Flight Review

[FLIGHT REVIEW] Lion Air Economy Class JT41 Denpasar to Jakarta

Terbang bersama Lion Air dari Denpasar Bali ke Jakarta

Halooo semuanyaaaa!!

Selamat datang di blog tercinta saya Firstmareza.com! πŸ˜€

Terima kasih telah datang dan bagi yang sering berkunjung, selamat datang kembali di perjalanan-perjalanan seru di blog ini! Semoga betah yaaa dan jangan lupa masukkan email supaya bisa mendapatkan update perjalanan saya hehe.

Oh iya, post ini saya buat pada buat pada bulan Oktober 2018 lalu ya guys, jadi semua konten yang nanti ada dibawah terjadi sebelum ada insiden dan pemberhentian izin terbang sementara. Penasaran apa yang akan saya review kali ini? Yukkk scroll kebawah! πŸ™‚

Ini adalah kali kedua saya terbang dengan maskapai yang banyak diperbincangkan ini, Lion Air. Mulai dari masalah bagasi hingga masalah ketepatan waktu penerbangan. Tetapi tanpa jasa maskapai ini mungkin koneksi antar pulau di Indonesia tidak seperti sekarang yang sangat mudah, apalagi dibantu dengan anak perusahaannya yaitu Wings Air, yang sanggup menghubungkan daerah-daerah kecil ke perkotaan atau ibukota provinsi dengan cepat dan mudah.

Pertumbuhan seluruh grup Lion Air ini juga bisa dibilang masif, Lion Air terus kedatangan pesawat-pesawat baru seperti A330Neo yang akan tiba di tahun 2019 ini. Lalu Batik Air dan Wings Air yang rutin mendapatkan pesawat baru hampir setiap bulan, pokoknya keren banget deh ekspansi grup ini untuk merajai langit Indonesia hehehe.

Yuk langsung aja ikuti perjalanan saya dari Denpasar ke Jakarta! Kita mulai ya guys hehehe.

Penerbangan ini sengaja saya pilih karena waktu tunggu yang tidak terlalu lama dari penerbangan saya sebelumnya dengan AirAsia dan highlight dari penerbangan kali ini adalah tipe pesawat yang biasa dioperasikan di JT41.

Pastinya para pembaca sudah tidak asing bukan dengan tipe pesawat ini? Pesawat yang saat ini (Juni 2019) masih dalam istirahat panjangnya setelah diberhentikan operasinya oleh Kemenhub dan sukarela oleh maskapai.

Apa nama pesawatnya? Yup, 737MAX. Pesawat ini berhenti operasi sementara dari semua maskapai Indonesia yang mengoperasikannya, Garuda Indonesia dan Lion Air, bahkan seluruh dunia juga berhenti mengoperasikannya sementara karena ada masalah dengan sistem peringatan Angle of attack dari pesawat ini, karena itu terkadang sistem pesawat mengambil alih kontrol penerbangan secara otomatis tanpa arahan dari kru kokpit, untuk penjelasan dan hasil investigasi harap menunggu info dari KNKT ya guys karena saya bukan pihak KNKT hehehe.

Dan karena kejadian ini saya juga sedikit berpikir lagi kalau pesawat yang akan mengoperasikan penerbangan saya adalah salah satu dari 737MAX, maaf mungkin tugas PR Boeing akan sedikit berat untuk membalikkan kepercayaan pengguna jasa ke 737MAX hehe.

Tapi Boeing 737MAX ini aslinya enak banget lho guys buat dinaikin, terutama suara kabinnya yang benar-benar sunyiii banget! Biasanya kalau ngomong harus agak berteriak tetapi saat menggunakan pesawat ini harus bisik-bisik.

Kemudian selain suara kabin yang lebih senyap, sayap dan mesin pasti juga diperbarui! Tentunya dengan mesin yang baru, pesawat menjadi lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar dan jarak yang lebih jauh dari 737 seri sebelumnya. Tetapi menurut saya berlama-lama didalam pesawat berbadan sempit seperti ini kurang nyaman juga hehe. Apalagi terkadang ada rute yang mengoperasikan 737MAX atau A320Neo diatas 4 jam, kalau gitu pasti saya lebih memilih untuk transit di suatu daerah.

Karena rute ini cukup pendek dan dioperasikan oleh 737MAX, kenapa gak cuss? Yukk kita masuk ke ulasan penerbangan ini! Sebelumnya izinkan saya untuk memberikan data-data penerbangan kali ini.

Lion Air JT41
Denpasar (DPS)-Jakarta (CGK)
Sabtu, 13 Oktober 2018
Durasi: 01h50m
Pesawat: Boeing 737 MAX 8
Seat: 6F

Sayang sekali seat map Lion Air di 737 MAX ini belum tersedia, mohon maaf yaa.

Okey, akhirnya saya turun dari bis yang membawa saya dari pesawat AirAsia tadi menuju terminal, kemudian saya langsung menuju konter transit Lion Air yang terletak bersamaan dengan konter pindah pesawat maskapai lain. Yang menarik, saya sempat ditanya transit darimana dan saya langsung menjawab dari Jakarta, mungkin petugasnya kebingungan juga karena boarding pass Lion Air saya juga menuju Jakarta hehehe.

Segera setelah mendapatkan boarding pass saya menuju gate keberangkatan, tetapi harus melewati pemeriksaan dulu yang ga jauh dari konter transit tadi. Proses pemeriksaan berlangsung cukup cepat karena tidak ada antrian, dan saya juga satu-satunya orang yang transit saat itu, jadi ga sampe 1 menit saya sudah berada di keberangkatan lagi.

Masih ada waktu kurang lebih 2 jam sebelum panggilan boarding penerbangan saya, mau santai di Starbucks tapi antrinya gakuat, mau makan tapi masih agak kenyang juga efek Spaghetti di penerbangan AirAsia tadi, akhirnya saya memutuskan untuk membayar sekitaran 100 Ribu Rupiah untuk mengakses lounge Concordia. Lounge nya sendiri menurut saya sangat bagus dan cukup besar, cocok untuk menghabiskan waktu sambil nyemil-nyemil makanan yang disediakan atau mau tidur-tiduran, tapi jangan sampai ketiduran ya guys bahaya hehehe.

Akhirnya 30 menit sebelum jadwal masuk pesawat, saya menuju gate keberangkatan JT41, terima kasih untuk Concordia Lounge! Tempatnya nyaman banget dan bersih jugaa! πŸ˜€

Saat saya tiba di gate keberangkatan, cukup kaget karena sudah tersedia snack untuk JT41, wah bakal delay lama nih menurut saya, hiks hiks. Snacknya sendiri cukup kecil, saya tidak mengambil karena dirasa tidak perlu mengingat abis makan lumayan banyak juga di lounge tadi. Cara mengambil makanannya cukup mudah, tinggal tunjukkan boarding pass dan selamat menikmati snacknyaa! πŸ˜€

Snack.

Tapi setelah duduk dengan pasrah selama kurang lebih 20 menit, penumpang pesawat JT41 tujuan Jakarta sudah diperbolehkan mengantre untuk masuk ke pesawat. Wahhh beruntung sekali saya sudah bisa mendapat snack dan ternyata penundaan penerbangan ini tidak terlalu lama hehehe.

Seperti biasa saya selalu excited kalau mau terbang, tapi jujur belum pernah se excited ini karena akan mencoba pesawat terbaru di dunia yang menggunakan mesin yang jauh lebih baru dan sunyi, dan saya juga sangat senang bisa mencicipi 737 MAX yang saat ini belum terlalu banyak dan lama menghias langit Indonesia.

Langsung aja setelah boarding pass disobek, saya dengan cepat mendekati kaca gate dan mengambil foto pesawat yang akan menerbangkan saya ke Jakarta. Pernah melihat pesawat ini sebelumnya di tulisan saya? Yap, pesawat ini sebelumnya sudah saya foto di perjalanan AirAsia saya dari Jakarta menuju kesini.

Halooooo 737 MAX 8 Lion Air! πŸ˜€

Halo 737 MAX!

Waktu turun saya masih super super excited nyoba pesawat ini, ini diaa guys foto penuh dari 737 MAX 8 nyaa!

Oke saya berikan sedikit informasi yaa tentang 737 MAX 8 ini hehehe. Pesawat ini mulai dibuat pertama kali pada tahun 2015, 737 MAX ini merupakan kompetitor utama dari pesawat buatan Airbus yang memiliki mesin yang sama, Airbus A320Neo yang sekarang sudah digunakan oleh Citilink.

Untuk 737 MAX 8 ini, kita harus berbangga karena Lion Air Group adalah maskapai pertama di dunia yang menerima pesawat jenis ini, walaupun pertama kali memulai penerbangan lewat anak perusahaannya di Malaysia, Malindo. Seenggaknya tetap berbangga karena Malindo adalah bagian dari grup Lion Air.

Dan pesawat ini dulunya merupakan pesawat yang pernah dioperasikan oleh Malindo sebelum ditransfer ke Lion Air, bisa dengan mudah dilihat karena livery pesawat ini merupakan gabungan logo Batik dan tulisan Lion. Mungkin pesawat ini dihibahkan ke Lion karena penumpang Malindo yang bingung efek didalam tidak tersedia AVOD dan kelas bisnis yang menghilang tidak seperti pesawat-pesawat Malindo pada umumnya, terlihat berbeda jauh dengan 737NG Malindo yang sama dengan Batik Air Indonesia interiornya.

Lalu tahu atau pernah dengar tentang 737 MAX 9? Varian yang lebih panjang dari MAX 8 ini, launch customer dari MAX 9 juga maskapai dari Lion Group lhoo! Tepatnya Thai Lion Air menjadi maskapai penerima pertama dari MAX 9 yeyyy! Tapi sayang saya belum pernah mencobanya karena saat ini (Juni 2019) masih dalam istirahat panjangnya setelah di grounded oleh maskapai.

Oh iya, 737 MAX ini merupakan generasi keempat dari 737 yang sejak tahun 60an dibuat oleh Boeing. 737 MAX 8 bakal jadi pembaruan dari 737-800NG yang biasa kita lihat kalau terbang dengan Garuda Indonesia, Sriwijaya Air dan sebagian Lion Air, kapasitas penumpang tidak berbeda jauh dan panjang lebar pesawat juga tidak terlalu jauh berbeda dengan MAX 8 ini. Sedangkan 737 MAX 9 itu pembaruan dari 737-900 dan 737-900ER dimana saat ini dioperasikan oleh Lion Group dan Sriwijaya Air. Keduanya memiliki jarak tempuh yang lebih jauh dan lebih efisien dari generasi-generasi sebelumnya.

737 MAX 8.

Salah satu perbedaan pesawat ini terdapat di desain kokpit dan hidung pesawat yang lebih aerodinamis, dan juga roda depan pesawat yang lebih tinggi dibanding 737 NG.

Dari sini sudah terlihat perbedaannya dengan 737NG? Belum ya guys? Kalau belum yuk kita lanjutkan ke gambar setelah ini supaya bisa lebih mudah membedakan antara 737 MAX dengan 737NG.

Tidak semua 737 itu MAX series ya guys, tapi semua MAX series itu termasuk Boeing 737.

Hayolooo bingung kann hehehehe. πŸ˜€ Tidak perlu takut karena 737 yang biasa ditemukan di tahun 2019 ini masih merupakan 737 generasi sebelumnya, 737NG. πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

Nose dan front wheel.

Ini guys yang sangat membedakan pesawat ini dengan 737 sebelumnya yaitu mesinnya, mesin di 737 MAX 8 ini jauh lebih besar dan lebih powerful. Di bagian belakang mesin ini ada gigi-gigi supaya mesin lebih sunyi dari dalam maupun dari luar pesawat. Mesin CFM LEAP-1B yang digunakan di pesawat MAX ini diklaim lebih efisien hingga 15% dari mesin 737-800 yang digunakan Lion Air dan maskapai lainnya. Auto profit nihh buat pihak maskapai hehehe. Harusnya sih pesawat sekarang semakin efisien, maka semakin murah juga harga tiketnya. Tapi kenapa malah justru naik hingga 90% yaa harganya di hampir di semua rute? Hmm.

Oh iya hampir lupa, karena mesin yang terlalu besar (fotonya bisa dilihat dibawah) maka Boeing menggeser mesin menjadi lebih kedepan supaya muat dibawah badan 737 MAX. Untuk mengakali pesawat yang bakal mendongak keatas waktu power maksimal yang dibutuhkan saat lepas landas, maka Boeing memasang suatu fitur yang bernama MCAS untuk menurunkan hidung pesawat saat situasi seperti diatas terjadi. Inilah yang menyebabkan 2 rentetan kejadian itu, karena sensor yang gagal membaca keadaan pesawat padahal pesawat tidak mendongak, jadi dengan MCAS hidung pesawat diturunkan padahal ketinggian pesawat masih rendah.

Anyway sekarang (Juni 2019) Boeing sedang bekerja untuk merubah sistem MCAS yang error itu, sabar ya guys bagi yang ingin terbang dengan pesawat ini harus menunggu sampai diizinkan terbang kembali. Kalau saya? Saya pikir-pikir dulu deh hehehe. πŸ˜€

Mesin 737 MAX 8.

Lalu perbedaan lainnya terdapat di ujung sayap pesawat atau yang biasa disebut dengan winglet. Perbedaannya cukup mencolok karena ujung sayap dari 737 MAX 8 bercabang menjadi 2, sedangkan 737NG generasi sebelumnya sama seperti winglet biasa kayak pesawat pada umumnya.

Ini cukup membantu dalam mengurangi konsumsi bahan bakar pesawat karena winglet didesain cukup aerodinamis sehingga drag atau hambatan pesawat ini berkurang.

Winglet 737 MAX 8.

Waaaaah akhirnya selangkah lagi saya akan masuk kedalam pesawat 737 MAX 8 ini! Selamat menikmati 737 MAX semuanya! Semoga menjawab pertanyaan para pembaca tentang interior dan fasilitas dari pesawat terbaru Lion Air ini! πŸ˜€

737 MAX 8.

Tak lupa guys karena kali ini masuk melalui tangga, pastinya harus ada foto wajib! Dari sini kelihatan banget kan betapa besar mesin dari pesawat ini! πŸ˜€

Yuk ikuti saya masuk dan terbang bersama pesawat terbaru Boeing ini! πŸ™‚

Foto wajib.

Saat masuk, waaahhhhhh keren banget tempat duduknya untuk sekelas LCC di Indonesia! Walau di kelas LCC tapi tersedia fitur-fitur nyaman yang pastinya tidak ada di LCC lain Indonesia lhoo. Penasaran kan apa aja? Silahkan scroll terus yaa hehehe, pastinya saya akan memberian informasi sebanyak dan sedetail mungkin supaya jadi referensi para pembaca juga sebelum jalan-jalan hehe.

Kalau dari foto ini, kira-kira nemuin ada yang beda ga guys dengan kursi Lion Air yang biasa?

Kursi Lion Air 737 MAX 8.

Berikut foto interior keseluruhan dari pesawat ini, lengkap dengan lampu LED sky interior dan tempat bagasi kabin diatas yang ukurannya cukup besar. Disini juga bisa dilihat tempat duduk baru Lion Air yang tampak nyaman, tapi apakah benar nyaman? Kita ulas langsung dibawah ini ya guys hehehe.

Interior 737 MAX 8 Lion Air.

Tempat duduk saya berada tidak terlalu jauh dari pintu depan tadi, karena ingin mendengar suara dari CFM LEAP 737 MAX 8 yang cukup baru dan sunyi ini.

6F.

Ini dia penampakan tempat duduk saya 6F, Pastinya merupakan kursi yang dekat di jendela hehehe. Apakah nyaman guys? Pastinyaaaa dongg! Yuk langsung aja duduk dan ulas tempat duduknya! πŸ˜€

6F.

Jlessss, Akhirnya duduk setelah enunggu berdiri di gate keberangkatan tadi, bagaimana dengan feelnya? Nyaman bangettt! Enak banget buat duduk, entah karena masih baru jadi padding nya enak atau memang nyaman beneran kursinya hehe.

Tetapi yang jelas kursi ini lebih tipis dibanding kursi generasi sebelumnya. Untuk komparasi, saya sudah lupa dengan tempat duduk Lion Air yang lama jadinya belum bisa saya compare antara keduanya.

Seperti LCC kebanyakan, disini tidak tersedia AVOD alias polos-polos aja hehehe.

Polos.

Dibawahnya pasti ada meja makan yang ukurannya cukup besar. Khas Lion Group, tertempel larangan penggunaan telepon genggam selama berada didalam pesawat ini, padahal sekarang handphone sudah cukup canggih ya guys karena sudah tersedia mode pesawat atau flight mode.

Peraturan pemerintah juga seharusnya sudah direvisi nih supaya sesuai dengan kondisi teknologi komunikasi saat ini, kalau sudah direvisi kan jadi enak mau buka hp di pesawat asalkan tetap dalam kondisi mode pesawat.

Meja lipat.

Lalu seperti biasa juga ada tempat untuk menaruh literatur atau kantung kursi, di pesawat ini isinya cukup sedikit, hanya ada kartu keselamatan dan tidak ada hal lain. Cukup disayangkan karena jadi tidak ada hiburan lagi selain menikmati pemandangan diluar hehe.

Mungkin namanya juga LCC, tapi semoga kedepannya Lion Air bisa menginvestasi Lionmag lebih besar lagi ya guys supaya majalahnya tersedia di semua penerbangan Lion Air. Kalau begini kan jadi gampang bosen juga terbangnya.

Seat pocket.

Diatas sudah kelihatan legroom dari pesawat ini kan guys? Yuk langsung dilihat dibawah ini!

Luas banget, beneran luas banget untuk kelas LCC! Mungkin karena desain kursi yang cukup tipis dan kantung kursi yang lebih maju kedepan. Untuk pembanding sebelumnya saya sudah mengulas Citilink A320 dan Lion Air 737-800 yang sama-sama maskapai berbiaya rendah yang ada di Indonesia, yuk langsung aja scroll post saya sebelumnya, pasti ketemu ko hehehe. πŸ˜€

Legroom super lega.

Kursi disebelah masih kosong, dan ga lama lagi bakal keisi karena waktu check-in bagian depan sudah hampir penuh.

Dari sini juga sudah kelihatan kan tipis dan ruang kaki dari kursi Lion Air 737 MAX ini?

Kursi Lion MAX.

Oke kembali lagi, hal yang cukup menambah kenyamanan penumpang di tempat duduk ini adalah headrest atau sandaran kepala yang bisa diubah-ubah seperti yang biasa ditemukan di maskapai full service seperti Garuda Indonesia.

Sandaran kepala ini bisa diubah sesuai keinginan, kalau tidak ingin tidur dengan kepala yang sering jatuh, ujung dari headrest ini bisa ditekuk dan dijadikan sandaran. Enak deh pokoknya! πŸ˜€

Headrest.

Tetapi karena bentuk kursi yang ergonomis, sandaran tangan disamping dibuat menjadi lebih tipis. Jadinya harus perang sikut deh agar bisa menguasai handrest ini.

Karena saya duduk di jendela yang sudah mempunyai sandaran kepala di dinding pesawat, saya tidak adu siku untuk menggunakan sandaran tangan ini.

Cukup kecil bukan?

Sandaran tangan.

Semua pesawat 737 MAX 8 sudah menggunakan interior terbaru Boeing yang dinamakan Boeing Sky Interior. Terasa lebih segar dan lebih baru tentunya.

Interior.

Dibawah ini adalah view sayap dari tempat duduk saya, yang akan saya lihat selama kurang lebih 2 jam nanti. mesinnya terlihat jelas banget!

Dengan duduk didepan mesin maka suara mesin akan terdengar cukup jelas, dan kalau diatas nanti bakal lebih sunyi dibanding duduk di bagian belakang pesawat. next time bisa dicoba hehehe.

View sayap.

Bahkan bagian dalam mesin seperti blade atau baling-baling terlihat cukup jelas dari tempat duduk saya.

Mesin.

Karena keasikan foto-foto di pesawat baru Lion Air ini, jadi ga sadar kalau sekarang pesawat sudah mundur meninggalkan tempat parkir dan bersiap untuk menyalakan kedua mesin CFM LEAP nya.

Ciri khas dari mesin ini adalah waktu startup nya yang cukup lama, sepertinya antara 1-2 menit per mesin. Suaranya waktu dinyalakan cukup menggelegar walau setelah dinyalakan mesin terdengar cukup sunyi.

Mundur!

Setelah semua mesin dinyalakan, flaps pesawat diturunkan dan pilot sudah selesai melakukan checklist nya, saatnya meluncur menuju landasan! Yeyyyyy πŸ˜€

Disana terlihat Citilink Airbus A320 yang akan berhenti.

Jalan!

Sambil jalan pelan-pelan, saya sempatkan untuk mengambil gambar maskapai Emirates dengan pesawat 777-300ER nya yang entah mendarat dari Dubai atau dari Auckland, Selandia Baru.

Seumur-umur baru 2 kali saya menaiki Boeing 777, salah satunya sudah saya tulis nihh di blog saya, sama-sama perjalanan dari Bali juga lhoo! Tapi waktu itu saya duduk di kelas bisnis yang biasanya dioperasikan di rute jarak jauh. Penasaran? Yuk klik aja langsung disini.

Emirates 777-300ER.

Kemudian pesawat berbelok ke kanan menuju ke runway yang aktif, 09. Halo Citilink! πŸ˜€

Belok kanan.

Dibelakang sana dulunya adalah laut yang pantainya adalah tempat favorit saya di Indonesia untuk planespotting atau kegiatan mengambil gambar pesawat, lokasinya bagus banget dan hasil gambarnya juga bagus karena ada pemandangan juga selain pesawat.

Tetapi sekarang pantai dan tempat yang biasa saya kunjungi itu sudah tiada karena tergusur oleh proyek perluasan Bandara Ngurah Rai yang menggunakan laut di sekitar Pantai Jerman. Sayang sekali ya teman-teman. 😦

Proyek perluasan.

Tidak berselang lama, pesawat ini akhirnya tiba di ujung landasan, berhenti sebentar sambil menunggu Air Asia yang akan mendarat.

Menunggu sebentar.

Setelah Air Asia mendarat, pesawat ini langsung masuk ke landasan dan akhirnya mengeluarkan power nya untuk membantu pesawat lepas landas dari Bali.

Mulussssss banget suara dari mesin CFM LEAP ini! Pesawat ini mulai climbing dengan elegan dan cantik. Selamat tinggal Bali! Sampai jumpa di lain waktu yaaa! Disana terlihat tol Bali Mandara yang dibangun diatas laut.

Serius sampai sekarang pun saya masih cukup kagum dengan suara dari mesin LEAP ini, maklum ndeso hehehe senang banget dengar suara begini hehe. πŸ˜€

Naik!

Dibawah sini ada Tanjung Benoa yang sangat terkenal akan olahraga airnya! Disini beberapa bulan yang lalu saya sempat mencoba beberapa wisata air disini, bagi yang ingin mengunjungi Pulau Penyu bisa juga menaiki speedboat disini. Kelihatan juga kan di gambar betapa ramainya tempat-tempat disekitar Tanjung Benoa ini hehehe.

Tanjung Benoa.

Pesawat masih terbang lurus hingga ketinggian yang cukup tinggi, Selamat tinggal Pulau Bali yang indah! πŸ˜€

Masih naik!

Hingga akhirnya pesawat mulai berputar arah 180 derajat menuju Jakarta.

Belok kiri.

Dibawah kalau ga salah ada Pulau Lombok, pulau yang ga kalah menarik dari Pulau Bali, banyak banget nih potensi wisata Pulau Lombok, yuk kunjungi dan eksplor potensi wisata di Lombok! Tapi asal tiket domestik sudah turun ya guys hehehe tekor juga kalau eksplor Indonesia saat-saat ini.

Pulau Lombok.

Dilihat-lihat ujung sayap atau winglet dari 737 MAX ini cukup keren ya guys! Kalau mau view winglet yang lebih jelas bisa pilih tempat duduk yang ada di belakang sayap. Karena ujungnya lebih melekuk ke belakang pesawat hehe.

Sayap 737 MAX.

Semakin tinggi dan tinggi! Kalau tidak salah ketinggian jelajah pesawat ini adalah 38.000 kaki diatas permukaan laut, tetapi saat ini baru melewati 10.000 kaki diatas permukaan laut.

Masih climbing.

Karena pesawat sudah berada di ketinggian 10.000 kaki, seperti biasa tanda kenakan sabuk pengaman dimatikan, saat ini penumpang sudah leluasa bisa pergi ke toilet ataupun me recline tempat duduk untuk beristirahat. Dan tampaknya itu akan menjadi pilihan saya selain melihat pemandangan karena tidak adanya hiburan di penerbangan ini.

Interior nya Boeing cakep juga yaaa hehehe. πŸ˜€

Lampu dimatikan.

Karena sudah bebas, yuk kita kunjungi dulu toilet dari 737 MAX yang katanya elegan itu! πŸ˜€

Karena saya duduk di bagian depan pesawat, jadi lebih mudah dan lebih baik kalau saya mengunjungi toilet yang berada di depan pesawat saja.

Saat masuk, kesan pertama bagus bangettttt kalau tidak dikunci karena lampu masih berada dalam kondisi gelap sampai pengguna mengunci pintu toilet ini. Setelah dikunci lampu berubah menjadi putih biasa. Tetapi nilai minus dari toilet 737 MAX ini adalah ukuran yang sangat sempit! Lumayan kerasa bedanya dengan toilet yang biasa ditemukan di 737 NG biasa, mungkin untuk mengurangi space tidak terpakai dan bisa digunakan untuk menambah jumlah tempat duduk penumpang kali yaa.

Toilet 737 MAX.

Benar saja, sedikit sulit untuk bergerak secara leluasa disini, tetapi masih cukup sihh hehehe karena buat apa juga toilet pesawat hehehe. πŸ˜€

Kloset.

Wastafel disini ukuranyya juga jauh lebih kecil dari 737 generasi sebelumnya, hehe kurang nyaman juga kalau dipaksa ukurannya dikurangi jadi benar-benar kecil seperti ini. Tapi 1 hal yang bikin nyaman itu cuma lampunya, maaf ya Boeing tapi saya mencoba untuk jujur dalam mengulas.

Para pembaca juga tidak perlu takut yaaa saya tidak transparan saat mengulas, saya membayar tiket sendiri dan saya tidak digerakkan oleh maskapai apapun dalam mengulas, jadi dijamin 100% adalah opini murni saya sebagai penumpang biasa tanpa konfirmasi ke awak kabin atau petugas maskapai kalau saya sedang mengulas.

Kalau menurut para pembaca gimana nihh? Jangan lupa komen dibawah ya guys. πŸ˜€

Wastafel.

Setelah dari toilet yukkk kita kembali ke tempat duduk dan menikmati penerbangan ini!

Waaahhh ga lama setelah duduk saya melihat pemandangan yang keren ini! Sekaligus menandakan kalau saya saat ini sudah terbang melintasi Pulau Jawa bagian Timur.

Ini dia Kawah Ijen! Ingin banget saya pergi kesini tapi terkendala akses dan waktu yang cukup lama untuk mencapai puncak di Kawah Ijen ini. Didepan saya ada turis yang cukup terpesona dengan indahnya kawah ini. Yuk kunjungi Kawah Ijen ini!

Kawah Ijen.

Cantik bukan? πŸ˜€ πŸ˜€

Kawah Ijen.

Yuk kita ubek-ubek isi kantong doraemonnya!

Seperti yang saya bilang tadi, isi kantung kursi di pesawat ini hanya ada kartu keselamatan dari 737 MAX, berikut saya tunjukkan gambar safety card nya.

Bagian depan.
Bagian belakang.

Ga beberapa lama, pesawat ini akhirnya melewati kota besar di Jawa Timur yang merupakan hub dari Lion Air juga. Halooo Surabaya! Dibawah ini terlihat Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dengan Madura, sekaligus menjadi ikon dari Kota Surabaya sendiri.

Soon kita berkunjung singkat ke Surabaya ya guys! Tunggu saja yaaa. πŸ˜€

Surabaya dan Madura.

Saatnya bersantai sambil tiduran mendengarkan lagu! Masih ada sekitar 1 jam sampai tiba di Soekarno-Hatta Jakarta. Legroom yang luas sangat membantu untuk saya beristirahat hehe.

Bersantai.

Saat ini pesawat sudah berada di fase cruising atau menjelajah, ketinggian jelajahnya kalau tidak salah 38.000 kaki diatas permukaan laut.

Cruising.

Oke guys maaf banget saya tertidur cukup lama di penerbangan ini, hingga akhirnya saya terbangun oleh announcement dari kru kalau pesawat ini akan segera mendarat.

Akhirnya sudah turun dan berada di 10.000 kaki lagi guys! πŸ˜€

Lampu sabuk pengaman dinyalakan.

Pesawat mulai melambat dan melanjutkan approach nya menuju bandara Soekarno-Hatta Jakarta.

Mengurangi kecepatan.

Flaps sedikit demi sedikit mulai diturunkan karena pesawat sudah cukup lambat, sudah mulai dekat dengan Jakarta yeyyy! πŸ˜€

Flaps diturunkan.

Tau-tau pesawat ini sudah mulai memasuki wilayah daratan Jakarta, halo Jakarta! Senang dapat bertemu lagi! πŸ™‚

Jakarta!

Final approach! Pesawat sudah berada dalam posisi landing dengan konfigurasi flaps penuh, tandanya sebentar lagi kita akan tiba di Jakarta yeyyyy!

Final Approach.

Jlessssss.

Akhirnya pesawat ini mendarat dengan mulus di bandara Soekarno-Hatta! Landingnya enak banget, suara mesin saat reverse pun tidak terdengar berisik, terima kasih Lion Air telah menerbangkan saya dengan selamat sampai tujuan!

Mendarat.

Setelah pesawat ini keluar landasan dibelakang langsung ada pesawat Lion Air juga yang lepas landas. Sepertinya tipenya 737-900ER.

Lion Air lagi.

Pesawat langsung menuju Terminal 1B untuk parkir, senang banget karena pesawat saya mendapat garbarata! Jadi gaperlu jalan jauh deh sampai ke terminal hehehe.

Garbarata!

Akhirnya pesawat berhenti dengan sempurna di Soekarno-Hatta! Selamat datang! πŸ˜€ πŸ˜€

Pesawat berhenti disebelah pesawat Lion Air 737-900ER yang baru memasukkan penumpang untuk melanjutkan penerbangan menuju kota-kota di Indonesia.

Berhenti!

Kini saatnya keluar dari pesawat dan mengucapkan selamat tinggal pada semua kru dan pesawat kali ini! Terima kasih 737 MAX atas tumpangannya menuju Jakarta ini!

Terima kasih 737 MAX!

Tak lupa foto wajib setelah meninggalkan pesawat. Terima kasih PK-LQL as JT41!

Terima kasih!

Selamat beristirahat sejenak wahai 737 MAX selagi engkau menunggu nasib kamu kedepannya! Lekas sembuh yaa dan sampai jumpa lagi! πŸ™‚

Sampai Jumpa!

Terima kasih sudah membaca guys!


Halo guys terima kasih sudah sempat membaca ulasan penerbangan saya dengan Lion Air 737 MAX kali ini! Sebelumnya saya tekankan kalau saya terbang dengan pesawat ini disaat 737 MAX masih diperbolehkan terbang sebelum istirahat panjangnya mulai Maret tahun 2019 ini, kita doakan semoga korban yang gugur dalam 2 insiden 737 MAX ini diberikan tempat yang terbaik di sisi Tuhan YME dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

737 MAX yang saya coba ini bisa dibilang sangat nyaman dan enak, mulai dari mesin yang senyap, kabin yang elegan dan usia pesawat yang relatif muda menambah nilai plus dari penerbangan ini.

Sayangnya nilai minus dari 737 MAX ini adalah toilet yang kecil banget! Jadi mau gerak-gerak cukup susah, tetapi lampu di toilet ini menjadikan hiasan yang cukup menyambah kenyamanan.

Kru yang melayani penerbangan ini cukup baik dan ramah, sayangnya di kantung kursi tidak tersedia apa-apa selain kartu keselamatan untuk pesawat ini.

Lalu nilai plus tambahannya ada kursi yang sangat sangat nyaman! Tipis tetapi sangat luas ruang kaki nya dan tambahan headrest yang cukup menambah kenyaman di LCC seperti Lion Air ini.

Oke sampai disini saja guys, sampai jumpa pada perjalanan berikutnya yang pastinya lebih seru dan lebih unik! Terima kasih sudah berkenan membaca! πŸ˜€

Instagram @firstmarezacom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: