Flight Review

[FLIGHT REVIEW] Citilink ATR 72-600 Economy Class QG1995 Bandung to Jakarta

Terbang bersama Citilink Indonesia dari Bandung ke Jakarta Halim Perdanakusuma

Halo semuanyaaaaa! πŸ˜€

Ada daun ada batang,
Batang bergetah gatal sekali.
Para tamu selamat datang,
Semoga betah membaca disini
.

Selamat datang di review saya yang terbaru! Selamat datang juga bagi yang sudah berlangganan atau sudah sering berkunjung ke blog saya ini. Terima kasih yang sebesar-besarnya saya ucapkan untuk para pembaca setia yang sudah meluangkan waktunya untuk membuka ulasan saya ini. Terima kasih guys!

Jika belum berlangganan, yuk berlangganan di blog ini dengan cara yang sangat mudah! Cukup masukkan alamat email dan ikuti petunjuknya, dan para pembaca akan mendapat update setiap ada ulasan saya yang baru! πŸ™‚

Kembali lagi guys ke ulasan saya kali ini! Saya akan mengulas maskapai domestik yang juga merupakan anak perusahaan dari maskapai nasional kita Garuda Indonesia. Citilink!

Nah bagi para pembaca yang belum mengetahui atau mengenal maskapai ini, Citilink adalah salah satu maskapai berbiaya rendah (low-cost) di Indonesia. Maskapai ini mempunyai rute domestik yang cukup luas cakupannya dan rute internasional yang sudah mulai berekspansi secara besar-besaran juga.

Citilink mengoperasikan pesawat jenis Airbus A320 sebagai fleet utama, sedangkan baru-baru ini Citilink juga mempunyai feeder atau pengumpan dengan pesawat yang lebih kecil.

Pesawat yang lebih kecil ini diberi nama ATR72-600. Pesawat ini dioperasikan oleh Citilink untuk rute-rute pendek yang landasannya juga tidak terlalu panjang. Lalu juga dioperasikan untuk rute yang okupansinya tidak menguntungkan jika dioperasikan dengan Airbus A320 yang lebih besar.

Di ulasan kali ini guys saya akan mereview penerbangan saya dengan Citilink menggunakan pesawat ATR72-600 tadi. Singkat cerita, pesawat ini sebelumnya dioperasikan oleh Garuda Indonesia dengan sub-brand nya yaitu Explore. Tetapi karena keputusan direksi, pesawat Garuda Indonesia yang berjenis ATR72 itu dihibahkan untuk Citilink anak perusahaannya dan digunakan atas nama Citilink itu sendiri.

Pesawat ATR72 Citilink ini memiliki konfigurasi dan tempat duduk yang sama persis dengan yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia sebelumnya, yang membedakan hanya cat eksteriornya saja yang sekarang sudah penuh berganti dengan logo Citilink. Foto nya bisa dilihat di cover ini ya guys, versi lebih jelasnya akan saya beri dibawah hehe.

Oke sebelum memulai ulasan penerbangan saya kali ini dengan Citilink di pesawat terbarunya, yuk simak data-data penerbangan saya dibawah ini! πŸ˜€

Citilink QG1995
Bandung (BDO) – Halim Perdanakusuma (HLP)
Sabtu, 23 Maret 2019
Durasi: 01h00m
Pesawat: ATR 72-600
Seat: 8A

Seat map Citilink ATR 72 sama dengan Garuda Indonesia. Jadi saya lampirkan seat map milik Garuda Indonesia ya guys disini.

Baik guys, perjalanan saya ini merupakan lanjutan dari ulasan saya di KA Pangandaran yang rilis sebelum ini. Setelah puas jalan-jalan dan makan siang di Kota Bandung, sayang sekali saya harus kembali pulang menuju Jakarta dan kembali ke rumah.

Tetapi karena perjalanan saya menuju Bandung sudah menggunakan kereta dan ada pilihan transportasi lain, why not kalo kita mencoba transportasi lain itu dan bukan hanya naik kereta saja? Hehehe.

Penerbangan saya dengan Citilink ini dioperasikan dari Bandara Husein Sastranegara di tengah Kota Bandung. Saat ini, bandara ini sudah tidak melayani pesawat besar di rute domestik seperti A320 dan 737. Tapi masih melayani penerbangan jarak pendek seperti ATR 72 dan pesawat sejenis lainnya. Otomatis saat ini pesawat yang saya naiki ini masih beroperasi di BDO dan tidak dialihkan ke Kertajati.

Sama halnya dengan penerbangan internasional, penerbangan ini masih beroperasi di Husein Sastranegara dan tidak dialihkan ke Kertajati. Yang dialihkan kesana hanyalah penerbangan domestik yang menggunakan pesawat 737 dan A320. Pesawat lebih besar dari ini belum bisa untuk mendarat di BDO sebelumnya.

Penerbangan saya dijadwalkan untuk lepas landas dari Bandung pada pukul 6 sore WIB. walaupun sudah mengetahui akan hal itu, saya tetap berangkat ke bandara 3 setengah jam sebelum pesawat ini diberangkatkan hehehe.

Waktu saya ingin menukar tiket dengan boarding pass di konter check-in Citilink, saya diberitahu bahwa konter baru dibuka dan penumpang bisa mencetak boarding pass 2 jam sebelum keberangkatan. Takut gabut menunggu perjalanan yang masih lama, ternyata di bandara ini ada mesin self check-in yang tersedia untuk penumpang Citilink. Dan ternyata bisa dengan mudah menggunakannya dan tidak perlu lagi menuju konter check-in untuk mencetak hehe.

Setelah mendapat boarding pass tadi, saya langsung menuju lounge yang tentunya harus melewati pengecekan barang oleh petugas. Setelah itu langsung saya menuju lounge yang letaknya tidak begitu jauh. Di perjalanan menuju ke lounge kita harus melewati banyak toko belanja yang menawarkan makanan atau barang-barang seperti oleh-oleh dan barang elektronik.

Deretan tenant.

Lokasi lounge berada tepat disamping ruang tunggu penumpang. Jadi cukup mudah ditemukan dan cukup mudah untuk menuju ke pintu keberangkatan kalau pesawat sudah boarding.

Lokasi lounge.

Ukuran lounge di Bandara Husein Sastranegara tidak terlalu besar, tetapi cukup nyaman untuk menghabiskan waktu sambil belajar karena dulu sedang hectic banget dalam mempersiapkan sekolah lanjutan yang saya ambil hehehe.

2.5 jam dihabiskan begitu cepat, karena didalam saya bisa menikmati free flow kopi yang cukup enak, snack yang enak dan tempat yang sepi dan nyaman.

Hingga akhirnya saya menuju ke pintu keberangkatan karena dalam waktu 20 menit lagi penerbangan saya akan segera berangkat. Gate 4 pada saat ini masih dioperasikan untuk mengangkut penumpang Citilink ke salah satu daerah, lupa ke daerah mana hehehe.

Gate 4.

Semua penumpang akhinya masuk, yuk bersiap-siap karena kurang dari 10 menit lagi penumpang QG1995 diperbolehkan untuk masuk ke pesawat.

Bersiap!

Setelah mengantre paling depan, akhirnya saya dan semua penumpang QG1995 diperbolehkan untuk masuk ke pesawat! Seperti biasa, saya adalah orang pertama yang masuk hehehe.

Di BDO, boarding ke pesawat masih melewati tangga dan berjalan dengan jarak yang sedikit jauh untuk mencapai ke pesawat. Apalagi Citilink saya dapat posisi parkir yang berada hampir diujung dari tempat parkir pesawat di bandara ini. 😦

Turun!

Setelah turun tangga, yuk jalan lagi hehehe, di foto ini masih ada pesawat 737 dari Lion Air dan Garuda Indonesia karena saya terbang pada bulan Maret tahun ini. Sedangkan pemindahan pesawat besar ini baru dilakukan pada bulan Juni atau Juli tahun ini.

Jalan lagi!

Ternyata masih jalan kesana lagi hiks cukup jauh juga ternyata. Apalagi setelah seharian jalan-jalan. 😦

Sedikit lagi!

Dan itu dia! Pesawat yang akan menerbangkan saya hari ini kembali menuju Jakarta! Pesawat ini terparkir tepat disamping rivalnya, Wings Air yang sama sama mengoperasikan ATR 72-600.

Rute Wings Air dari Bandung tampaknya lebih luas dan lebih banyak dibanding Citilink. Semangat ya QG! πŸ˜€ Antara merah dan hijau, antara Lion Group dan Garuda Indonesia Group, kalian pilih mana guys? Hehehe.

Citilink dan Wings Air.

Ini dia guys foto keseluruhan dari ATR 72-600 terbaru yang dioperasikan Citilink Indonesia! Livery menurut saya tampak segar karena dibalut dengan hijau yang cerah. Kalau menurut teman-teman, lebih cocok diwarnai biru seperti Garuda Indonesia atau hijau seperti pesawat ini sekarang guys?

Citilink ATR 72-600.

Pesawat yang akan menerbangkan saya kembali ke Jakarta ini memiliki registrasi PK-GJS. Pesawat ini sebelumnya beroperasi di Garuda Indonesia dengan registrasi PK-GAS.

Usia pesawat ini masih cukup muda, pada waktu saya terbang dari Bandung menuju Jakarta ini, usianya masih sekitar 5 bulan. Masih fresh gitu deh hehehe.

PK-GJS.

Logo Citilink yang ada di bagian belakang pesawat sama persis seperti Garuda Indonesia, hanya warna dirubah menjadi warna hijau yang segar.

Oh iya, khusus di pesawat ATR, penumpang masuk dan keluar hanya melalui pintu belakang pesawat. Kenapa? Karena pintu depan pesawat digunakan untuk barang-barang bagasi dan tidak memiliki pintu untuk penumpang kecuali pintu darurat. Fotonya sendiri ada diatas ya guys.

Segar.

Tetapi nomor tempat duduk tetap dibuat sama seperti pesawat lainnya. Tempat duduk saya masih jauh didepan hehehe.

Hingga akhirnya saya menemukan tempat duduk yang akan saya gunakan selama 40 menit kedepan. Halo 8A!

8A.

Ini dia yang ditunggu guys, tempat duduk dari Citilink ATR 72-600! πŸ˜€

Bagaimana guys pendapat tentang tempat duduknya? Kalau menurut saya, desainnya tampak nyaman khas ATR saat ini. Lalu, legroom nya tampak luas juga hehehe, kita lihat nanti ya guys bagaimana kenyamanan dari tempat duduk Citilink ATR ini.

Seat 8A.

Keseluruhan tempat duduk pesawat ini dibalut dengan warna abu-abu dengan bahan kulit sintetis. Tanpa headrest mungkin karena penerbangannya cukup singkat jadi tidak terlalu memikirkan kenyamanan.

Tetapi dari warna ini tampaknya ada yang kurang ya guys kalau tidak diberi cover seperti yang dulu Garuda Indonesia lakukan, jadi terlalu polos gituu kalau menurut saya.

Seat 8A.

Jlesssss, setelah duduk rasanya cukup nyaman, padding tempat duduk terasa lumayan empuk, dan cukup lebar seperti tempat duduk ATR biasanya. Tempat duduk ini hampir sama dengan pesawat Wings Air ATR 72-600 yang terbaru, dari ruang kaki juga kurang lebih sama. Kita lihat dibawah nanti ya guys! πŸ˜€

Oke langsung saja kita bahas fitur-fitur yang ada dari tempat duduk Citilink ATR 72-600 ini.

Yang pertama yang akan saya ulas adalah rak majalah yang ada diatas, nah aslinya saya lebih suka model seperti ini karena majalah dan isinya tidak mengganggu atau mengurangi legroom apalagi di pesawat kecil seperti ini. Terlebih AVOD juga bisa dibilang tidak terlalu berguna karena rute-rute ATR yang dilayani cukup pendek. Dan terkesan lebih modern juga karena tidak terlalu polos juga kalau dilihat hehehe.

Rak literatur.

Yang kedua, pastinya tersedia meja lipat yang bisa digunakan untuk makan maupun membaca majalah yang sudah disediakan. Ukurannya sendiri bisa dibilang standar juga untuk pesawat jenis ini, tapi bila dibandingkan dengan pesawat yang lebih besar seperti 737 atau A320, meja lipat ini jauh lebih kecil ukurannya.

Tetapi di ATR ini sudah cukup kok ukurannya hehe.

Tray table.

Karena semua majalah beserta safety card sudah diberi rak sendiri diatas, dibawah hanya menyisakan pocket atau tempat penyimpanan yang cukup kecil. Mungkin cocok untuk menaruh botol minum atau snack dan sejenisnya, soalnya untuk menaruh kamera saya ini ukurannya terlalu kecil hehe.

Kantung kursi.

Nah ini dia guys legroom yang sangat krusial dalam setiap perjalanan saya hehehe, karena nyaman atau tidaknya saya salah satunya ditentukan oleh ruang kaki ini guys.

Bisa dilihat dibawah kalau legroom dari pesawat ini cukup lega, bahkan sangat lega di pesawat sejenis dengan ini. Mungkin karena desain tempat duduk yang sedikit maju di bagian bawah menjadikan legroom nya bertambah luas.

Tampaknya ruang kaki pesawat ini dengan Wings Air ATR 72-600 hampir sama, karena tempat duduk dan jumlah kursinya juga identik satu sama lain.

Legroom.

Masih di bagian tempat duduk, ada coat hook atau gantungan baju untuk menggantung atau menyimpan baju, jas atau jaket. Tetapi di perjalanan jauh saya biasa menggunakan ini untuk menggantung earphone supaya tidak nyangkut.

Coat hook.

Untuk mengatur recline dari tempat duduk, seperti biasa disediakan tombol yang ada disamping tempat duduk, untuk foto recline nya menyusul ya guys karena pesawat sudah mulai penuh penumpang jadi agak takut juga kalau keluar tempat duduk. πŸ˜€

Pengatur recline.

Setiap tempat duduk di pesawat ini sudah dilengkapi dengan air nozzles atau AC. Pesawat-pesawat besar seperti 777 atau A330 terkadang sudah tidak mempunyai fitur ini lagi alias AC sudah diatur oleh kru pesawat. Jadi fitur ini cukup membantu di pesawat.

Indovidual air nozzles.

Lalu ada juga lampu baca yang tersedia diatas beserta tombol untuk memanggil kru yang bertugas, hayoo jangan sampai salah pencet ya guys hehehe.

Di sebelahnya juga ada lampu kecil yang berwarna kebiruan guys, cukup elegan ya jika dilihat.

Lampu baca.

Ini dia view luar yang akan saya nikmati senja ini. Tempat duduk saya berada di nomor 8 menjadikan tempat duduk saya tepat di samping mesin dan dibawah sayap pesawat, jadi bisa kelihatan semua deh baik mesin maupun sayapnya hehe.

Karena saya sedikit takut kalau duduk tepat disamping bilah propeller dari ATR ini hehe, padahal biasa duduk disamping mesin di pesawat yang besar-besar seperti Garuda Indonesia disebelah pesawat saya ini. Garuda Indonesia ini sepertinya melayani penerbangan entah ke Surabaya atau ke Denpasar, sebelum pindah ke Kertajati seperti saat ini.

Cukup disayangkan ya guys banyak pesawat rute-rute domestik di Indonesia berpindah ke Kertajati yang dimana akses dari dan menuju bandara itu masih belum rampung 100 persen. Kalau saya pribadi, saya lebih memilih terbang dan mendarat di Jakarta lalu disambung kereta daripada lewat Kertajati yang masih belum selesai pekerjaan akses tol nya.

View luar.

Ternyata tidak terlalu lama setelah ini dan semua penumpang masuk, pesawat ini mulai menyalakan mesinnya dan kru memulai safety demo nya yang wajib ada di pesawat komersial.

Yang unik di Bandara Husein Sastranegara, pesawat tidak ditarik mundur untuk menyalakan mesinnya, tetapi langsung dinyalakan dan langsung berangkat menuju landasan.

Mesin hidup!

Mesin dihidupkan dan mulai berjalan menuju landasan pada pukul 5.53 sore. Yuk kita mulai countdown penerbangan yang cukup unik ini! Bandung ke Jakarta yang sangat singkat dan sangat dekat ini! πŸ˜€

17.53.

Beragkaaaaaaat guys! Tapi masih belum takeoff ya guys karena masih harus menunggu sebentar sampai pesawat ini siap untuk lepas landas.

Berangkat!

Melewati Lion Air Boeing 737-800 yang sepertinya akan terbang ke Denpasar, Bali. Ukurannya jauh lebih besar ya guys dibanding ATR ini hehe, apalagi kalau dibandingkan dengan Airbus A380.

Lion Air 737-800.

Setelah ada 1 pesawat yang mendarat, yuk kita masuk landasan dan bersiap untuk lepas landas menuju Jakarta! πŸ˜€

Masuk!

Di Bandara Husein Sastranegara, pesawat yang ingin lepas landas harus memutar di ujung runway terlebih dahulu hampir sama dengan bandara-bandara lainnya. Kali ini kita akan lepas landas di runway 29 BDO.

Di sekitar tempat ini dulu ada tempat yang sangat terkenal untuk planespotting di bandara ini, sayang sekarang tempat tersebut sudah digusur dan tidak bisa lagi digunakan untuk tempat planespotting. Dan kebetulan saya juga belum pernah mencoba foto-foto pesawat disini. 😦

Runway 29.

Tidak lama setelah berputar, pesawat langsung gas poll dan terbang dari runway 29.

Let’s go!

Hingga akhirnya pesawat ini mulai naik dan meninggalkan Bandung. Terima kasih Bandung sampai jumpa lagi di lain waktu! πŸ˜€

Kita mulai juga ya merasakan terbang singkat dengan pesawat ini dari 2 kota yang jaraknya masih cukup mudah dijangkau dengan kereta dan jalan tol ini hehe.

Takeoff!

Di sebelah selatan sana terdapat banyak perbukitan, sama seperti di bagian utara Bandung juga terdapat banyak perbukitan dan satu gunung berapi yaitu Gunung Tangkuban Parahu yang berada di sebelah utara Lembang dan berada di Kabupaten Subang bagian paling selatan.

Ini mengapa Kota Bandung adalah kota yang cukup sejuk. Karena dikelilingi dengan perbukitan dan gunung dan tanahnya sendiri berada di ketinggian yang cukup tinggi bila dibandingkan dengan Jakarta dan tempat dimana saya tinggal saat ini.

Banyak perbukitan.

Di sana sang surya sudah mulai tenggelam guys, kalau nanti di terminal kedatangan sudah tidak sempat sholat, bisa kok sholat didalam pesawat karena di jadwal pesawat ini dijadwalkan tiba di Halim Perdanakusuma pada pukul 7.00 malam.

Senja.

Di bawah sana ada waduk yang sepertinya Waduk Saguling yang terletak di bagian barat Kota Bandung.

Waduk Saguling.

Di atas langit masih ada langit, dibalik cuaca yang mendung dibawah pasti ada langit yang cerah diatasnya. Hehehe.

Berawan.

Suasana kabin saat ini juga masih gelap dikarenakan cahaya kabin yang wajib diredupkan saat lepas landas dan mendarat.

Tahu kenapa? Karena untuk keselamatan dimana mata kita harus cepat beradaptasi dengan kondisi luar kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, jadi bisa mempercepat proses adaptasi dari terang ke gelap supaya proses evakuasi bisa dilakukan secepatnya.

Diberi sentuhan biru tua yang nyaman di mata dan kesan elegan.

Lampu kabin.

Baru setelah pesawat berada diatas 10.000 kaki diatas permukaan laut, tanda kenakan sabuk pengaman dimatikan dan lampu kabin utama kembali dinyalakan. Bau-bau nya bakalan ada servis snack nih tetapi ga bisa nebak juga karena durasi penerbangan sore hari ini pendek banget.

Lampu dinyalakan.

Sepertinya pesawat telah mencapai ketinggian jelajahnya, sudah tidak terlalu naik atau tidak terlalu turun. Saatnya menikmati penerbangan singkat ini guys! πŸ˜€

Cruising.

Baik guys kita lanjutkan ulasan dari fasilitas pesawat ini yang tadi sempat tertunda karena pesawat yang sudah mulai jalan ya guys!

Kalau tadi ada tray table yang masih tertutup, berikut foto meja lipatnya dalam keadaan terbuka. Dalamnya ada lubang tipis yang bisa digunakan untuk menaruh gelas atau botol minuman, sisanya tampak sama dengan meja lipat biasa hanya ukurannya yang sedikit diperkecil.

Meja lipat.

Kini tinggal mengulas isi majalah atau bacaan yang ada diatas meja lipat ini.

Yang pertama ada kartu petunjuk keselamatan atau safety card. Desainnya cukup berbeda dengan Citilink A320 yang sudah cukup sering saya naiki, di kartu ini juga di laminating beda seperti A320 yang dibuat dari bahan yang sudah tebal.

Berikut saya berikan foto safety card dari pesawat ini baik sisi depan maupun sisi belakangnya.

Safety card bagian depan.
Safety card bagian belakang.

Yang berikutnya dan yang terakhir juga, ada majalah linkers yang tersedia di hampir semua penerbangan Citilink. Di penerbangan singkat dan pesawat jenis ini karena tidak ada AVOD maka majalah ini otomatis menjadi hiburan satu-satunya yang bisa ditemukan.

Majalahnya cukup tebal, isinya juga banyak mengangkat kota-kota di Indonesia yang wajib dikunjungi. 9/10 deh menurut saya isi dari majalah linkers ini! Good job Citilink dan majalah linkers! πŸ˜€

Majalah linkers.

Sampai di bagian rute penerbangan Citilink, ternyata cukup lengkap juga ya penerbangan Citilink di Indonesia ini! Untuk penerbangan internasional saat ini Citilink masih memulai ekspansinya, saat ini Citilink sudah mengoperasikan penerbangan Denpasar-Perth, Kuala Lumpur ke Jakarta, Denpasar dan Surabaya dan beberapa destinasi lainnya.

Tetapi menurut saya jam penerbangan Citilink ini masih cukup terbatas, seperti contoh di kota tempat saya tinggal, Solo. Penerbangan masih terlalu pagi dan terlalu malam, dan waktu siang-siang yang kurang nyaman karena masih waktu kuliah hehehe.

Lalu untuk mengimbangi ekspansi rute Citilink baik di Indonesia maupun luar negeri, Citilink mendatangkan banyak pesawat baru seperti A320neo yang sudah pernah saya coba, dan A330neo yang sebentar lagi juga akan datang langsung dari Toulouse tempat Airbus berada. Untuk review Citilink A320neo nya berkenan ga nih guys? Stay tuned ya guys hehe.

Rute Citilink.

Guys, walaupun penerbangan ini cukup singkat, saya tidak menyangka kalau setiap penumpang akan diberikan makanan ringan atau snack dari Citilink. Bayangin ini hanya rute pendek banget tetapi diberi complimentary snack dan isinya sendiri cukup banyak. Penasaran? Yuk scroll kebawah! πŸ˜€

Berikut tampilan box makanan ringan di penerbangan ini.

Snack.

Ini dia isi dari kotak makanan ringan yang diberikan gratis ini guys! Penerbangan cuma 25 menit tapi oke banget kan bisa mengganjal perut sebelum tiba di Jakarta dan makan Nasgor Kambing Kebon Sirih?

Isi.

Yang pertama ada kacang campur dari Mr. P yang berisi kacang polong, kacang tanah dan beberapa kacang lainnya yang tidak saya mengerti hehe. Oh iya guys ternyata kacang ini berbeda dengan yang Garuda Indonesia biasa gunakan lho guys, GA menggunakan kacang dari Dua Kelinci sedangkan Citilink sendiri dari Mr. P. Soal rasa saya lebih cocok Dua Kelinci sih hehehe.

Assorted nuts.

Berikutnya ada muffin pandan yang cukup enak namun seperti biasa sedikit seret hehe. Isinya sendiri cukup banyak, cocok banget deh untuk mengganjal perut! πŸ˜€

Muffin.

Yang terakhir ada air mineral dalam botol dengan merek Aqua, jauh lebih baik dalam segi ukuran dibanding cleo yang sekarang digunakan oleh Garuda Indonesia maupun Citilink.

Air mineral.

Suasana diluar saat ini pesawat sedang melewati Waduk Jatiluhur di Purwakarta, tandanya sebentar lagi akan berbelok sedikit kearah barat dan mulai turun untuk mendarat di Jakarta.

Waduk Jatiluhur.

Tidak berselang lama pesawat ini kemudian berbelok ke kiri dan bersiap untuk turun dari ketinggian jelajah.

Belok kiri.

Sebelum pesawat ini mendarat, ternyata semua penumpang di pesawat dibagikan voucher Tiket.com yang bisa digunakan untuk membeli tiket pesawat Citilink atau hotel. Lumayan guys 150rb rupiah bisa digunakan untuk penerbangan Citilink ke Solo yang harganya terkadang 800-900 ribu rupiah.

Terima kasih Citilink dan Tiket.com! πŸ™‚

Voucher Tiket.com.

Tung! Tanda kenakan sabuk pengaman kembali menyala, tandanya kita sudah berada dibawah 10.000 kaki diatas permukaan laut dan kabin harus dikembalikan ke posisi lepas landas dan mendarat.

Jangan lupa untuk menegakkan sandaran kursi, melipat meja dan membuka penutup jendela ya guys hehehe.

Menyala!

Dibawah sana mulai terlihat perkotaan yang padat penduduk. Sebentar lagi kita akan segera tiba di Halim Perdanakusuma yeyyyyy! Dilihat dari mesin tampaknya pesawat ini turun dengan sedikit menukik ya guys.

Turun.

Oh iya tadi saya belum sempat memberikan foto kabin dari pesawat ini hehe, berikut saya berikan ya guys mumpung lampu kabin belum kembali diredupkan.

Load factor dari penerbangan ini tidak terlalu penuh bahkan bisa dibilang cukup sepi. Mungkin karena baru dibuka dan masyarakat belum terlalu tahu ada transportasi udara yang menghubungkan antara Bandung dan Jakarta. Dan pesawat ini sendiri hanya terisi 30-40% dari total kursi yang tersedia di pesawat ini.

Mungkin bakalan lain cerita kalau penerbangan Hari Senin pagi hehe pasti penuh, karena ini merupakan transportasi tercepat dari berbagai pilihan.

Foto kabin.

Baru setelah lampu kabin diredupkan, saya jadi leluasa dalam mengambil gambar karena tidak ada reflection dari lampu kabin.

Sepertinya dibawah sana adalah Kota Bekasi.

Kota Bekasi.

Semakin dekat dan dekat! Di sebelah sana ada jalan tol yang tandanya kurang dari 2 menit lagi pesawat akan mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma. Akhirnya penerbangan singkat ini selesai guys walaupun ga berasa karena singkat banget durasinya.

Semakin dekat!

Jlessssssss, akhirnya perjalanan singkat saya sudah berakhir ditandai dengan tiba nya saya di Jakarta. Halo lagi Jakarta!

Pesawat ini berbelok ke kanan untuk parkir di sebelah pesawat-pesawat Citilink dan Batik Air yang beroperasi di HLP.

Belok kanan.

Kemudian pesawat ini berhenti tepat disamping pesawat Batik Air dan letaknya tidak terlalu jauh dari pintu masuk terminal kedatangan. Terima kasih Citilink! πŸ˜€

Parkir!

Saat ini waktu menunjukkan pukul 18.27 di sore hari, senang sekali karena pesawat ini tiba lebih cepat dari jadwal yang sudah ada guys!

Waktu tempuh pesawat ini juga singkat banget lho guys hanya 34 menit perjalanan mulai dari pesawat meninggalkan tempat parkir di BDO sampai berhenti di tempat parkir Bandara Halim Perdanakusuma.

18.27 wahhh.

Tadi sebelum pesawat ini lepas landas saya ingin memberi foto recline pesawat yang tadi belum sempat saya foto. Nah ini dia guys saya berikan foto recline dari tempat duduk ATR 72 Citilink ya! Saya rasa sih cukup untuk penerbangan jarak pendek ini, dan tidak mengganggu penumpang di belakangnya juga karena pesawat yang cukup kecil.

Recline.

Tadi juga saya hanya memberikan foto kabin dari sisi belakang mengarah kedepan, berikut ini saya berikan foto kabin pesawat ini ya guys dari arah depan!

Interior dari pesawat ini didominasi oleh warna abu-abu dan warna cerah seperti putih. Cukup oke sih tapi sebaiknya diberi cover headrest biru atau warna lain seperti Garuda Indonesia sebelumnya agar tidak terkesan bland.

Foto kabin ATR 72.

Sampai jumpa! Sampai jumpa di penerbangan lainnya Citilink! Senang dapat terbang dengan nyaman bersama Citilink! πŸ™‚

Sampai jumpa!

Sampai jumpa juga untuk PK-GJS ATR 72-600 Citilink! Sampai jumpa di penerbangan lainnya yaaa! πŸ˜€

Sampai jumpa juga!

Saat ini pesawat mulai dibersihkan dan sedang melakukan bongkar muat sebelum nanti diberangkatkan kembali menuju Bandung.

ATR 72-600.

Untuk foto lebih jelasnya, berikut saya berikan foto keseluruhan dari pesawat Citilink ATR 72-600 yang membawa saya ke Halim tadi.

Sampai jumpa lagi ya guys! πŸ˜€

ATR 72-600.

Dan dalam beberapa menit saya sudah tiba di terminal kedatangan Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta.

Welcome to HLP!

Terima kasih guys sudah berkenan membaca Flight review saya! πŸ™‚


Sekali lagi guys saya ucapkan terima kasih karena sudah meluangkan waktunya untuk membaca tulisan saya kali ini, terima kasih dan semoga betah ya guys baca-baca ulasan transportasi di blog saya ini! Yuk bersama kita majukan literasi di Indonesia!

Akhirnya sampai juga ke bagian akhir dari ulasan penerbangan saya kali ini.

Menurut saya, servis dan pelayanan penerbangan kali ini sangat baik, kru ramah baik petugas darat maupun awak kabin yang cheerful dan melayani para penumpang dengan baik. Hal kecil yang sangat berguna untuk kepuasan penumpang selama terbang, terima kasih banyak untuk kru QG1995 di penerbangan kali ini! πŸ˜€

Untuk pesawatnya sendiri cukup nyaman dengan fasilitas hiburan yang lengkap seperti majalah, untuk penerbangan singkat saya rasa AVOD bakal jarang banget buat digunakan, jadi majalah saja menurut saya sudah sangat cukup. Lalu walaupun ini hanya penerbangan singkat, saya sangat senang karena penumpang mendapatkan snack yang jumlahnya cukup banyak. Beserta voucher dari Tiket.com yang juga lumayan.

Oke sampai disini saja kawan-kawan, terima kasih banget dan jangan lupa untuk subscribe dan sering buka blog saya ini karena pastinya akan ada banyak perjalanan seru dan menarik. Sampai jumpa guys! πŸ˜€

Instagram @firstmarezacom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: