 7000, pesawat Airbus A330-900neo terbaru ini juga merubah sedikit winglet atau lekukan yang berada di ujung sayap agar lebih efisien dalam mengurangi hambatan (drag) saat pesawat ini lepas landas dan terbang.

Dengan mengganti jenis winglet seperti gambar dibawah ini, pesawat Airbus A330-900neo ini memiliki lebar sayap yang lebih panjang 3,7 meter dari pesawat generasi sebelumnya A330-300. Karena dengan desain baru ini sayap harus lebih lebar agar mampu menopang winglet ini.

Jadi kalau disatukan antara mesin pesawat dan hal-hal lain yang menambah aerodinamis seperti winglet, Airbus A330-900neo ini lebih efisien sekitar 12 persen dari pendahulu nya dan lebih efisien sampai 25 persen dari kompetitor generasi sebelumnya.

Winglet.

Sekarang pesawat sudah mulai terbang dengan tenang setelah melewati awan yang cukup tebal tadi.

Climbing.

Beberapa saat setelah ini, lampu tanda kenakan sabuk pengaman dimatikan, bagi para penumpang yang ingin ke toilet sudah diperbolehkan sekarang. Tetapi bagi teman-teman yang tetap duduk saya sarankan untuk tetap menggunakan sabuk pengaman ya guys untuk keselamatan bersama, jika terjadi turbulensi tiba-tiba maka kita sudah tidak perlu lagi panik memasang sabuk pengaman lagi. πŸ™‚

Seatbelt sign off.

Karena keadaan sudah aman bagi penumpang dan saya yang sudah ingin buang air kecil, saya memutuskan untuk melewati kedua penumpang disamping saya untuk menuju ke toilet sekalian memberikan foto toilet Airbus A330-900neo bagi teman-teman hehe. πŸ˜€

Pesawat Airbus A330-900neo ini hanya memiliki beberapa toilet bila dibandingkan dengan 436 penumpang di pesawat ini, kali ini saya menggunakan toilet yang berada di ujung paling depan kabin A330neo ini. Karena tidak tersedia toilet di belakang tempat duduk saya di bagian pintu L2 dan R2.

Toilet bagian depan ini pintunya tampak kecil banget hehe, semoga saja tidak sekecil 737-MAX8 yang sudah pernah saya naiki beberapa waktu yang lalu, sampai sampai kalau mau balik badan saja sulit hehe.

Pintu toilet.

Habis menunggu penumpang yang lebih dulu menggunakan toilet dibanding saya, akhirnya saya masuk juga ke dalam toilet pesawat ini. First impression dari toilet nya sih sesuai ekspektasi ya teman-teman, cukup kecil hehehe jadi agak sulit kalau bergerak didalam toilet karena tidak begitu lebar.

Mungkin karena space saving juga makanya toilet pesawat yang baru-baru ini dibuat kecil banget.

Seperti biasa di dalam toilet terdapat wastafel untuk cuci tangan beserta sabunnya. Dan di dalam toilet ini juga tidak terdapat amenities apa-apa selain tisu dan sabun cuci tangan. Tetapi toiletnya sendiri masih cukup bersih dan terawat, malum pesawat baru hehe.

Wastafel.

Dan ini penampakan flush dan toilet duduknya. Overall saya cukup senang dengan toilet di Airbus A330-900neo ini, tetapi masih bisa diperbaiki lagi supaya pencahayaannya bisa sekeren di 737MAX dan untuk Lion Air bisa memberikan basic amenities walaupun tergolong sebagai maskapai LCC hehehe.

Toilet.

Oke setelah foto-foto fasilitas di toilet dan menyelesaikan urusan saya dengan toilet pesawat ini, saatnya kita kembali ke tempat duduk saya sebelumnya! Kini yang bikin gaenak sama penumpang sebelah saya muncul lagi, berjuang untuk masuk ke tempat duduk saya yang berada didekat jendela hehe karena jalan keluar masuknya cukup sempit.

Sayang sekali nih lampu Airspace Airbus A330-900neo yang menjadi signature pesawat ini masih dimatikan, padahal kalau dinyalakan pasti keren banget hehe apalagi kalau di perjalanan ini lampu dinyalakan dan diberi warna-warna yang membuat tenang hehe.

Lampu kabin.

Setelah saya duduk, kini tidak ada hal yang bisa saya lakukan selain melihat pemandangan yang cerah diluar sana, karena tidak tersedia AVOD dan hanya tersedia majalah yang bisa ditemukan di kantung kursi. Nah karena tidak ada hal lagi yang bisa dilakukan, kini saatnya kita ubek-ubek kantung kursi yuk teman-teman! Sesuai janji saya tadi di atas karena tidak sempat mengulasnya waktu proses boarding tadi.

Ini dia foto kantung kursi pesawat Lion Air Airbus A330-900neo hari ini, seperti biasa cukup tipis dan hanya berisi beberapa hal yang penting untuk hiburan selama penerbangan.

Kantung kursi.

Yang pertama saya ambil adalah airsickness bag atau kantung muntah, sepertinya cukup standar ya teman-teman karena biasa ditemukan di masakapai lainnya hehe.

Airsickness bag.

Berikutnya, terdapat majalah Lion Air yang diberi nama Lionmag. Majalah ini menurut saya cukup penting karena menjadi satu-satunya hiburan yang bisa saya temukan pada penerbangan kali ini. Karena pada pesawat A330-900neo ini saya belum menemukan AirFi atau Wi-fi onboard yang berisi film dan hiburan lainnya pada penerbangan ini. Kabarnya sih sekarang pesawat-pesawat Lion Air sudah mulai diberikan fitur tersebut secara bertahap. Sekarang hampir seluruh LCC dan medium service di Indonesia sudah mulai melakukan hal yang serupa dengan memberikan hiburan berbasis wi-fi pada pesawatnya.

Majalah Lionmag ini desainnya cukup bagus tetapi isinya bisa diperbanyak dan dipertebal halamannya hehe supaya pembaca tidak mudah bosan dengan konten majalah ini.

Majalah Lionmag.

Eh waktu dibuka saya menemukan konten yang berisi tentang Kota Surakarta tempat saya merantau saat ini hehe. Bagi teman-teman yang ingin bepergian ke Solo atau Surakarta dan sekitarnya, harap bersabar dulu ya teman-teman sampai keadaan sudah kembali normal seperti biasa demi kesehatan kita bersama. Baru nanti setelah keadaan normal dan teman-teman sudah berada di Solo, pastikan teman-teman mencoba berbagai kuliner-kuliner yang enak banget dan wisata yang pastinya sulit untuk dilupakan hehe. πŸ˜€

Kota Surakarta.

Isinya cukup singkat dan padat, terdapat foto Keraton dan Pasar Gede yang sangat terkenal jika teman-teman bepergian ke Solo.

Kota Surakarta.

Selanjutnya, kita tiba di bagian peta rute penerbangan Lion Air. Rute penerbangan Lion Air bisa saya bilang buanyakkkk banget karena dengan Lion Group bersama dengan Batik Air dan Wings Air mampu menjangkau berbagai rute di daerah-daerah dan berbagai segmen penumpang mulai dari LCC sampai Business Class di Batik Air nya.

Teman-teman sudah membaca review Batik Air saya belum nih? Lengkap lho guys mulai dari kelas ekonomi dan kelas bisnis nya hehe.

Untuk gambar yang saya berikan di bawah ini, ini merupakan rute untuk maskapai Lion Air yang sudah menjangkau daerah-daerah besar di Indonesia. Masing-masing rutenya bisa dilihat dibawah ini ya teman-teman hehe karena rutenya banyak banget.

Rute Lion Air.

Ini dia rute penerbangan Lion Air khusus di Pulau Jawa saja, banyak banget kan koneksi antar daerah dan antar pulau dari sini! πŸ˜€ Coba tebak garis penerbangan saya dari Solo Ke Jakarta yang mana hehe.

Rute Lion Air Pulau Jawa.

Dan ini adalah rute penerbangan Lion Air pada penerbangan Internasional termasuk penerbangan charter Lion Air. Dari sini terlihat rute paling jauh Lion Air adalah penerbangan dari dan menuju Jeddah dan Madinah di Saudi Arabia. Sepengetahuan saya Lion Air membuka penerbangan dari berbagai daerah juga menuju Saudi Arabia. Mulai dari Makassar, Solo, Padang, Banda Aceh dan tentunya Jakarta.

Rute Internasional Lion Air.

Oh iya saat menengok keluar, pesawat ini sekarang sudah berada dalam fase cruising atau terbang pada ketinggian jelajahnya.

Biasanya jika terbang dengan Airbus A320 atau pesawat sejenisnya, Solo-Jakarta biasa terbang pada ketinggian 28.000 kaki diatas permukaan laut, tapi bisa berbeda jika pesawat yang digunakan besar seperti ini ya teman-teman, bisa lebih tinggi lagi ketinggian jelajahnya.

Cruising.

Kembali lagi ke majalah Lionmag yang belum selesai kita ulas, kali ini kita sampai ke bagian fleet facts atau penjelasan mengenai armada Lion Air yang memiliki banyak banget pesawat mulai dari pesawat perintis antar pulau sampai pesawat besar seperti yang saya naiki ini.

Secara garis besar, Lion Air memiliki Airbus A330 series seperti A330-900neo yang saya naiki kali ini, pesawat A330-900neo ini beroperasi di Lion Air Indonesia dan Thai Lion Air, A330-300 yang juga dioperasikan oleh Lion Air Indonesia dan Thai Lion Air.

Untuk A320 Series yang di dalamnya ada A320-200 dan A320neo, jenis ini hanya dioperasikan oleh salah satu maskapai full service Indonesia yaitu Batik Air, aslinya pingin sih naik A320neo Batik Air yang terbaru, tetapi tunggu sampai keadaan benar-benar aman ya teman-teman agar bisa bepergian dengan aman dan nyaman hehe.

Dan yang terbanyak dimiliki Lion Group adalah 737 Series yang berisi 737-800, 737-900ER serta tipe MAX yaitu 737-MAX8 dan 737-MAX9. Pesawat 737-900ER dan 737-800 dioperasikan hampir diseluruh maskapai Lion Group, sedangkan 737 MAX saat ini hanya dioperasikan oleh Thai Lion Air dan Lion Air Indonesia saja.

Selain itu, Untuk penerbangan antar pulau yang memiliki landasan yang pendek, Lion Group juga menggunakan pesawat ATR72 untuk Malindo dan Wings Air. Naik pesawat kitiran seperti ini sensasi nya beda banget teman-teman hehehe, apalagi waktu musim hujan yang awannya tebal banget.

Pesawat yang saya naiki kali ini tentu saja berada di bagian paling atas dari fleet facts. A330 series merupakan fleet terbesar Lion Group setelah sebelumnya memiliki 2 buah Boeing 747 yang sudah dipensiunkan.

Airbus A330 series.

Selanjutnya, setelah majalah LionMag sekarang saatnya mengulas safety card atau kartu keselamatan dari Airbus A330-900neo ini. Tampaknya sih semuanya terlihat sama dengan Airbus A330-300 karena masih merupakan satu tipe dan hanya berbeda di bagian luarnya saja.

Sisi depan.
Bagian belakang.

Yang terakhir adalah kartu yang berisi doa-doa perjalanan dari agama yang diakui di Indonesia. Unik juga ya sampai dibuat kartu seperti ini karena biasanya di maskapai sebelah dibuat halaman khusus di inflight magazine mereka.

Sebelum terbang, pastikan sudah berdoa menurut kepercayaan masing-masing ya teman-teman agar selalu diberikan keamanan dan keselamatan sampai tujuan nanti.

Doa-doa perjalanan.

Sip akhirnya tuntas juga semua ulasan mengenai isi kantung kursi pesawat ini. Kini saatnya menikmati sisa perjalanan dengan melihat-lihat pemandangan yang keren diluar.

Untuk lampu kabin mengapa dimatikan ya teman-teman? Padahal menurut saya lebih keren dan lebih terang tentunya kalau lampu kabin dinyalakan seperti biasa.

Kabin.

Saat ini pesawat masih cruising di ketinggian jelajahnya.

Cruising.

Karena tidak ada hiburan apa-apa pada penerbangan ini selain majalah Lionmag, saya memutuskan untuk bersantai saja sambil dengerin lagu di handphone saya hehehe.

Bersantai.

Beberapa menit berselang, tak terasa pesawat Lion Air yang saya naiki ini sudah meninggalkan ketinggian jelajahnya untuk memulai proses descend menuju tujuan di Soekarno-Hatta di Tangerang. Tak terasa penerbangan selama 50 menit ini sudah mau berakhir hehe.

Mungkin karena menggunakan pesawat besar jadi kecepatan pesawat waktu cruising jauh lebih cepat dari pesawat berbadan kecil seperti A320 dan 737 yang biasa beroperasi pada rute Solo-Jakarta ini.

Mulai turun.

Seperti biasa sebelum mendarat, pesawat tampak berbelok ke kanan dan ke kiri mungkin untuk separasi karena traffic Bandara Soekarno-Hatta bisa dibilang sangat padat saat itu.

Disini kelihatan cantik banget nih guys sayap beserta mesin dari Airbus A330-900neo ini hehe.

Belok kiri.

Sekarang pesawat ini sudah tampak dekat dengan awan, tandanya sudah semakin dekat dengan tujuan penerbangan ini. Di sayap juga terlihat speedbrake sedang bekerja untuk memperlambat kecepatan pesawat ini, karena pada ketinggian 10.000 kaki kebawah, pesawat melaju dengan kecepatan maksimum 250 knots saja.

Belok kanan.

Dan ga lama saat pesawat berada di ketinggian 10.000 kaki diatas permukaan laut, lapu tanda kenakan sabuk pengaman kembali dinyalakan dan awak kabin memulai persiapan untuk mendarat.

Untuk kita sebagai penumpang, pastikan untuk menggunakan kembali sabuk pengaman, menegakkan sandaran kursi, melipat dan mengunci meja dan jendela dibuka lagi ya teman-teman, apalagi kalau penerbangan siang-siang seperti ini yang jendelanya kalau dibuka silau banget hehe.

Seat belt sign on.

Tak terasa pesawat semakin turun dan turun, kru kokpit kemudian menurunkan flaps untuk membantu pendaratan dari pesawat ini. Dan seperti biasa disambut oleh cuaca di Jakarta yang berkabut oleh polusi ini hehe. πŸ˜€

Turun.

Untuk membantu mata beradaptasi dengan keadaan diluar, maka pesawat harus meredupkan cahaya kabin sebelum lepas landas maupun mendarat. Apalagi kalau penerbangan malam hari teman-teman dimana kita harus bisa melihat keadaan diluar agar jika terjadi hal yang tidak diinginkan indera penglihatan kita sudah bisa bekerja dengan baik dan cepat.

Persiapan mendarat.

Saat ini pesawat sudah semakin dekat dengan tujuan kita. Di sana terlihat dengan jelas Pulau di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 dan hutan mangrove di pesisir utara Jakarta.

Pulau PIK 2.

Kini pesawat sudah sangat dekat dengan landasan 25L di Soekarno-Hatta. Pada titik ini pesawat mulai bergoyang karena angin yang tampak cukup kencang sore itu.

Dibawah terlihat perkantoran Cengkareng Business City dan beberapa hotel.

Semakin dekat!

Jlesssss, akhirnya pesawat Airbus A330-900neo mendarat dengan sempurna dan mulus di runway 25L Bandara Soekarno-Hatta! Selamat datang di Jakarta teman-teman! πŸ˜€

Mendarat!

Pesawat kemudian bergerak menuju tempat parkirnya di Terminal 1A. Jadi tidak perlu menuju terminal 2 atau 3 ya teman-teman karena terminal 1 sudah memadai untuk tempat parkir pesawat berbadan lebar seperti A330-900neo ini.

Taxi.

Tampaknya kita akan berhenti tepat di ujung terminal 1A ini.

Parkir.

Eh disana terlihat si “mbah” yang merupakan salah satu pesawat 737-900ER tertua milik Lion Air. Dua pesawat pertama Lion Air memiliki livery seperti ini teman-teman, karena Lion Air merupakan lauch customer atau pelanggan pertama dari pesawat tipe 737-900ER.

737-900ER pertama.

Pada akhirnya setelah mengudara selama 50 menit, pesawat ini berhenti dengan sempurna di Terminal 1A! Terima kasih banyak Lion Air telah mengantarkan saya dengan Airbus A330-900neo terbaru ini! πŸ˜€

Berhenti!

Sebelum saya keluar meninggalkan pesawat ini, saya pastinya menunggu hampir semua penumpang keluar terlebih dahulu untuk foto-foto kabin dari pesawat Lion Air terbaru ini.

Silahkan dilihat teman-teman! Semoga bisa jadi referensi bagi teman-teman yang ingin terbang dengan pesawat Lion Air A330-900neo ini baik rute umrah atau domestik hehe.

Berikut foto dibawah merupakan foto tempat duduk kalau dilihat dari depan. Airbus A330-900 ini memiliki konfigurasi yang padat yaitu 3-3-3 pada setiap barisnya. Jadi lebar kursi berkurang secara signifikan nih teman-teman, foto nya bisa dilihat ya guys.

Kursi A330-900neo Lion Air.

Oh iya, pada pesawat ini juga hanya tersedia satu kelas ya teman-teman dengan jumlah kursi sebanyak 436 tempat duduk di kelas ekonomi. Jadi semua legroom di pesawat ini adalah sama kecuali tempat duduk di bulkhead. Tidak ada kursi premium atau sejenisnya.

Tapi bisa dilihat dibawah legroom yang ditawarkan juga cukup luas guys hehe.

Tempat duduk.

Tempat penyimpanan barang yang berada diatas tempat duduk diberi sedikit improvement dengan lebih leluasa, walaupun menurut saya masih bisa lebih banyak dengan mengadopsi overhead bin seperti yang ada di Airbus A350 series.

Tapi ini sudah lebih luas dibanding A330 biasa kok guys. Thanks to AIRSPACE by Airbus.

Overhead bin.

Oh iya sedikit tambahan, karena tempat duduk yang ditambah setiap satu barisnya dari yang biasanya 8 tempat duduk per baris menjadi 9, otomatis lorong tempat kita berjalan menjadi lebih sempit dibanding biasanya.

Lorong.

Kini saatnya meninggalkan pesawat yang telah membawa saya dengan selamat ke Jakarta ini. Terima kasih banget Lion Air telah membawa A330-900neo nya untuk penerbangan singkat dari Solo ke Jakarta. Sampai jumpa lagi Lion Air dalam penerbangan yang akan datang! πŸ˜€

Tak lupa untuk memotret PK-LEJ sebelum turun menuju terminal kedatangan.

PK-LEJ.

Kemudian saya turun dan langsung menuju terminal 2E untuk mengejar penerbangan saya kembali ke Solo hehe, jadi trip tektok saja kali ini karena penerbangan dengan A330-900neo ini hanya ada di hari Minggu dan esoknya saya sudah kembali kuliah di Solo.

Sampai!

Sampai sini dulu ya teman-teman untuk ulasan penerbangannya! Sampai jumpa pada penerbangan saya berikutnya! πŸ˜€


Akhirnya sampai juga pada bagian penutup dalam setiap flight review yang saya buat! πŸ˜€

Seperti biasa, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Lion Air yang telah menerbangkan saya dengan selamat dari Solo ke Jakarta, apalagi waktu saya terbang ini merupakan salah satu pesawat yang saya sukai hehe Airbus A330-900neo yang terbaru. Lumayan banget kan teman-teman bisa terbang dengan A330-900neo dalam penerbangan yang bisa dibilang cukup pendek.

Senang banget apalagi kru penerbangan ini yang sangat ramah dalam melayani penumpang walau tidak tersedia servis apapun pada penerbangan ini. Pesawat yang baru, apalagi mesin yang senyap menambah nilai saya pada penerbangan kali ini.

Untuk tempat duduk sih no complaint ya teman-teman, dengan harga sekitar 500 ribu sudah bahagia banget bisa naik A330-900neo hehe, tapi seharusnya sih di pesawat yang lebih besar ini bisa diberikan hiburan lainnya selain majalah apalagi pesawat jenis ini biasa dipakai pada penerbangan jarak jauh.

Siiip, cukup sampai disini ya teman-teman! Nantikan penerbangan saya lainnya ya, Terima kasih dan sampai jumpa lagi! πŸ˜€

Instagram @Firstmarezacom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: