Train Review

[TRAIN REVIEW] Argo Jati KA16 Kelas Eksekutif Gambir to Cirebon

Naik Argo Jati dari Jakarta Gambir ke Cirebon

Halooooo teman-teman! πŸ˜€

Selamat datang di Firstmareza.com!

Apa kabar semuanyaa? Semoga sehat selalu yaa! Mohon maaf apabila waktu upload ulasan perjalanan saya kurang teratur karena alasan pribadi saya yang cukup padat saat-saat ini, mohon maaf ya guys! FYI guys saat ini saya pindah base menjadi di Surakarta (Solo) dan bukan Tangerang, jadi semua ulasan baru-baru ini akan saya mulai dari Solo hehehe. Tapi pastinya tetap unik dan seru kok! πŸ˜€

Oh iya, sebelumnya saya ucapkan selamat datang bagi para pembaca baru, terima kasih karena telah membaca dan menjadikan blog saya ini sebagai referensi perjalanan pembaca. Semoga ini menjadikan motivasi saya untuk memberi tulisan yang berkualitas dan tentunya cukup asyik untuk dibaca.

Bagi para pembaca, jangan pernah ragu karena perjalanan yang saya lakukan ini saya bayar sendiri. Seluruh ulasan disini merupakan ulasan murni dari saya sendiri tanpa ada campur tangan dari pihak manapun, jadi pastinya kredibel dan sesuai dengan kenyataan hehehe. πŸ˜€

Yuk langsung saja kita masuk ke review perjalanan saya kali ini! πŸ˜€

Di post sebelumnya saya sudah mengulas penerbangan saya dengan 737 MAX 8 Lion Air yang waktu itu belum di grounded, selanjutnya di post ini yuk kita bergeser sejenak dengan mengulas transportasi darat lagi! Tapi tenang review ini masih sesuai dengan timeline perjalanan saya kok, jadi saya mengurut dari yang paling lama ke perjalanan paling baru saya beberapa minggu yang lalu.

Yakk sesuai judul kali ini saya akan mengulas perjalanan saya dengan kereta api! Perjalanan ini saya buat beberapa bulan yang lalu, semoga masih sesuai dengan kenyataan saat ini ya guys! (Update: Argo Jati sementara ini menggunakan eksekutif K1 tahun 2017, sama persis dengan kereta api Argo Lawu yang sudah saya ulas sebelumnya. Update 2: Mulai tanggal 16 Agustus 2019 KA Argo Jati akan dilebur menjadi satu dengan Tegal Bahari dan Cirebon Ekspres menjadi KA Argo Cheribon.)

Okay guys, perjalanan saya mulai seperti biasa dari stasiun Batu Ceper di Kota Tangerang yang sudah terintegrasi dengan Commuter Line dan KA Bandara Soekarno-Hatta.

Mengingat waktu perjalanan saya ke Cirebon yang cukup mepet dengan jam keberangkatan saya dari rumah, maka saya memilih menggunakan KA Railink tujuan Stasiun Sudirman Baru yang perjalanannya hanya memakan waktu sekitar 33 menit.

Baru setelah sampai di Stasiun Sudirman Baru, saya langsung menggunakan ojek online menuju Stasiun Gambir, dari Stasiun Sudirman Baru jaraknya tidak begitu jauh dan hanya memakan waktu selama 15 menitan.

Setelah sampai di Stasiun Gambir, saya menuju pintu selatan untuk mencetak boarding pass dan segera masuk ke dalam peron setelah diverifikasi tiketnya. Peron untuk KA Argo Jati berada di peron 3 dan 4 yang terletak di sebelah kiri bagi yang masuk melalui pintu selatan.

Akhirnya saya sampai juga di lantai paling atas Stasiun Gambir, disebelah kanan saya ada rangkaian kereta api Taksaka dengan tujuan akhir Stasiun Yogyakarta, untuk ulasan KA ini harap bersabar ya guys soalnya masih antri hehehe, tapi pastinya menarik kok karena berbeda dengan kereta Taksaka yang saya foto dibawah ini hehe.

KA Taksaka.

Karena di jalur 3 masih ada KA Taksaka yang sebentar lagi akan berangkat, kemungkinan besar KA Argo Jati akan masuk di jalur 4. Sebelum terhalang oleh KA Argo Jati, yuk kita abadikan ikon dari Stasiun Gambir bahkan ikon dari Kota Jakarta juga guys! Monumen Nasional! πŸ˜€

Monas!

Beberapa menit setelah KA Taksaka diberangkatkan dari jalur 3 Stasiun Gambir, akhirnya KA Argo Jati masuk di jalur 4. Ternyata Argo Jati sudah menggunakan rangkaian stainless steel. Perjalanan ini saya buat beberapa hari setelah berganti rangkaian jadi benar-benar baru tahu kalau rangkaian barunya sudah dijalankan hehe.

Argo Jati GMR-CN.

Halo KA Argo jati! Tolong bawa saya ke Cirebon kali ini dengan baik ya! Selamat berdinas! πŸ˜€

Argo Jati adalah kereta Argo dengan relasi Gambir-Cirebon, jadi waktu tempuhnya cukup singkat, hanya 2 jam 56 menit dan berhenti di Bekasi, Jatibarang dan berakhir di Cirebon. Yuk langsung scroll untuk menikmati perjalanan Argo Jati dengan saya. πŸ˜€

KA Argo Jati.

Karena baru sampai, posisi lokomotif harus dilangsir menuju ujung satunya di sebelah selatan. Jadi eksekutif 9 yang saya naiki adalah bekas eksekutif 1 di perjalanan Argo Jati sebelumnya dari Cirebon.

Disana terlihat lokomotif dinas CC 206, tetapi tidak sempat melihat nomor dari lokomotif CC 206 ini, maaf ya guys.

Menuju Eksekutif 9.

Eksekutif 9 yang membawa saya kali ini masih sangat baru, memiliki urutan ke 124 dan diproduksi tahun 2018.

Gimana sih kok bisa tahu tahun produksinya? Dibawah setiap kereta tertulis kode angka yang tertulis seperti ini. K1 0 18 124, 18 adalah tahun produksi dan 124 adalah urutan pembuatannya.

Sedangkan K1 itu merupakan kode kereta eksekutif dan 0 adalah kereta yang tidak ber-penggerak.

Biasanya sudah di cap dipo CN (Cirebon) tetapi kali ini masih polos hehehe. Masih kinyis-kinyisss.

K1 0 18 124.

FYI guys semua kereta baru produksi INKA di tahun 2018 dan 2019 memiliki bodi yang anti karat atau stainless steel, walaupun baru, tetapi bodi jenis ini memiliki berat yang cukup berbeda dari generasi sebelumnya. Diatas tertulis 39.500 KG, untuk kereta-kereta lama sedikit lebih ringan dibanding kereta kaleng ini.

Untuk eksterior tidak berbeda cukup jauh dibanding generasi sebelumnya selain dari jenis bodi kereta tadi, di tengah kereta terdapat running text nama kereta api dan nomor kereta ini.

Argo Jati.

Yuk langsung sajaa kita masuk kedalam eksekutif 9 nya! Saya masuk melalui pintu belakang dari kereta ini. Karena saya duduk di 10A jadi lebih mudah deh gaperlu jalan jauh dari pintu depan hehehe.

Yuk masuk!

Pintu masuk tepat berada ditengah-tengah sisi dan cukup luas, yang saya foto dibawah ini adalah pintu masuk di sisi yang memiliki toilet, sisi yang berlawanan tidak memiliki toilet.

Tapi sesuai standar setiap kereta memiliki 2 toilet untuk 50 penumpang. Foto dan review mengenai toiletnya menyusul ya guys dibawah hehehe.

Yuk lanjut!

Saat masuk, waaah kabinnya cerah sekali dengan tempat duduk terbaru yang berwarna biru muda, dan tampaknya tempat duduknya bakal nyaman karena ada satu desain dari kursi ini yang menambah kenyamanan penumpang.

Untuk cat kabinnya tidak diwanai cool white tapi dibuat sedikit warm atau hangat. Cukup nyaman di mata jika dipandang.

Tempat duduk kereta jenis ini mungkin dibutuhkan perawatan lebih karena warna yang cerah lebih cepat kusam, seperti contoh waktu saya menaiki K1 sejenis beberapa hari belakangan sebelum tulisan ini diupload, kursi sudah mulai ada noda kotor kehitaman.

Masuk yeyyy!

Oh iya, untuk melihat nomor kereta selain di luar tadi bisa dilihat diatas pintu masuk kereta masing-masing. Di kelas eksekutif saya ini memiliki kapasitas 50 penumpang.

Untuk fitur keamanan, setiap kereta saat ini sudah terpasang kamera CCTV lho guys! Dijamin aman deh guys tapi jangan lupa untuk menaruh barang-barang berharga di tempat yang lebih aman ya guys walaupun ada CCTV juga hehe.

Pintu masuk.

Di kereta generasi terbaru ini sudah dilengkapi dengan TV yang menyediakan program hiburan, yaaa walaupun isinya lebih menjurus ke review-review dan acara dari KAI.

KATV.

Dibawah ini adalah peta perjalanan dari KA Argojati. Bisa dilihat di ujung dari kereta.

Kereta Argo Jati yang saya naiki ini akan berhenti di Stasiun Bekasi, Jatibarang dan Stasiun Cirebon. Untuk perjalanan menuju Jakarta KA Argo Jati akan berhenti di Stasiun Jatinegara.

Peta Argo Jati.

Kini saatnya duduk yuk! Tempat duduk saya tidak terlalu jauh dari sini hehe.

Mencari tempat duduk!

Akhirnya sampai juga di tempat duduk saya 10A! Cara menemukannya cukup mudah, seat A itu berada disamping jendela dan B berada lebih dekat dengan lorong. Sedangkan di sisi satunya seat D berada lebih dekat dengan jendela.

10A!

Penasaran gimana tempat duduk dari K1 2018 yang baru saya naiki dan saya ulas ini? Ini dia guys pastinya saya berikan fotonya! πŸ˜€

Tampaknya kursi nya cukup nyaman untuk kereta api saat ini, ditambah dengan warna yang cukup terang dan beberapa fitur lain. Lanjut scroll kebawah ya guys buat melihat apa aja sih yang ada di kereta generasi terbaru ini?

Halo 10A! Izin yaaa untuk 3 jam kedepan! πŸ™‚

10A.

Jika membawa barang bawaan seperti koper dengan ukuran kecil, bisa dengan mudah ditaruh di penyimpanan barang diatas. Ukurannya cukup besar dan dapat menampung barang cukup banyak jika dibandingkan dengan banyaknya penumpang.

Disini tidak diberi penutup untuk tempat penyimpanannya, pastikan barang sudah disimpan dengan benar ya guys supaya tidak jatuh.

Overhead bin.

Setelah selesai semua, yukkk kita duduk! Maklum aga capek hehehe. Semoga tempat duduk saya disebelah tetap kosong yaa hehe. πŸ˜€

Tempat duduk.

Rasa pertama saat duduk cukup nyaman, standar dan cukup empuk jika dibandingkan dengan K1 2016 generasi sebelumnya.

Satu fitur tempat duduk yang membuat saya cukup nyaman yaitu tersedia “kuping” di tempat duduk, ini fitur yang sangat menambah kenyamanan karena menghalangi kepala untuk terlalu miring saat tidur.

Jadi kalau disebelah ga dikenal gausah takut jatuh ke bahu penumpang sebelah dehh asikkkkk. Terima kasih INKA dan KAI! πŸ˜€

Tempat duduk.

Sandaran tangan di tengah juga bisa dinaikkan lhoo kalau misalnya kurang cukup lebar kursinya. Sayang ukuran dari sandaran tangan ini cukup kecil, jadi kalau kedua penumpang ingin menggunakannya bakal agak sulit.

Sandaran tangan.

Seperti biasa di kelas eksekutif, tempat duduk juga bisa di recline lho guys! Untuk foto tempat duduk saat direbahkan akan saya ulas nanti ya guys takut karena kereta belum berangkat hehe.

Tombol untuk recline terletak disamping, tapi tombolnya sedikit lebih sulit dari kereta eksekutif tahun 2016.

Tombol recline.

Tentu saja dibelakang sandaran tangan ada meja lipat! Meja lipat disini lebih mudah untuk diambil karena sudah ada pegangannya. Penasaran bentuknya gimana?

Meja lipat.

Ini dia guys bentuk meja lipatnya! πŸ˜€

Cukup standar menurut saya mengenai ukuran, tetapi coraknya cukup oke dan tersedia juga tempat minum yang tidak bolong. Oh iya meja ini bisa untuk menaruh barang maksimum 3 kilogram ya guys! πŸ™‚

Meja lipat.

Lalu jika TV sedang tidak mengeluarkan suara atau suaranya tidak terdengar, kalian bisa memasukkan headphone atau earphone dsb. ke lubang yang tersedia di ujung tempat duduk. Cukup mudah bukan? Jadi tidak mengganggu kalau suara TV disetel cukup kencang.

Fitur seperti ini tersedia di KA kelas eksekutif dan premium, untuk kelas premium lubangnya terletak di tengah antara tempat duduk.

Headphone jack.

Di kereta generasi 2016 saya sempat bilang kalau footrest di K1 2016 tidak terlalu berguna karena tidak bisa dikunci dan diatur, nah sekarang senang banget karena sudah bisa diatur ketinggian dan sudah tidak bunyi “ctekk” lagi. Perjalanan jadi semakin nyaman deh!

Footrest.

Tepat pada am 9 lewat sedikit, kereta Argo Jati diberangkatkan dari Stasiun Gambir menuju Stasiun Cirebon.

Berangkat!

Sampai jumpa sore nanti, Jakarta dan Stasiun Gambir! πŸ˜€

Sampai Jumpa Gambir!

Ternyata kereta eksekutif 9 yang saya naiki ini kosong guys! Senang banget karena bisa leluasa mau pindah-pindah tempat duduk di eksekutif 9 ini, tapi tentunya tetap jaga kesopanan ya guys karena bisa aja kita dipantau oleh CCTV hehehe.

Dan AC nya juga pasti bakal kerasa dingin banget hehe, karena setelah ini tirai saya tutup jadi sedikit menghalang panas yang masuk.

Kosong!

Setelah tertahan sebentar setelah lewat Stasiun Cikini, KA Argo Jati sudah turun dari jalan layang dan melintas langsung Stasiun Manggarai. Suasana di Stasiun Manggarai saat ini cukup ramai.

Stasiun Manggarai.

Dan kemudian melewati Dipo Lokomotif Jatinegara dan tentunya Stasiun Jatinegara.

Jatinegara.

Seperti biasa habis melewati Stasiun Jatinegara, kereta mulai dipacu cukup kencang. Dan kini saatnya saya menuju restorasi untuk membeli makan karena kebetulan saya sudah cukup lapar.

Saya menunggu kereta berjalan kencang karena ingin merasakan guncangan kereta saat melaju. Pendapat saya guncangannya masih cukup terasa, mungkin karena menggunakan bogie K10 yang baru, yang menurut saya masih sedikit kurang nyaman dibanding generasi sebelumnya.

Lalu kekedapan suara di kabin masih cukup berisik, tapi sedikit teredam karena AC yang cukup berisik juga hehehe.

Akhirnya saya sampai setelah berjalan melewati 5 kereta. lelah guysss.

Sampai!

Suasana di kereta makan Argo Jati ini cukup ramai, tapi sangat disayangkan makanan fresh yang tersedia jumlahnya sangat sedikit, dan mengakibatkan saya harus membeli makanan frozen food yang selalu tersedia.

Restorasi.

Oh iya, sekarang restorasi di KA sudah tidak boleh memasak langsung ya guys, jadi yang disediakan hanya makanan beku dan makanan fresh yang dimasak sebelum kereta ini berangkat di PT. Reska.

Microwave.

Sambil menunggu makanan saya selesai dipanaskan, saatnya duduk-duduk sejenak di restorasi sambil minum-minum hehehe.

Minum.

Kini setelah saya dapat makanan saya dan membayar, yuk balik lagi ke tempat duduk saya! Karena menurut saya lebih enak makan di tempat duduk sendiri sambil menikmati pemandangan selama perjalanan. Ya walaupun jalan ke tempat duduknya sendiri butuh tenaga ekstra juga hehe.

Baru beberapa saat duduk, ternyata kereta ini sudah tiba di stasiun pemberhentian pertama, Bekasi.

Stasiun Bekasi.

Seperti yang saya bilang tadi, makanan fresh di perjalanan ini sudah tidak tersedia, jadinya sekarang saya makan makanan frozen dehh. 😦

Ini dia guys makanan beku yang saya beli di perjalanan kali ini! Nasi Goreng Bakso! πŸ˜€

Untuk harga makanan ini saya membelinya dengan harga sekitaran 33 ribu sampai dengan 40 ribu, lupa hehehe harga nya berapa.

Nasi Goreng Bakso.

Dan ini dia makanannya setelah dibuka! Penampilannya “cukup” oke, tetapi untuk sayurannya rasa lumayan asam dan sayangnya bakso yang disajikan sangat kecil dan sedikit, harus benar-benar mengatur rasio antara nasi dengan baksonya agar cukup hehehe.

Nasi nya sendiri untuk ukuran frozen food bisa dibilang cukup enak, terima kasih Reska! πŸ™‚

Nasi Goreng Bakso.

Beberapa saat setelah menikmati sarapan pagi ini, kereta telah tiba di Stasiun Cikampek, tetapi tidak berhenti ya guys hanya melintas langsung.

Halo Cikampek!

Stasiun Cikampek.

Ga beberapa lama setelah melewati Stasiun Cikampek, kereta Argo Jati berpapasan dengan KA Kontainer. KA Kontainer cukup sering frekuensinya di lintas pantai utara ini, kalau berangkat pagi atau siang pasti ketemu deh hehehe.

KA Kontainer.

Kemudian melewati tumpukan-tumpukan kereta lama di Stasiun Cikaum. Hiks sedih ya guys. 😦

Stasiun Cikaum.

Selepas Stasiun Cikampek tadi pemandangan diluar sudah berubah menjadi persawahan guys! Asyik banget yaa liat pemandangan seperti ini di dalam kereta! Apalagi sambil dengerin musik atau mendengarkan suara kereta itu sendiri.

Hamparan sawah.

Eh hampir kelupaan masalah review fasilitas tempat duduk di K1 18 ini, yuk kita lanjut saja guys!

Yang pertama ada lampu baca yang cukup terang ini, oh iya lokasi nya berbeda ya guys dari kereta eksekutif sebelumnya, yang ini ada disamping bagian bawah tempat penyimpanan barang.

Lampu baca.

Gantungan baju juga tersedia lho guys! πŸ˜€

Gantungan.

Seperti kereta pada umumnya, di kereta terbaru ini pastinya juga tersedia dong tempat untuk menaruh minuman ini! Selain itu bisa digunakan juga guys untuk menaruh handphone.

Cup holder.

Tepat dibawahnya ada socket untuk mengisi daya barang-barang elektronik guys! Jangan takut kehabisan baterai deh di dalam kereta hehehe dan masing-masing penumpang juga dapat 1 colokan lho guys! πŸ˜€

Power socket.

Oh iya balik lagi ke tempat duduknya, recline di tempat duduknya sendiri saya rasa sudah cukup nyaman.

Recline.

Setiap penumpang di kelas eksekutif juga mendapat bantal lhooo, sangat membantu deh kalau ingin tidur dan yang biasa meluk sesuatu saat tidur. (Guling maksudnya hehe)

Untuk perjalanan siang penumpang hanya diberi bantal, dan jika perjalanan malam penumpang juga diberikan selimut agar tidak kedinginan. Soalnya suhu kereta malam-malam itu dingin banget guys.

Bantal.

Selain TV yang saya bilang diatas, ditengah tengah kereta juga tersedia tv juga walaupun ukurannya lebih kecil, gaperlu liat jauh-jauh dehh apalagi yang minus jadi lebih gampang lihatnya.

Televisi.

Setelah ini saya duduk-duduk santai sambil menikmati sisa perjalanan yang akan berakhir sebentar lagi.

Dan akhirnya kereta mulai melambat, tandanya sebentar lagi akan tiba di stasiun akhir kereta api Argo Jati ini, Cirebon.

Oh iya kereta ini berhenti di Cirebon Kejaksan ya teman-teman bukan stasiun Cirebon Prujakan, Stasiun Kejaksan bisa dipakai untuk pemberhentian kereta api eksekutif semacam KA Argo Dwipangga, Argo Lawu, Taksaka dan KA lainnya.

Sampai!

Akhirnya sampai juga di Cirebon!


Halo teman-teman pembaca setia Firstmareza.com! Terima kasih ya sudah sampai di bagian penutup dari ulasan saya kali ini tentang KA Argo Jati! πŸ˜€

Sebelumnya saya mohon maaf banget terjadi keterlambatan yang lama banget karena kepindahan saya dari Tangerang menuju Surakarta dalam rangka kuliah dan memenuhi kewajiban saya sebagai seorang maba hehehe. Tolong dimaafkan ya guys huhuhu. 😦

Kembali lagi di ulasan saya tentang KA Argo Jati, perjalanan ini sangat menyenangkan dan sangat nyaman. Tempat duduk yang baru dan kereta yang masih segar-segarnya menambah nilai saya di perjalanan ini. Satu hal yang sangat menambah kenyamanan bagi saya adalah desain tempat duduknya, tempat duduk kereta ini diberi semacam “kuping” yang mampu menahan kepala agar tidak jatuh-jatuh sewaktu tidur hehe. Lalu warna kursinya juga cukup menyegarkan mata.

Kini kita bahas kekurangan yang saya rasakan, ini bisa berbeda menurut orang lain, jadi mohon maaf ya guys kalau ada perbedaan, pertama adalah makanan yang tidak tersedia banyak, mungkin hanya perjalanan kali ini saja yang tidak terlalu banyak stoknya, mungkin teman-teman bisa bantu juga yaa.

Yang kedua adalah bunyi suara dari luar yang sudah lumayan kedap, tetapi digantikan oleh bunyi air conditioner nya yang sedikit berisik, tapi gapapa karena tidak cukup mengganggu dibanding suara bising diluar yang biasa dirasakan dari kereta tahun 2016.

Okey guys saya rasa cukup segini untuk perjalanan saya dengan Argo Jati, overall cukup nyaman tapi mungkin harus ada peningkatan dari KAI. Terima kasih KAI atas tumpangannya sampai Cirebon dengan selamat!

Terima kasih dan sampai jumpa lagi dalam perjalanan saya selanjutnya! πŸ˜€

Instagram @Firstmarezacom

2 komentar

Tinggalkan Balasan ke mysukmana Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: