Train Review

[TRAIN REVIEW] Pangandaran KA12410 Kelas Premium Gambir to Bandung

Naik KA Pangandaran dari Jakarta Gambir ke Bandung

Halo semuanyaaaaa! πŸ˜€

Selamat datang kembali di blog saya tercinta Firstmareza.com! Senang sekali dapat berjumpa teman-teman semua, semoga teman-teman selalu sehat dan berkah dalam kehidupan kita masing-masing yaa! Selalu semangat setiap hari juga dong pastinya! πŸ™‚

Selamat datang saya ucapkan juga bagi teman-teman yang baru datang dan melihat tulisan saya di blog ini, terima kasih karena sudah sempat mambaca disini dan selamat menikmati tulisan dan ulasan saya ya guys! Semoga dapat tercerahkan dari tulisan-tulisan perjalanan yang saya lakukan ya hehehe.

Oh iya guys, sebelumnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena jarang update ya guys huhuhu 😦 Maklum karena saya sedikit padat dalam jadwal perkuliahan dan tugas-tugas yang cukup banyak jumlahnya, jadi mohon maklum ya guys sebisa mungkin akan saya rampungkan review saya secepatnya. Karena pastinya di akhir tahun ini bakal ada yang baru dan banyak jumlahnya juga lhoo, stay tuned ya guys jangan kemana-mana lagi! Hehehe.

Kenapa harus disini guys? Karena saya akan terus menulis perjalanan-perjalanan yang seru dan menarik pastinyaa, apalagi ada sedikit bocoran nih, banyak pesawat baru yang mulai menghiasi langit Indonesia lhooo. Penasaran? Ditunggu yaaa update nya. πŸ˜€

Oke sebelum banyak perjalanan asyik kedepannya, yuk kita sempatkan untuk mengulas perjalanan saya kali ini!

Seperti yang sudah tertulis di judul, kali ini saya akan membawa para pembaca ke sebuah daerah yang sangat populer di Jawa Barat. Sudah pasti kalian tahu kan jawabannya pasti Bandung hehe. Kota Bandung adalah ibukota dari Provinsi Jawa Barat, jarak antara ibukota dan Bandung ini tidak terlalu jauh, jadi masih bisa dijangkau oleh kereta dengan cukup mudah.

Apalagi, beberapa tahun kedepan KCIC akan meresmikan kereta cepat dengan relasi Jakarta-Bandung, untuk saat ini masih tahap konstruksi guys jadi harap bersabar yaaa hehehe.

Jadi dengan hal ini maka semakin banyak moda transportasi umum selain bis, kereta api dan pesawat yang bisa digunakan untuk perjalanan dari dan menuju Bandung teman-teman. Untuk kali ini saya akan membahas kereta api dulu ya hehe.

Kereta yang akan saya naiki kali ini adalah kereta api baru yang mulai melayani penumpang pada awal tahun 2019 ini. Tarifnya kurang lebih sama dengan KA Argo Parahyangan yang sama-sama melayani penumpang dengan relasi Gambir-Bandung.

Nama kereta api ini adalah KA Pangandaran, kereta ini aslinya bukan hanya melayani penumpang sampai Bandung, tetapi lanjut terus sampai Banjar, yang terletak hampir diujung Daerah Operasi 2 Bandung. Tetapi penumpang dari Jakarta bisa menggunakan kereta ini untuk dijadikan Argo Parahyangan juga karena sama-sama berhenti di Bandung dan waktu perjalanannya juga relatif lebih singkat. Karena KA Pangandaran ini berjalan langsung Stasiun Cimahi, Stasiun Purwakarta dan juga Stasiun Bekasi hehe. Ya mirip-mirip Argo Parahyangan Excellence deh walaupun masih kalah silang di Stasiun Sukatani hehehe.

Untuk lebih jelasnya, akan saya berikan jadwal perjalanan lengkap KA Pangandaran menggunakan GAPEKA tahun 2017. Belum menggunakan GAPEKA 2019 yang akan berlaku mulai 1 Desember 2019 ini.

Jadwal Perjalanan KA Pangandaran.

Sedangkan saya sendiri naik KA Pangandaran dengan nomor perjalanan KLB 12410 dengan relasi Gambir-Banjar, tetapi saya berhenti di Bandung.

KA KLB 12410.

Oke teman-teman, langsung aja yuk kita masuk ke awal perjalanan singkat saya ke Bandung hari ini! πŸ˜€

Karena perjalanan dari Stasiun Gambir sudah cukup siang dan sudah cukup untuk menjangkau dengan kendaraan umum, maka saya memutuskan untuk berangkat ke Gambir menggunakan KA Bandara Railink langganan saya hehe. Seperti biasa karena lokasi Stasiun Batu Ceper yang dekat dengan Kota Tangerang dan KA ini bisa langsung bablas hingga Sudirman menambah nilai plus saya sehingga menggunakan jasa transportasi ini.

Selain waktu tempuhnya yang bisa dibilang cukup cepat, harga dari KA Bandara ini masih lebih affordable dibanding menggunakan Taksi atau Taksi Online. Waktu ini harga dari Stasiun Batu Ceper hingga Stasiun BNI City Sudirman dihargai sekitar 35 ribu Rupiah. Cukup murah bukan?

Kereta pertama dari Bandara kearah Jakarta berangkat dari Stasiun Batu Ceper pada pukul 6.33 pagi, dan kereta saya tiba tepat waktu di BNI City Sudirman pada pukul 7.06 pagi, masih ada waktu 40 sekian menit untuk mengejar ojek online ke Stasiun Gambir dan mencetak boarding pass.

Setelah ini saya buru-buru naik ke peron pemberangkatan kereta api, saya mendapat peron 1-2 seperti yang ada dibawah, bersama dengan KA Argo Bromo Anggrek, Argo Parahyangan dan lainnya. Ternyata harus buru-buru juga hehehe.

Peron 1-2.

Yuk langsung aja kita naik menuju peron 1! Untuk mempersingkat waktu, saya naik menggunakan eskalator hehe. (Padahal karena meger naik tangga).

Yuk naik!

Setelah tiba diatas dan menunggu pemberangkatan kereta, ternyata ada KA Argo Parahyangan yang baru tiba dari stabling nya di Stasiun Jakarta Kota. Kalau waktu berangkatnya sedekat ini mending ambil Argo Parahyangan saja guys karena KA Argo Parahyangan ini merupakan kelas full eksekutif.

KA Argo Parahyangan.

Ternyata KA ini merupakan KA Argo Parahyangan Tambahan yang sebelumnya berdinas di KA Sembrani. Karena rangkaian Sembrani istirahat cukup lama di dipo Jakarta Kota, maka akhirnya dipergunakan untuk berdinas KA Argo Parahyangan Tambahan menuju Bandung sebelum sore harinya digunakan kembali di KA Sembrani relasi Gambir menuju Surabaya Pasar Turi.

Rangkaian KA Argo Parahyangan tambahan ini menggunakan rangkaian K1 2016/2017 yang biasa digunakan di KA Gajayana, KA Bima, KA Argo Dwipangga dan KA lainnya.

KA Argo Parahyangan Tambahan.

Tidak lama setelah KA Argo Parahyangan Tambahan itu berangkat, ada announcement kalau KA Argo Parahyangan akan tiba dari Bandung, lah ko jadi Argo Parahyangan?

Karena, sebelum KA ini berdinas Pangandaran menuju Banjar dari Stasiun Gambir, KA ini berdinas terlebih dahulu dengan nama Argo Parahyangan dari Stasiun Bandung. Jadi bisa disebut juga rangkaiannya KA Pangandaran dianterin ke Jakarta terlebih dahulu baru mulai berdinas KA Pangandaran seharian penuh.

Muncul aba-aba.

Ga beberapa lama kemudian, akhirnya muncul lokomotif pvong atau CC 206 yang membawa KA Argo Parahyangan dibelakangnya. Lokomotif ini akan berpindah posisi ke arah sebaliknya yang kemudian menarik KA Pangandaran menuju Bandung dan mungkin akan meneruskan perjalanannya sampai Stasiun Banjar.

Datang!

Lokomotif dinas yang akan membawa saya ke Stasiun Bandung hari ini adalah CC 206 13 88. Lokomotif CC 206 yang mulai berdinas tahun 2013 dengan urutan nomor 88. Pemiliknya adalah dipo induk JNG (Jatinegara) yang ga beberapa lama lagi akan dipindah ke Cipinang.

CC 206 13 88.

KA Pangandaran walaupun masih kereta yang cukup baru dibuat, tetapi sudah menggunakan rangkaian terbaru stainless steel dari PT. INKA. Yang artinya kelas ekonomi kereta ini menggunakan kelas premium yang tempat duduknya berjumlah 80 dan berhadapan di tengah. Didepannya juga ada kelas eksekutif yang dipisah dengan kereta makan tepat ditengah rangkaian.

Jadinya KA Pangandaran adalah KA Campuran kelas Ekonomi dan Eksekutif. Kali ini saya akan naik di kelas premium karena alasan penghematan karena sudah terkuras untuk perjalanan pulang menuju Jakarta. Tau kan naik apa? HEHEHE.

Stainless steel.

Pada perjalanan kali ini, saya berada di Premium 4 yang berada di bagian paling belakang dari KA Pangandaran. Selain bisa backride, duduk disini juga lebih nyaman karena tidak banyak orang yang lalu-lalang kesana-kemari hehe.

Kereta Premium 4 KA ini memiliki kode K3 0 18 14 dengan dipo YK (Yogyakarta). Jauh juga ya dibawa KA Pangandaran sampai kesini hehe. Oh iya, kode ini memiliki arti dimana K3 berarti kelas ekonomi, 0 merupakan kereta yang tidak berpenggerak, jadi harus menggunakan lokomotif supaya bergerak, lalu 18 adalah tahun produksi kereta ini tahun 2018 dan 14 adalah nomor urutan operasinya.

K3 0 18 14.

Tak lupa mengabadikan tulisan KA Pangandaran yang hari ini akan membawa saya ke Stasiun Bandung.

KA Pangandaran.

Setelah semua penumpang dari perjalanan sebelumnya keluar, yuk langsung saja kita masuk karena waktu nya ga lama sebelum kereta ini kembali berangkat menuju Bandung dan Banjar.

Yuk masuk!

Di bordes terdapat fitur keamanan standar seperi hydrant dan rem darurat kereta. Jangan coba-coba diputar kecuali keadaan darurat ya guys! Hehehe.

Fitur keamanan.

Ternyata lokomotifnya sudah terpisah dari kereta ini dan kembali kearah paling depan untuk menarik kereta ini ke Banjar. Byeeeeee puong! πŸ˜€

Pindah posisi.

By the way, nomor seri kereta selain ditulis diluar seperti yang saya foto tadi, ada juga lho guys diatas pintu masuk setiap kereta, plat ini ada diujung dari setiap kabin penumpang kereta. 80 penumpang banyak juga ya guys. 😦

K3 0 18 14.

Nah ini dia bentuk tempat duduk di kelas premium ini guys! Ini merupakan kelas premium stainless steel ya teman-teman jadinya kursi yang berhadapan ada di baris nomor 10-11. Nah, uniknya tempat duduk dari nomor 1-10 menghadap kedepan searah dengan jalannya kereta dan nomor 11-20 menghadap ke arah sebaliknya.

Dalam kasus saya di KA Pangandaran yang saya naiki ini, tempat duduk saya maju searah dengan jalannya kereta, tetapi hal ini tidak bisa dijadikan acuan ya teman-teman karena terkadang rangkaian kereta sudah di mix dan di putar-putar sehingga referensi kursi yang searah terkadang sudah agak sulit untuk ditebak.

Tempat duduk kelas premium.

Dan ini adalah foto keseluruhan dari kabin penumpang kelas premium 4 KA Pangandaran hari ini. Terlihat kan guys ada kursi yang menghadap kearah sebaliknya?

Premium 4.

Untuk media hiburan di kelas ini, disediakan TV gantung yang berada diatas lorong, sedikit berbeda dari kelas eksekutif dimana tersedia juga TV di dinding ujung kabin. Untuk konten no comment lah yaaa karena mostly hanya menampilkan KAI dan dirutnya hehehe.

TV sebagai sarana hiburan.

Kemudian saya mencari tempat duduk saya yang berlokasi tidak terlalu jauh dari pintu masuk, 7D!

Seperti biasa, tempat duduk yang saya pilih merupakan tempat duduk yang ada didekat jendela hehehe.

7D.

Beberapa saat setelah duduk, situasi kereta ini berubah dari yang sebelumnya sepi menjadi penuh oleh penumpang, hampir tidak ada tempat duduk yang kosong. Tapi tidak tahu juga bagaimana tingkat keterisian penumpang yang naik dari Stasiun Bandung menuju Stasiun Banjar karena sepenglihatan saya rata-rata penumpang di kereta ini akan turun di Stasiun Bandung.

Penuh.

Tepat didepan saya ada iklan KAI Access yang difungsikan juga sebagai cover dari tempat duduk.

Sarung tempat duduk.

Selanjutnya dibawah sarung tempat duduk ada kantung kursi untuk tempat menaruh majalah dan hal lainnya. Tetapi di kereta ini tidak tersedia apapun untuk dibaca misalnya majalah atau buku menu KA Pangandaran, hanya ada sebuah plastik huhuhu. 😦

Kantung kursi.

Laluuuuuu, yang paling penting menurut saya untuk kenyamanan, legroom nya!

Tapi ternyata sedikit menyedihkan guys hehehe, gambarnya bisa dilihat langsung dibawah yaaa, untuk perjalanan diatas 5 jam mungkin sudah sangat melelahkan bagi saya jika harus ditekuk seperti ini kakinya, dan ga bisa bergerak bebas.

Legroom.

Kalau diukur, jadinya seperti ini deh hehehe, tinggi saya sekitar 178cm dan masih ada sisa sedikit sekitar 5-8 cm seperti yang bisa dilihat dibawah ini.

Legroom.

Lalu ada satu hal lagi, karena tempat duduk dipadatkan dan jumlah jendela yang sama seperti kelas eksekutif dan kelas luxury terbaru, jadinya kursi saya terletak tepat ditengah kedua jendela huhuhu. 😦 Jadi terkadang harus berperang tirai jendela dengan penumpang didepan atau dibelakang deh hehehe.

Ditengah.

Soalnya tirai di kereta terbaru ini sudah menggunakan tirai gulung, ada plus minus nya sih hehe. Yang menjadi nilai tambahnya adalah kabin kereta terlihat lebih rapi, tetapi nilai kurangnya ya itu tadi, jika ingin menutup kaca, keseluruhan kacanya jadi tertutup hehe kan kasihan saya yang selalu butuh kaca untuk mengabadikan momen di DAOP 2.

Tirai K3 18.

Yang saya suka dari kereta jenis terbaru ini adalah lampunya dan langit-langit kabin yang minimalis dan keren banget! Menurut saya sih ini paling enak dipandang karena rapih banget baik rak bagasinya maupun lampu utama kabin. Good job PT. INKA dan tim desain dari PT. INKA! πŸ˜€

Rak bagasi.

Tapi cukup disayangkan AC dari kereta ini agak sedikit berdengung dan berisik hehehe.

Ceiling.

Ga nyangka tiba-tiba kereta ini sudah mulai bergerak menuju Bandung, diawali dengan Semboyan 35 atau klakson dari masinis, saatnya berangkat ke Bandung! πŸ˜€ Kereta ini diberangkatkan tepat pada pukul 7.50 pagi, Terima kasih PT. KAI atas ketepatan waktunya! πŸ˜€

Berangkat!

Sampai jumpa sore nanti, wahai Ibukota!

Kira-kira saya pulang naik apa ya guys? Yuk nantikan saja di blog saya setelah ini! Hehehe.

Berangkat.

Karena sudah berangkat, saya dengan mudah bisa keluar masuk tanpa ada banyak penumpang yang lalu-lalang di lorong kereta guys. Yuk jalan-jalan sambil mengulas fasilitas yang ada di kereta premium terbaru ini!

Yang pertama, toilet hanya terletak di salah satu ujung dari kabin kereta, jumlahnya sendiri seperti biasa ada 2 buah toilet. Berbeda dengan kereta premium tahun 2017 yang sudah saya ulas disini sebelumnya, toilet disini ukurannya lebih besar dan pastinya lebih nyaman.

Untuk link KA Argo Parahyangan kelas premium 2017 bisa dicek disini. https://flywithreza.wordpress.com/ka7059-bd-gmr/

Toilet.

Toilet yang saya buka pertama kali adalah toilet jongkok, jadi saya ulas toilet ini saja ya kawan-kawan karena mudah dilihat dari dalam kalau bolak-balik toilet hehe.

Ini dia penampakan dari toilet kelas premium tahun 2018 ini! πŸ™‚

Toilet.

Wastafelnya cukup besar dan air juga mengalir dengan baik waktu saya gunakan. Air nya juga mengucur cukup baik, tidak kekecilan atau terlalu besar.

Wastafel.

Jangan khawatir, sabun pastinya selalu tersedia ko karena selalu di maintain oleh On-Trip Cleaning (OTC) dalam setiap perjalanan kereta api. Terima kasih petugas OTC yang selalu siap dalam hal kenyamanan penumpang! πŸ™‚

Sabun.

Tisu toilet juga terisi dengan baik dan dalam keadaan yang baik juga.

Tissue toilet.

Setelah selesai mengulas toilet di kereta KA Pangandaran kelas premium ini, yuk kita lanjutkan lagi jalan-jalannya!

Akhirnya saya tiba di kereta makan dari KA Pangandaran ini, karena masih pagi dan hanya sarapan dikit, saya jadi tergoda untuk membeli makanan didalam kereta ini hehe. Ayo #kulinerdiataskereta teman-teman! πŸ˜€

Keadaan restorasi saat ini juga masih sepi, tapi ada beberapa menu baru yang diangkut dari Gambir.

Kereta makan.

Kode kereta makan di KA Pangandaran ini adalah M1 0 18 01 guys, yang artinya M1 adalah kereta makan kelas eksekutif, 0 tidak berpenggerak, 18 adalah tahun produksinya yaitu tahun 2018 dan 01 adalah kode urutan mulai dinasnya. Bisa dikatakan ini adalah kereta makan stainless steel pertama.

M1 0 18 01.

Dan begini interior dari kereta makan terbaru ini guys, cukup elegan dan nyaman bukan? Tapi disini jangan cuma buat nyantai sambil main-main ya guys, kasihan kalau ada penumpang lain yang ingin makan tetapi tempat duduknya penuh hehe.

Kapasitasnya kereta makan ini bisa diisi hingga 20 penumpang, CMIIW ya teman-teman karena saya cuma melihat dari foto yang saya dapatkan saja.

Kereta makan.

Keren dan elegan banget menurut saya, simple gitu tetapi tetap estetik hehehe.

Kereta makan.

Setelah membeli beberapa makanan untuk saya dan teman saya, akhirnya saya kembali menuju premium 4 yang jaraknya cukup jauh dari kereta makan. Kira-kira ada 3 kereta sebelum saya tiba di kereta premium 4.

Waktu telah menunjukkan pukul 7.59 yang tandanya sebentar lagi akan melintas langsung Stasiun Manggarai.

Pukul 7.59

Nah ini dia, akhirnya kereta ini melintas Stasiun Manggarai, setelah ini akan berbelok menuju Stasiun Jatinegara baru memacu kecepatannya hingga sampai di Bandung dan Banjar.

Stasiun Manggarai.

Oke karena tadi sudah kelihatan saya makan pagi apa, ini dia guys makanan yang saya beli dari restorasi! Seperti biasa gamau yang berbumbu banget setiap pagi, jadinya saya memilih nasi dengan ayam goreng.

Harganya kalau gasalah 35 ribu rupiah. Mahal? Cukup mahal sih menurut saya HEHEHE.

Train Chicken with Rice.

Beberapa menit setelah melewati Stasiun Manggarai tadi, akhirnya kereta ini melewati Dipo Induk Jatinegara yang saat ini hampir dipindah ke Dipo Induk Cipinang karena Jatinegara akan digusur dan dijadikan rel proyek DDT.

Setelah melewati ini tandanya kita akan segera masuk Stasiun Meester Cornelis atau sekarang disebut Stasiun Jatinegara hehe.

Dipo JNG.

Akhirnya kereta ini melewati Stasiun Jatinegara, dan setelah ini langsung di geber karena track sudah lurus sampai Stasiun Cikampek nanti. Dan dimulai deh goyang-goyang nya hehehe sambil makan.

Stasiun Jatinegara.

Kecepatan setelah kereta ini melewati Stasiun Jatinegara sekitar 70-90 kilometer per jam. Cepat bukan?

Bablas.

Dengan sekejap kereta ini melesat melewati daerah Cikarang, Bekasi dan Karawang. Perjalanan ini saya nikmati dengan membaca buku pelajaran karena masih padat-padatnya akademik saya pada waktu itu hehehe.

Melewati underpass.
Stasiun Lemah Abang.
Stasiun Kedunggedeh.

Setelah berjalan kurang lebih 1 jam lebih dari Jatinegara, kereta ini berhenti sejenak di sinyal masuk Stasiun Cikampek.

Ternyata setelah menunggu kurang lebih 5 menit, ada kereta Argo Parahyangan papasan dengan kereta yang saya naiki ini. Abis ini lanjut lagi dehh bergerak sampai Bandung!

Persiapan Stasiun Cikampek.

Seperti yang saya bilang tadi, KA Pangandaran tidak berhenti di Stasiun Cikampek alias melintas langsung. Tapi berjalan cukup lambat karena Stasiun Cikampek adalah stasiun percabangan yang melayani percabangan ke arah Stasiun Tanjungrasa dan berlanjut hingga Stasiun Cirebon. Dan percabangan menuju Stasiun Purwakarta hingga Stasiun Bandung yang kali ini saya lalui.

Stasiun Cikampek.

Di stasiun ini terdapat bekas-bekas lokomotif tua yang saat ini sudah tidak terpakai lagi.

Lokomotif tidak terpakai.

Untuk percabangan ke Bandung rel kereta berbelok kearah kanan dari jalannya kereta atau kearah selatan dari peta. Sedangkan kearah Cirebon kereta tetap berjalan lurus kearah timur.

Berbelok.

Di Stasiun Purwakarta kereta ini juga melintas langsung, hal yang menarik di Purwakarta adalah banyaknya kereta rongsokan yang sudah tidak berdinas dan menunggu dijadikan potongan-potongan besi.

Ada kenangan di kereta-kereta yang sudah afkir ini guys?

Stasiun Purwakarta.

Baru setelah melewati Stasiun Purwakarta jalur KA sudah menjadi single track lagi.

Lanjuttt.

Oke guys kita lanjut lagi ya ulasan mengenai fasilitas kereta ini hehe.

Hal pertama yaitu ada tempat untuk menaruh minum atau biasa disebut cup holder. Tetapi juga bisa digunakan untuk menaruh handphone kalau sedang dicas hehehe.

Cup holder.

Dibawahnya ada colokan yang sangat membantu kalau naik kereta apalagi perjalanan jauh hehe, jadi pastikan bawa colokan ya guys kan lumayan 3 jam bisa menggunakan power socket ini, apalagi setiap orang mendapat 1 colokan lho guys. πŸ˜€

Power socket.

Yang terakhir ada gantungan guys, para pembaca bisa menggunakan ini untuk menaruh atau menggantung jaket atau hal-hal lainnya.

Tetapi jangan terlalu berat ya guys karena gantungan ini juga ada maksimum beban yang bisa diterima.

Gantungan.

Setelah ini, saya berikan galeri foto mengenai keindahan dan liukan-liukan kereta di Daerah Operasi 2 Bandung ya guys! Selamat menikmati dan maaf kalau foto yang saya ambil masih kurang bagus. 😦

Berbelok.

Dibawah sana ada jalan tol yang menghubungkan Jakarta dengan Bandung.

Jalan tol.
Berbelok lagi.
Meliuk lagi.

Sehabis atraksi meliuk-liuk, kereta ini berjalan pelan dan kemudian berbelok ke rel belok. Lalu berhenti. Ini persilangan pertama saya di DAOP 2 setelah sebelumnya tidak pernah bersilang dengan kereta apapun alias selalu menang silang hehehe.

Stasiun tempat persilangan KA saya dengan kereta lain terjadi di Stasiun Sukatani.

Berhenti di Stasiun Sukatani.

5 menit berhenti di Stasiun Sukatani, KA Argo Parahyangan yang melaju dari arah Bandung akhirnya datang dan melewati KA Pangandaran.

Seperti biasa lokomotifnya adalah si pvong atau CC 206.

Bersilang.

KA Argo Parahyangan yang bersilang dengan saya ini menggunakan jenis kereta yang sama seperti KA Pangandaran ini. sama-sama stainless steel buatan tahun 2018 yang paling baru.

Sesama kaleng-kaleng.

Akhirnya bergerak kembali dan langsung berbelok-belok lagi. Oh iya guys karena rel petak Cikampek-Bandung ini melewati bukit-bukit jadi harus berbelok-belok begini hehe, dan batas kecepatannya juga tidak terlalu cepat banget. Mungkin hanya sekitaran 40-60 kilometer per jam sampai kereta ini masuk Stasiun Padalarang.

Belok.

Nah di belokan ini rangkaian KA Pangandaran terlihat sangat jelas guys! Apalagi saya berada di paling belakang jadi bisa terlihat semuanya sampai depan.

Masih meliuk.

Kemudian melewati jembatan-jembatan baik panjang maupun pendek.

Jembatan.
Perkebunan teh.

Di jalur kereta Jakarta-Bandung ini terdapat terowongan terpanjang yang beroperasi saat ini, Terowongan Sasaksaat.

Terowongan ini dibuat oleh Belanda pada tahun 1902-1903 dengan panjang sekitar 949 meter. Tetapi masih ada terowongan yang lebih panjang yang terletak di jalur mati Banjar-Cijulang yang disebut terowongan wilhelmina dengan panjang sekitar 1.208 meter atau satu kilo lebih.

Persiapan memasuki terowongan.

Saatnya masuk ke Terowongan Sasaksaat! πŸ˜€

Masuk!

Kurang lebih 1-2 menit, akhirnya KA ini keluar dari Sasaksaat guys! Kalau didalam mungkin sedikit mencium bau diesel lokomotif karena tidak adanya sirkulasi udara didalam terowongan hehe.

Keluar!

Sisa perjalanan ini saya habiskan dengan kembali membaca buku sambil menikmati pemandangan yang indah dan menarik.

HIJAU!

Hingga akhirnya setelah melewati Stasiun Padalarang dan Cimahi, kareta kembali digeber kecepatannya. Karena kondisi lintas sudah mulai datar dan lurus.

Tandanya juga perjalanan ini akan segera berakhir di Bandung. 😦

Lurus!

Sebelum masuk Stasiun Bandung, kereta ini berjalan perlahan dan terkadang berhenti karena menunggu sinyal masuk.

Eh ketemu KA Ekonomi tahun 2016! Sayang belum sempat mencoba nihh mungkin kapan-kapan ya guys saya usahakan hehe.

KA Ekonomi 2016.

Sip, akhirnya berhenti dan tiba dengan selamat di Stasiun Bandung! Sayangnya karena kereta saya berada di ujung rangkaian yang lumayan panjang, jadinya tidak kebagian peron deh hehehe.

Sampai di Bandung!

Terima kasih KA Pangandaran telah membawa saya dengan selamat di Stasiun Bandung.

Terima kasih juga khususnya kepada K3 0 18 14 ini sebagai Premium 4!

Terima kasih!

Terima kasih juga teman-teman sudah membaca review saya ini! πŸ™‚


Halo semua! Akhirnya tiba juga di bagian paling bawah dari ulasan saya tentang KA Pangandaran ini.

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih untuk PT. KAI karena telah membawa saya dengan selamat ke Stasiun Bandung dan terima kasih juga atas ketepatan waktu yang luar biasa baik! Sungguh nilai plus yang sangat berarti bagi saya.

Tetapi ada sedikit kritik dari saya untuk kedepannya. Menurut saya, temoat duduk di kelas premium ini cukup sempit, untuk perjalanan saya 3 jam masih oke dan masih tidak terlalu pegal waktu tiba di Bandung. Tetapi untuk perjalanan jauh mungkin akan sedikit lebih berasa dan lebih pegal-pegal dibanding kereta yang menggunakan rangkaian bisnis. Padahal kereta premium ini dibuat untuk menggantikan kelas bisnis yang sudah uzur, tetapi malah penggantinya menurut saya masih kurang nyaman dibanding kelas yang diganti itu sendiri.

Menurut saya itu saja, ketepatan waktu sudah sangat baik dan keamanan juga sudah baik karena ada polsuska yang selalu sigap membantu.

Terima kasih teman-teman sudah berkenan membaca review saya ini mengenai KA Pangandaran! Sampai jumpa di minggu selanjutnya dengan ulasan terbaru dan pastinya menarik untuk dibaca!

Akhir kata, sampai jumpa!

Instagram @firstmarezacom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: