Flight Review

[FLIGHT REVIEW] Citilink Airbus A320neo Economy Class Green Zone QG761 Surakarta to Jakarta

Terbang bersama Citilink Indonesia dari Solo ke Jakarta Soekarno-Hatta

Haloooooo teman-teman semuanyaaaaa!

Kembali lagi bersama saya di blog tercinta Firstmareza.com! Bagi yang sudah pernah berkunjung untuk membaca ulasan saya sebelumnya, saya ucapkan selamat datang kembali ya teman-teman. Dan bagi yang baru memulai untuk membaca saya ucapkan terima kasih dan selamat datang, dan jangan lupa untuk membaca tulisan saya yang lainnya ya guys! πŸ˜€

Bagi teman-teman yang tidak ingin melewatkan ulasan saya selanjutnya yang pastinya menarik dan seru, yuk langsung saja berlangganan blog ini dengan sangat mudah! Bagi yang membuka menggunakan laptop, komputer atau sejenisnya, bisa langsung memasukkan email di samping tulisan ini. Dan bagi para pembaca yang menggunakan smartphone, bisa ditemukan dengan mudah di paling bawah postingan ulasan saya.

Dengan berlangganan, dapat dipastikan para pembaca tidak akan ketinggalan review saya dan sangat membantu saya agar lebih semangat lagi dalam menulis ulasan perjalanan saya. Terima kasih teman-teman bila berkenan! πŸ™‚

Oke, yuk kita langsung masuk saja ke ulasan penerbangan saya yang terbaru ini! Untuk beberapa post kedepan, akan didominasi oleh review mengenai perjalanan saya dengan pesawat ya guys! Karena, di akhir tahun dan awal tahun 2020 ini buanyakkk sekali pesawat baru dan rute yang harus saya coba, dan akan ada ulasan pertama saya dengan moda transportasi darat dengan ban karet lho, penasaran kan teman-teman? Jadi stay tuned disini ya guys dan jangan lupa juga buat berlangganan seperti yang saya beritahu diatas tadi hehe.

Perjalanan kali ini saya mulai dari kota perantauan saya dalam mencari ilmu lebih dalam lagi. Kota Surakarta alias Solo, adalah kota yang berada tidak jauh dari Daerah Istimewa Yogyakarta, dan berada di antara Gunung Merapi Merbabu dan Gunung Lawu di sebelah Timur dari Solo. Jadi sudah tahu kan KA Argo Lawu dinamakan dari gunung apa hehehe.

Balik lagi, biasanya pada perjalanan dari Solo menuju Jakarta atau sebaliknya saya tidak terlalu ingin membuat review, karena sudah hampir setiap dua minggu sekali pulang dan servis nya itu-itu saja kecuali saya bepergian dengan moda transportasi lainnya selain pesawat, baru deh saya membuat ulasannya hehe.

Nah yang menarik dari perjalanan ini, walaupun sudah lumayan sering menggunakan jasa penerbangan Citilink karena murah dan enak, dibanding Garuda Indonesia yang sangat tidak ramah kantong bagi anak kuliahan seperti saya, yang membedakan dari penerbangan kali ini adalah jenis pesawat yang digunakan.

Pada penerbangan spesial ini, saya akan menggunakan pesawat terbaru yang sudah saya incar dari tahun 2018 lalu, tetapi karena selalu kurang beruntung, saya baru bisa mencicipi terbang menggunakan pesawat ini di penghujung tahun 2019 lalu. Yup, kali ini saya akan terbang dengan Airbus A320neo terbaru dari Citilink.

A320neo adalah pesawat yang dikembangkan dari A320 biasa yang sekarang masih berjaya di langit Indonesia, maskapai yang menggunakan pesawat A320neo saat ini diantara nya adalah Batik Air dan Citilink yang saya naiki ini. Pada Februari 2020 saat saya menulis ini, Batik Air mengoperasikan satu pesawat A320neo yang sekarang sedang saya incar, dan Citilink yang mengoperasikan 10 pesawat jenis ini. Doakan saja ya guys semoga saya berhasil terbang dengan A320neo Batik Air di perjalanan yang akan datang hehehe.

Bagi para pembaca yang sudah tidak sabar, yuk langsung saja saya berikan data-data singkat mengenai perjalanan kali ini! πŸ˜€

Citilink QG761
Surakarta (SOC) – Jakarta (CGK)
Jumat, 11 Oktober 2019
Durasi: 01h10m
Pesawat: Airbus A320-200neo
Seat: 5A

Seat map Airbus A320neo Citilink belum bisa ditemukan teman-teman, tetapi jumlah kursi dan konfigurasi tempat duduk di A320neo Citilink ini sama persis dengan A320 biasa milik QG. Saya mohon maaf ya teman-teman. 😦

Beberapa hari sebelum perjalanan yang saya lakukan kali ini, saya memantau penerbangan QG761 yang bisa saya temukan di situs pelacak penerbangan FlightRadar24. Disana saya menemukan bahwa beberapa hari sebelum saya terbang ini menggunakan Airbus A320neo yang terbaru, dan berharap banget kalau hari dimana saya terbang juga akan menggunakan pesawat jenis ini.

Kurang dari 36 jam, jadwal penerbangan saya sudah berubah dan akan diterbangkan menggunakan Airbus A320neo, langsung saja saya tancap gas menuju website Citilink Indonesia untuk memesan tempat duduk yang pas untuk menikmati suara dan deru mesin CFM LEAP terbaru ini.

Karena tempat duduk regular bagian depan yang harganya murah sudah habis, jadinya saya memilih untuk duduk di Green Zone dimana harganya jauh lebih mahal dibanding tempat duduk regular yang sama-sama berada di bagian depan pesawat. Tapi tidak apa-apa deh karena ada gratisannya dan bisa mendengar suara mesin pesawat lebih jelas.

Oh iya, selain memesan tempat duduk, saya juga menyempatkan diri untuk membeli makanan untuk didalam nanti atau biasa disebut pre-book meal. Untuk pre-book meal ini seinget saya hanya bisa dipesan maksimal 24 jam sebelum jam keberangkatan ya guys, selain lebih banyak pilihannya, harga nya juga lebih murah dibanding dengan beli langsung di dalam pesawat.

Beberapa jam sebelum penerbangan ini berangkat, saya berangkat langsung dari Kentingan, Jebres, tempat saya kuliah untuk menuju Bandara Adi Soemarmo menggunakan taksi. Setelah beberapa puluh menit, saya akhirnya tiba di Adi Soemarmo dan langsung masuk ke bagian check-in untuk mencetak boarding pass. Biasanya sih untuk perjalanan antara Solo-Jakarta saya jarang banget menggunakan bagasi, jadi tinggal print terus langsung cuss deh ke dalam.

Bandara Adi Soemarmo Solo sekarang sudah sangat bagus lho guys! Pertama dibuka pada bulan Agustus tahun 2019 lalu, Bandara ini terintegrasi dengan Stasiun KA Adi Soemarmo yang berada tepat di samping terminal utama. Elegan dan keren banget deh guys terminal baru ini hehehe.

Counter check-in.

Di sebelah deretan counter check-in terminal baru ini juga terdapat taman kecil dan beberapa tempat duduk, saya biasa duduk disini sebentar sambil memasukkan barang-barang yang harus dilepas pada saat security check agar tidak ribet waktu x-ray nanti.

Taman kecil.

Dan security check nya berada di lantai 2 setelah naik via eskalator ini. Jadi kalau penerbangan sedang ramai dan banyak orang mengantre setidaknya bisa dipersiapkan dulu ya guys supaya tidak menimbulkan antrean nanti. Apalagi kalau sedang buru-buru hehehe.

Eskalator menuju lantai 2.

Setelah semua proses x-ray selesai dan masih ada waktu kurang lebih 1 jam sebelum boarding, yuk masuk terlebih dahulu di Concordia Lounge Adi Soemarmo ini!

Bagi penumpang Garuda Indonesia yang terbang dengan kelas Bisnis dan bagi pemegang GarudaMiles Platinum, dapat masuk ke lounge ini gratis asalkan tetap naik Garuda ya guys hehe, dan bagi penumpang Citilink harus membayar biaya masuk apapun kelasnya.

Untuk teman-teman yang membeli tempat duduk GreenZone dan terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, teman-teman bisa mendapatkan lounge Citilink gratis di Halim. Satu lagi, sekarang pembelian tiket Citilink di Tiket.com mendapat akses lounge gratis di beberapa bandara sebagai fasilitas tambahan. Tetapi saya lupa dimana saja bandara yang ada akses lounge gratis ini.

Concordia Lounge.

Di bagian dalam lounge ini sepiiiiii banget! Karena penerbangan Garuda Indonesia selanjutnya ada di jam 4 sore, jadi bisa leluasa banget kesana-kemari ngambil makanan dan minuman free flow hehe.

Untuk ulasan dan detail mengenai lounge Concordia Solo ini bisa teman-teman akses dengan mudah disini.

Lounge Concordia.

Oke teman-teman setelah bersantai sejenak sambil mengerjakan beberapa tugas saya kemudian pergi ke atas untuk menuju ke gate tempat pesawat ini akan diberangkatkan. Di boarding pass tercantum bahwa pesawat akan diberangkatkan melalui pintu 3 dimana pintu ini berada di bagian terbaru bandara Adi Soemarmo, penasaran? Yuk disimak dibawah! πŸ˜€

Bagian lama.

Dan ini foto lebih jelas nya dari bagian ruang tunggu Bandara Adi Soemarmo yang lebih dulu ada. Walaupun lebih lama, tetapi masih cukup bagus dan sangat terawat. Space tempat duduk antar penumpang nya juga sangat luas.

Ruang tunggu lama.

Eh ternyata di sebelah sana sudah terparkir pesawat Citilink Airbus A320neo yang akan membawa saya ke Jakarta Soekarno-Hatta siang ini! Pesawat ini memiliki registrasi PK-GTI yang masih berusia sangat muda waktu saya terbang dengan pesawat ini.

Pesawat ini barusan terbang dari Jakarta dengan nomor penerbangan QG760. Selanjutnya akan kembali ke Jakarta dengan nomor penerbangan QG761 seperti yang saya naiki kali ini.

A320neo Citilink.

Coba teman-teman lihat foto dibawah ini, mesin pesawat di A320neo ini bisa saya bilang besarrrrrr bangettttt! πŸ˜€

Mesin jenis ini adalah mesin terbaru buatan CFM dengan nama CFM LEAP. Mesin ini juga digunakan oleh Boeing 737MAX. Airbus menjamin pesawat ini lebih efisien 20% dari pesawat generasi sebelumnya seperti A320ceo atau A320 biasa. Selain mesin ini, hampir tidak terlalu terlihat hal lain yang membedakan antara pesawat A320neo ini dengan pesawat Airbus A320 biasa.

Airbus A320neo.

Kini langsung saja yuk menuju ke pintu keberangkatan karena dalam beberapa saat lagi penumpang QG761 akan diberangkatkan menuju Jakarta.

Seperti yang saya beritahu tadi, ini adalah bagian dari perluasan ruang tunggu Bandara Adi Soemarmo yang saya bilang bagus banget itu. Desainnya keren banget dan ada corak-corak Batik dan klasik banget, tetapi juga modern banget hehe.

Pencahayaan juga terang banget karena terdapat atap yang diberi kaca sehingga lebih hemat energi dibanding menggunakan lampu yang banyak jumlahnya.

Penataan tempat duduk juga dibuat cukup keren dengan dibuat seperti “pulau” ditengah ruang tunggu dan tempat duduk biasa di pinggirnya.

Ruang tunggu baru.

Selain penambahan kapasitas ruang tunggu, di sebelahnya terdapat beberapa tempat makan yang pada Januari ini saya kunjungi lagi sudah terdapat Es Teler 77, Roti’O dan food court dengan beberapa tempat makan.

Tempat duduk.

Setelah ini saya langsung duduk di depan gate 3 dimana semua petugas ground sudah siap dan dalam beberapa menit setelah ini akan memulai proses boarding.

Di bagian ruang tunggu yang diperluas ini memiliki 3 gate tambahan ya teman-teman! Baru selanjutnya 4-10 ada di bagian ruang tunggu yang lama.

Gate 3.

Dan tidak beberapa lama setelah saya duduk, panggilan boarding untuk penumpang QG761 dimulai.

Sayangnya di proses boarding Citilink ini tidak dimulai sesuai prioritas pemegang tiket dengan zona yang lebih tinggi atau tingkatan GarudaMiles, padahal di AirAsia Indonesia sebagai kompetitornya sudah melakukan proses boarding berdasarkan zona tempat duduk dan tingkatan member mereka. Semoga kedepannya Citilink dapat menerima masukan dari tulisan saya ini.

Boarding.

Berikut foto penampakan pesawat saya sebelum masuk pesawat! Dari sini, pesawat A320neo ini tampak sama saja dengan pesawat A320 standar Citilink, sedangkan Batik Air di Airbus A320neo nya memiliki “kacamata” persis seperti Airbus A350.

Citilink A320neo.

Nah ini dia guys yang ditunggu-tunggu, berikut adalah foto dari mesin CFM LEAP terbaru untuk pesawat A320neo yang sudah lama saya impikan!

Senang banget dan excited banget bisa naik A320neo ini karena selalu tidak pas rotasi pesawatnya saat terbang dengan Citilink, dan Batik Air juga baru menerima nya di bulan Januari 2020 ini.

Diameter mesin ini sekitar 78 inci dan memiliki jenis mesin yang sama dengan Boeing 737 MAX yang sudah pernah saya naiki sebelumnya. Karena 737 MAX saat ini sedang di grounded, jadi satu-satunya peluang untuk mencoba saat ini adalah di Airbus A320neo milik Batik Air atau Citilink ini.

Hayooooo yang belum pernah membaca flight review saya dengan 737 MAX 8 Lion Air, yuk langsung dibaca disini! πŸ˜€

Mesin CFM LEAP A320neo.

Karena saya masuk pesawat lebih dulu dibanding penumpang yang lain, jadi bisa lebih leluasa dalam memotret kabin hehehe, karena masih cukup sepi di zona green zone tempat saya duduk.

Seperti biasa, saya biasa duduk di baris terakhir, tetapi karena green zone ini hanya ada di tempat duduk nomor 1 sampai 5 saja, saya putuskan untuk duduk di seat baris ke 5, tempat duduk paling belakang dari green zone Citilink bagian depan.

Green zone.

Dan tentu saja saya memilih untuk duduk di seat jendela! Pada kesempatan kali ini, saya duduk di nomor 5A. Untuk view luar tempat duduk nomor 5F aslinya sama saja guys, tetapi entah kenapa kalau di Airbus lebih suka duduk di sebelah kiri pesawat.

Seat 5A.

Oh iya, sebelum duduk saya berikan dulu ya guys foto dari tempat duduk green zone Citilink ini! Pada bagian depan terdapat 5 baris kursi jenis ini dan di bagian belakang terdapat 2 baris tempat duduk green zone yang terletak di baris jendela darurat atau emergency exit.

Aslinya tempat duduk green zone lebih luas di bagian emergency exit. Tetapi hal itu datang dengan kewajiban tambahan jika terjadi keadaan darurat di pesawat.

Green zone bagian depan.

Mari kita duduk teman-teman! πŸ˜€

Yuk duduk!

Akhirnya saya duduk juga di seat 5A! Tempat duduk yang akan saya gunakan selama 1 jam kedepan.

Tipikal LCC atau low-cost carrier, adanya layar hiburan didepan bukan merupakan hal yang wajib ada di Indonesia. Sama seeprti AirAsia, tempat duduk didepan saya polos-polos saja kecuali terdapat sarung penutup headrest yang berwarna hijau. Untungnya tidak terdapat iklan seperti di AirAsia jadi sedikit lebih enak dipandang hehehe.

Headrest cover.

Berikutnya ada meja makan yang ukurannya cukup besar, sama seperti yang biasa ditemukan di pesawat AirAsia, karena menggunakan kursi yang sejenis hehe. Yang saya suka dari LCC ini adalah ukuran meja yang besar, jika dibandingkan dengan Garuda Indonesia di Boeing 737-800 nya, meja lipat Citilink ini sedikit lebih besar ukurannya.

Meja lipat.

Dan yang terakhir dibawahnya terdapat kantung kursi yang bisa difungsikan untuk menyimpan majalah, safety card dan bisa digunakan juga untuk menaruh minuman atau kamera seperti yang saya gunakan ini.

Kantung kursi.

Untuk legroom? Menurut saya cukup oke dan standar karena ini adalah maskapai berbiaya rendah atau LCC. Jadi harap maklum karena LCC biasanya akan memasukkan jumlah penumpang dalam jumlah maksimal di pesawatnya. Lain cerita kalau maskapai full service dengan ruang kaki yang sama atau bahkan lebih sempit dari ini. Ups! πŸ˜€

legroom.

Ini dia view luar dari tempat duduk saya di nomor 5A! Masih sangat enak karena pemandangan yang tidak terlalu tertutup oleh sayap dan yang pasti bisa melihat mesin CFM LEAP ini dengan jelas.

Selain itu, dengan duduk di tempat duduk bagian depan pesawat, teman-teman bisa mendengar raungan mesin dari pesawat ini. Apalagi mesin baru, pasti suaranya merduuuu sekali.

Wingview.

Oke kita kupas lebih dalam mengenai A320neo ini sebentar ya guys, berikut saya berikan foto mesinnya dari dalam pesawat. Sayang tidak terlalu terlihat isi dari dalam mesin ini atau fan nya.

Dari dalam saja sudah terlihat ukurannya yang cukup besar.

Mesin CFM LEAP.

Di ujung sayap terdapat lekukan yang biasa disebut Sharklets di Airbus. Dimana diklaim dapat menghemat bahan bakar dibanding dengan wingtip pada generasi Airbus A320 sebelumnya.

Tidak ada yang berbeda dari sharklets Airbus A320neo ini dengan Airbus A320 biasa. Bagitu pula dengan sayap nya dan beberapa hal lainnya yang akan saya ulas nanti dibawah.

Sharklet.

Tepat di atas tempat duduk saya terdapat lampu yang sama persis baik desain lampu maupun lampunya seperti di A320 biasa.

Lampu.

Yang berikutnya ada panel di bagian atas tempat duduk penumpang yang masih tampak sama dengan A320 bukan neo. Terdapat lampu baca, air conditioner, tombol untuk memanggil kru dan lampu tanda kenakan sabuk pengaman.

Overhead console.

Lampu nya berwarna putih terang dan berfungsi dengan sangat baik! Sayang sekali lampu nya tidak bisa digerakkan arahnya.

Berfungsi dengan baik!

Begitu pula dengan tempat bagasi diatas, tampak sama atau mungkin ada perubahan kecil sehingga tidak terlalu mudah diperhatikan. Seperti ukuran dalamnya dan lain-lain.

Overhead bin.

Ehhhhh ternyata garbarata sudah dicabut saja, padahal saya kira pesawatnya bakal penuh karena terbang di hari jum’at hehe. Penumpang di green zone kali ini hanya ada 5 penumpang termasuk saya.

Sampai jumpa lagi Solo di hari Minggu esok! Karena Senin sudah ada mata kuliah lagi hehehe.

Garbarata.

Tidak menunggu lama akhirnya pesawat ini mulai mundur dan menghidupkan kedua mesin CFM LEAP nya. Pengalaman kedua saya terbang dengan mesin ini yeyyyy! Hehehe. πŸ˜€

Pushback.

Sesuai ekspektasi, suara mesin pesawat A320neo ini mulussss banget waktu dinyalakan, setelah itu suara yang dihasilkan juga sangat senyap. Kira-kira waktu takeoff suaranya gimana ya guys?

Pushback.

Setelah ini pesawat langsung bergerak ke landasan karena siang itu kondisi bandara ini cukup sepi, jadi langsung bisa masuk ke landasan dan lepas landas.

Di Bandara Adi Soemarmo, pesawat selalu berputar di ujung landasan karena tidak ada taxiway yang langsung menuju ujung landasan. Pada kali ini pesawat akan takeoff dari ujung landasan yang cukup dekat dengan jalan raya menuju bandara.

Masuk runway!

Dan pesawat ini berputar di ujung landasan dan menghadap arah timur dan mulai lepas landas menuju Jakarta Soekarno-Hatta.

Berputar.

Nguuuuuuuung……

Merdu banget suara dari pesawat ini! Proses takeoff juga berlangsung sangat cepat mungkin load penumpang cukup sepi dan angin yang mendukung.

Setelah lepas landas ini pun saya masih cukup amazed dengan suara mesin ini, maklum agak norak karena saya sudah cukup lama tidak terbang dengan 737 MAX dan pengalaman pertama saya juga terbang dengan A320neo.

Selamat tinggal Solo sampai jumpa lagi yaaaaa dalam beberapa hari ke depan! πŸ™‚

Takeoff!

Pesawat ini langsung terbang tinggi dan mungkin karena load pesawat yang cukup ringan, dalam beberapa menit daerah Solo sudah tertutup oleh kabut seperti gambar di bawah ini.

Bye Solo!

Pada ketinggian 10.000 kaki di atas permukaan laut, seperti biasa tanda kenakan sabuk pengaman dimatikan karena pesawat sudah aman. Di titik ini penumpang yang ingin ke kamar kecil sudah diperbolehkan selama tanda kenakan sabuk pengaman dimatikan.

10.000 kaki.

Karena sepi, jadi lebih leluasa kalau mau kesana-kesini hehe.

Sepi.

Kondisi siang menuju sore ini cukup cerah, dengan awan yang tidak begitu tebal, ditambah kenyamanan A320neo yang sangat senyap mesinnya, jadi kalau ngobrol tidak perlu sambil teriak-teriak hehehe.

Cerah.

Eh ternyata pesawat bergerak lebih ke utara lagi meninggalkan Pulau Jawa sebentar. Di sebelah sana ada daerah sekitaran Semarang dan Pantura.

Laut dan Pantai Utara.

Oke tidak lama setelah ini awak kabin membagikan camilan untuk penumpang yang berada dan sudah pre book tempat duduk di kelas teratas dari setiap penerbangan Citilink A320 ini.

Di penerbangan jarak pendek ini penumpang green zone mendapatkan snack berupa kacang campur mirip seperti yang ada di Garuda Indonesia dulu. Tetapi menurut saya kacang di Citilink ini sedikit lebih banyak walaupun variasi nya lebih sedikit.

Assorted nuts.

Selain kacang tadi, saya juga mendapatkan air mineral dengan ukuran yang cukup kecil. Tetapi menurut saya ini sudah cukup untuk penerbangan 1 jam lebih sedikit ini.

Good job Citilink atas pelayanan yang memuaskan terhadap penumpang yang duduk di green zone ini, saran sedikit nih, bagi penumpang green zone bisa diberikan fasilitas lounge, masuk pesawat duluan atau priority boarding dan bagasi prioritas. matur suwun Citilink! πŸ˜€

Air Mineral Cleo.

Pada saat ini tampaknya pesawat sudah berada di fase cruising dan melaju dengan kecepatan maksimum penerbangan ini menuju Jakarta Soekarno-Hatta.

Cruising.

Mulai tercium bau-bau makanan di galley pesawat. Tidak lama kemudian datang juga makanan yang sudah saya pesan dari beberapa hari yang lalu.

Untuk memesan makanan atau pre book meal di Citilink cukup mudah, caranya teman-teman bisa masuk ke situs Citilink dan langsung menuju bagian baggage, meals and seats. Disana teman-teman bisa memilih makanan yang disukai dan terkadang harganya lebih murah lho guys dibanding pemesanan langsung di pesawat. Jadi gunakan fitur ini sebaik mungkin ya guys! πŸ™‚

Makanan siang hari ini adalah Nasi Goreng Spesial!

Nasi Goreng Spesial.

Nasi Goreng ini panas banget waktu dibuka mungkin baru saja keluar dari microwave. Yuk langsung saja kita cicipi Nasi Goreng Special dari Citilink ini! Selamat menikmati semuanyaaaa! πŸ˜€

Nasi Goreng.

Hanya dalam beberapa menit makanan saya sudah ludes bersih hehehe, rasa nasi goreng ini enak dan porsi nya juga lumayan banyak. Tetapi menurut saya lebih cocok dimakan waktu sarapan sih dibanding makan siang seperti saya saat ini hehehe.

Ludes.

Setelah saya makan pesawat masih terbang dan perlahan mulai menurun dari ketinggian jelajahnya dengan tenang dan sangat nyaman.

Cruising.

Seperti biasa setelah semuanya beres dan saya mulai santai menikmati sisa perjalanan ini, yuk kita sempatkan untuk ngubek-ubek isi dari kantung kursi di tempat duduk saya! πŸ˜€

Yang pertama dan yang paling utama, kartu keselamatan atau safety card! Berikut saya berikan foto dari bagian depan dan bagian belakang ya teman-teman!

Safety card.
Safety card.

Berikutnya ada majalah Linkers yang menjadi satu-satunya entertainment atau hiburan pada penerbangan kali ini. Kalau menurut saya, isinya sudah cukup lengkap dan menghibur. Karena banyak cerita perjalanan dan cerita tentang destinasi yang dioperasikan oleh Citilink ini.

Pada bulan waktu saya terbang ini, Citilink sedang gencar untuk mempromosikan penerbangannya menuju Gold Coast dan Perth yang terletak di Australia. Oh iya, teman-teman sudah membaca perjalanan saya ke Australia beberapa tahun yang lalu?

Majalah Linkers.

Kursi Green Zone Citilink ini saya beli seharga 105.000 rupiah sudah termasuk makanan ringan, minuman persis seperti yang tertulis di majalah ini. Tetapi cukup disayangkan sih teman-teman karena fasilitas lounge saat ini hanya tersedia di Halim Perdana Kusuma saja dan masih belum tersedia di bandara besar lainnya. 😦

Green Zone.

Akhirnya saya tiba di bagian Dine & Shop di majalah ini! Untuk list makanannya akan langsung saya berikan foto nya saja ya guys karena cukup banyak.

Dine & Shop.

Nasi Kapau Bukittinggi dan Nasi Kuning Tuna.

Menu Citilink.

Nasi Goreng Spesial seperti menu makan siang saya tadi, Spaghetti Bolognese dan Sate Ayam & Lontong Nusantara.

Menu Citilink 2.

Nasi Ulam Jawa, Nasi Goreng Supergreen yang hijau-hijau, dan Omelette Ratatouille.

Menu Citilink 3.

Untuk makanan yang sehat seperti teman-teman yang diet, Citilink juga menyediakan menu seperti Club Sandwich, Green Garden salad beserta minuman signature Citilink yaitu Jus Kacang Hijau.

Menu Citilink 4.

Dan bagi yang ingin makan makanan ringan atau minum-minum ringan saja, juga disediakan banyak pilihan oleh Citilink ini. Lapar? Haus? Kayaknya susah deh kalau di Citilink soalnya makanan dan minumannya lengkap banget hehehe.

Makanan ringan.

Tetapi sayang sekali list merchandise Citilink ini masih kurang lengkap bila dibanding dengan maskapai berbiaya hemat pengguna Airbus A320 satunya. Semoga bisa lebih diperbanyak lagi ya Citilink! πŸ™‚

Merchandise.

Setelah foto-foto semua hal yang ada di seat pocket, pesawat masih turun dengan tenanggggg bangetttt. Hampir tidak ada suara selain suara angin di luar. Benar-benar senyap banget mesin ini!

Senyap.

Cuaca sore ini cukup cerah juga, menambah kenyamanan karena tidak ada guncangan yang keras.

Cerah.

Saat memutar dan bersiap untuk mendarat, disana terlihat Bandara tujuan penerbangan ini yaitu Soekarno-Hatta. Sayang sekali cuaca di daerah sekitaran Tangerang ini cukup berkabut walaupun cerah.

Soekarno-Hatta.

Pesawat ini kemudian berputar 180 derajat menuju arah sebaliknya, dan kru sudah bersiap untuk mendarat dan penumpang pastinya sudah diwajibkan untuk menggunakan sabuk pengaman.

Berputar.

Saya juga sudah bersiap untuk mendarat di Tangerang! Pastikan sandaran ditegakkan dan penutup jendela dikembalikan ke posisi terbuka ya teman-teman! πŸ™‚

Bersiap.

Flaps full, pesawat sudah lurus, sebentar lagi kita akan segera sampai di Soekarno-Hatta!

Sebentar lagi!

Sedikit lagi teman-teman! Pesawat sudah terbang rendah melewati persawahan yang sepertinya ada di daerah Bayur, Kota Tangerang.

Sedikit lagi.

Jlesssss, dan pada akhirnya setelah menempuh waktu perjalanan selama kurang lebih 50 menit, pesawat mendarat dengan sempurna di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang. Selamat datang di Jakarta teman-teman! πŸ˜€

Sampai!

Pesawat berjalan melewati Terminal 3 yang menjadi base dari Garuda Indonesia, dan terminal keberangkatan dan kedatangan beberapa maskapai internasional.

Terminal 3.

Terminal Citilink ini berlokasi di Terminal 2 bersama-sama dengan maskapai yang berasal dari Lion Group, Batik Air yang juga menggunakan Airbus A320 sebagai armada utama nya.

Batik Air.

Dan tidak lama setelah itu, pesawat telah berhenti dengan sempurna di Terminal 2D. Sekarang tinggal buru-buru saja keluar dari pesawat karena saya masih harus menggunakan KA Bandara Railink untuk mencapai rumah saya hehehe.

Berhenti!

Terima kasih teman-teman sudah membaca flight review saya kali ini! πŸ™‚


Akhirnya kita tiba di bagian akhir dari ulasan perjalanan saya kali ini! Sebelumnya seperti biasa saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh awak kabin dan kru cockpit yang melayani penumpang dengan sangat baik dan perjalanan sangat nyaman walaupun sangat singkat juga hehehe.

Pengalaman pertama saya dengan Airbus A320neo sangat sukses, saya sangat senang bisa terbang dengan pesawat jenis terbaru ini walaupun tidak terlihat dari sisi penumpang selain mesin yang lebih sunyi dan lebih kedap suara ini. Untuk tempat duduk saya rasa Citilink di pesawat baru nya sudah harus sedikit diperbarui agar menambah kenyamanan penumpang apalagi biasanya pesawat jenis A320neo ini dioperasikan untuk rute menengah-jauh.

Untuk sisa nya sudah cukup baik, makanan enak dan pelayanan ramah. Sangat senang terbang bersama Citilink Indonesia. Terima kasih dan sampai jumpa lagi pada perjalanan yang akan datang! πŸ˜€

Instagram @Firstmarezacom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: