Flight Review

[FLIGHT REVIEW] Air Asia Indonesia Economy Class Hot Seat QZ7526 Jakarta to Denpasar

Terbang bersama Air Asia Indonesia dari Jakarta ke Denpasar Bali

Halooo semuanyaaaa! πŸ˜€

Selamat datang di Firstmareza.com!

Terima kasih banget telah menyempatkan untuk membaca kembali konten review yang ada di blog saya! Dan bagi yang baru kenal dan baru pertama kali datang, saya ucapkan selamat datang dan semoga betah berkunjung di blog ini! Jangan lupa di bookmark yaa blog ini karena ada banyak perjalanan-perjalanan seru dan review transportasi yang keren banget! πŸ™‚

Oke guys kembali lagi di flight review saya setelah KA Argo Lawu di post sebelumnya, kali ini kita akan mencoba maskapai poros ketiga dari duopoli maskapai besar di Indonesia saat ini. Penerbangan ini saya ambil beberapa bulan yang lalu tepatnya pada bulan Oktober 2018, karena antrian supaya urut dan kesibukan saya jadi mohon maaf banget apabila sudah kelewat lama. 😦

Maskapai itu biasa dikenal dengan nama Air Asia, maskapai berbiaya rendah atau low-cost carrier ini menawarkan harga yang jauuuuuh lebih murah dibanding dengan 2 grup besar itu, tetapi sayang rute domestik saat ini masih kurang lengkap dan kurang banyak frekuensinya.

Air Asia sendiri berasal dari Kuala Lumpur, Malaysia. Tapi yang saya naiki kali ini merupakan anak perusahaan dari Air Asia yang berada di Malaysia. Dari segi pesawat hampir tidak ada bedanya, mungkin hanya managemennya saja dan menu-menu yang dijual di dalam pesawat. Soalnya saya belum pernah mencoba Air Asia Malaysia, mungkin disini ada yang sudah pernah? Silahkan komen ya. πŸ™‚

Balik lagi guys, penerbangan yang saya ambil kali ini aslinya saya hanya untuk positioning untuk mengambil penerbangan kembali yang cukup keren dan sekarang sudah tidak ada, setidaknya untuk beberapa bulan kedepan. Tahu gak nihh kira-kira apa yaa yang akan saya ambil untuk penerbangan pulang menuju Jakarta sore nanti? Sama-sama LCC kok hehehe.

Penerbangan QZ7526 adalah penerbangan yang dioperasikan oleh Air Asia Indonesia, jadi berbeda ya guys dengan XT yang dioperasikan oleh Indonesia Air Asia X. QZ7526 berangkat dari Jakarta pada pukul 8 pagi dan dijadwalkan tiba di Denpasar pada pukul 11 siang dengan durasi penerbangan selama 2 jam. Ditambah 1 jam karena waktu di Bali 1 jam lebih cepat dari waktu Jakarta.

Di setiap penerbangan Air Asia memiliki 2 kelas penerbangan, sebetulnya ga bisa dibilang kelas juga sih karena kursinya yang sama persis, regular seat dan hot seat. Seperti 2 review saya sebelumnya dan sekalian membuat comparison, saya membeli kursi yang berada di baris 1-5 atau hot seat. Soalnya di penerbangan saya dengan Citilink kemarin saya duduk di baris yang sejenis, di Citilink dinamakan Green seat.

Oke langsung aja yaaa kita lihat data-data dari penerbangan saya kali ini!

Air Asia Indonesia QZ7526
Jakarta (CGK)-Denpasar (DPS)
Sabtu, 13 Oktober 2018
Durasi: 02h00m
Pesawat: Airbus A320-200
Seat: 4A

Seat map Air Asia Airbus A320-200 bisa dilihat disini. https://www.seatguru.com/airlines/Air_Asia/Air_Asia_Airbus_320.php

Seperti biasa cara termudah bagi saya untuk mencapai Bandara Soekarno-Hatta adalah dengan KA Bandara yang tersedia di Stasiun Batu Ceper. Stasiun ini berada cukup dekat dengan rumah tempat saya tinggal, hanya menggunakan ojek online selama beberapa menit dan saya sudah tiba di Stasiun Batu Ceper.

Perjalanan KA Bandara dari Stasiun Batu Ceper menuju Stasiun Soekarno-Hatta cukup singkat, kurang lebih 15 menit. Asal tahu jadwalnya niscaya akan lebih cepat dibanding naik taksi atau mobil pribadi hehehe.

Setelah sampai di Stasiun Soekarno-Hatta, perjalanan menuju terminal keberangkatan masih belum selesai, karena harus menggunakan Kalayang atau skytrain untuk mencapai terminal keberangkatan. Nah ini menurut saya yang membuat perjalanan sedikit lama karena headway yang cukup lama yaitu 13 menit. Kalau ketinggalan kereta sebentar saja berarti harus menunggu selama 13 menit untuk menaiki kalayang berikutnya menuju arah yang sama.

Saya turun di shelter terminal 2 karena penerbangan Air Asia saya dioperasikan dari terminal 2F. Terminal 2F cukup sepi pagi ini, untuk lebih jelasnya bisa dilihat dibawah, lumayan sepi bukan?

Lumayan sepi.

Karena saya datang tidak membawa bagasi atau koper, saya lansgung menuju mesin self check-in untuk mendapatkan boarding pass saya. Proses cukup cepat karena tinggal memasukkan kode booking dibanding dengan harus mengantre kurang lebih 4 orang.

Self check-in.

Akhirnya dapat juga dehh boarding pass nya! Kini saatnya menuju ke pintu keberangkatan! Gate yang akan dioperasikan untuk penerbangan ini adalah Gate F2. Cusssss.

Boarding pass.

Kini setelah melewati security check kedua, saya sudah berada didepan gate F2 yang berlokasi ga jauh dari security kedua. Pagi ini masih terlihat sepi karena di F2 hanya ada 1 penerbangan yang menggunakan gate ini. Apa lagi kalau bukan AirAsia yang akan saya naiki nanti hehehe.

Gate F2.

Sudah lama banget ga lewat jalan ini kalau naik pesawat, teringat dulu lumayan sering lewat disini karena Garuda Indonesia yang masih menggunakan terminal 2F untuk penerbangan domestik. Sekarang semua penerbangan Garuda Indonesia domestik dan internasional dioperasikan dari terminal 3.

Gate F2.

Yang saya suka dari Terminal 2F itu adalah taman-tamannya, jadi agak segar-segar gimana gituu hehehe. Soalnya kelamaan naik turun di T3 yang begitu-begitu aja.

Taman.

Ga beberapa lama setelah saya jalan, akhirnya saya tiba diujung dari gate F2. Pemandangannya langsung menghadap landasan pacu sebelah utara dari Soekarno-Hatta.

Saat ini di F2 ada pesawat Sriwijaya Air yang sedang bersiap untuk berangkat. Belum ada tanda-tanda dari pesawat saya nih, kira-kira bakal delay atau naik bis ya menuju pesawat?

View gate F2.

Dan ternyata jawabannya adalah naik bis hehehe, oh iya karena saya duduk di Hot Seat AirAsia, saya mendapatkan zona 1 untuk boarding yang mirip-mirip Sky Priority kalau di Garuda Indonesia. Tapi kalau naik bis sih saya rasa ga terlalu berguna karena ujungnya bakal bareng-bareng antara zona 1 dan zona lainnya di dalam bis.

Yuk jalan-jalan gratis keliling bandara!

Naik bis.

Setelah kurang lebih 5 menit, saya beserta rombongan pertama QZ7526 tiba di pesawat Airbus A320-200 milik AirAsia! Pesawat yang akan membawa saya ke Bali hari ini memiliki registrasi PK-AXJ. Pesawat ini dibuat pada tahun 2009 dan sekarang sudah hampir genap 10 tahun usianya.

Halo PK-AXJ! Izin menumpang yaa ke Bali! πŸ˜€

PK-AXJ.

Pesawat Airbus A320 ini memiliki 2 mesin CFM56 yang sama tipenya dengan yang biasa ditemukan di pesawat saingan Airbus A320, apalagi kalau bukan Boeing 737. Tapi tentunya dari desain sudah cukup beda ya guys, hanya jeroannya saja yang sama-sama dibuat CFM dan diberi nama yang sama.

Sampai sekarang saya belum bisa ngicipin terbang dengan A320Neo nih guys, semoga bisa yaaa guys secepatnya, karena jadwal masih suka berubah-ubah. 😦

Mesin A320-200.

Enaknya boarding via tangga adalah, bisa foto wajib tentunyaaa! Ini guys foto wajib yang saya ambil sebelum menaiki Airbus A320 AirAsia! πŸ˜€

Foto wajib.

Pesawat ini dulunya dioperasikan oleh Indonesia AirAsia X karena peraturan dari pemerintah yang mengaruskan minimal berapa pesawat gituu, tetapi sekarang sudah dioperasikan kembali oleh AirAsia Indonesia biasa entah kenapa. Karena tiket yang saya pegang adalah tiket QZ yang berarti dioperasikan oleh AirAsia Indonesia bukan Indonesia AirAsia X.

AirAsia X.

Langsung aja yuk kita masuk ke pesawat yang akan membawa saya ke Denpasar ini! Hai AXJ izin numpang yaa sampai Denpasar! πŸ˜€

Tempat duduk saya bisa ditemukan dengan mudah, karena berada di bagian depan pesawat dan diberi cover warna merah yang artinya kursi ini merupakan kursi hot seat.

Hot seat.

Dan ini wujud tempat duduk yang akan saya duduki selama 1 jam dan 30 menit kedepan. Tepatnya di 4A, kursi hot seat yang ada tepat disamping jendela. Saya sengaja memilih ini karena lokasinya ga terlalu depan banget, karena pembatas antara jumpseat awa kabin dan tempat duduk penumpang hanya kaca dan cukup terlihat.

4A.

Kini saatnya duduk di 4A yeyyy! Menurut saya, kursi ini cukup enak, yaaa namanya juga LCC bisa dibilang standar lah yaa.

Ini adalah view kursi depan yang akan saya lihat sepanjang perjalanan nanti, disini tertulis iklan tentang wisata di Thailand. Kebetulan saya belum pernah nih berkunjung ke Thailand guys, doain ya guys semoga saya bisa ke Thailand suatu saat nanti hehehe maklum hanya terbang di dalam negeri saja ga begitu sering jalan-jalan keluar negeri hehe.

View depan.

Dibawahnya sudah pasti ada meja lipat! Ukurannya cukup standar juga dan tidak ada hal aneh-aneh seperti cup holder dan kaca. Tetapi disini ada iklan yang menurut saya sedikit menganggu, khas LCC yang biasanya mencari pendapatan bukan hanya dari tiket penumpang.

Meja lipat.

Dibawahnya lagi ada kantung kursi yang isinya cukup banyak, tetapi tidak mengurangi legroom tempat duduk saya. Penasaran isinya? Nanti setelah pesawat ini naik kita ulas bareng-bareng yaa hehehe.

Kantung kursi.

Barusan saya bilang legroom, Kini langsung aja yuk kita lihat legroom dari AirAsia ini!

Menurut saya sudah lumayan enak dan lega untuk ukuran LCC, Masih enak untuk bersantai-santai waktu diatas nanti. Untuk penerbangan kembali saya walaupun sama-sama LCC tetapi jauh lebih luas lhooo ruang kaki nyaa, penasaran penerbangan apa yang akan saya ambil untuk penerbangan kembali saya ke Jakarta? Pantengin blog ini yaaa guys setelah post ini bakalan rilis hehehe.

Legroom.

Tombol recline terletak disamping tempat duduk tepatnya di sandaran tangan, untuk recline saya rasa sudah cukup nyaman juga untuk ukuran LCC.

Tombol recline.

Interior pesawat AirAsia ini sudah menggunakan interior Airbus yang baru, untuk foto interior lama Airbus bisa dilihat di review Jetstar saya, tinggal scroll dikit nanti sampai kok ke post Jetstar saya hehe.

Interior Airbus yang baru ini lebih elegan, walaupun saya lebih suka interior Boeing yang Sky Interior ituuuu. Berikut foto overhead panel dari pesawat AirAsia ini, pastinya ada lampu baca dan air nozzles untuk mengarahkan AC ke penumpang. Yang kuning-kuning adalah tombol yang berfungsi untuk memanggil awak kabin, jadi jangan iseng pencet-pencet yaa.

Overhead panel.

Ini wingview atau foto sayap yang akan saya lihat selama satu setengah jam nanti, duduk di bagian depan pesawat terasa lebih sunyi saat pesawat terbang nanti walaupun waktu lepas landas akan terasa sedikit berisik karena mesin yang bekerja seratus persen.

Pesawat ini juga belum memiliki Sharklet karena pesawat berusia lebih tua dari armada AirAsia yang memiliki Sharklet.

Wingview.

Kurang lebih 15 menitan setelah saya duduk, tangga depan pesawat dilepas dan pesawat sudah siap untuk mundur dan berangkat.

Tangga.

Saat ini waktu menunjukkan pukul 7 lewat 51 menit, dan diperkirakan ga lama lagi pesawat ini mundur. Lebih cepat 9 menit dari jadwal, good job AirAsia!!!! πŸ™‚

07.51

Yup akhirnya pesawat ini mundur dan mulai menyalakan kedua mesinnya, disana terlihat satu pesawat NAM Air yang belum pernah saya coba, kira-kira kapan ya guys saya buat review penerbangannya? Soalnya rute NAM belum ada yang pas nih dengan jadwal saya, ada sih dari Semarang tetapi jadwal sudah terlalu malam dan on-time performance yang membuat saya ragu untuk mencobanya dalam waktu dekat ini. 😦

Pushback.

Setelah mundur dan menyalakan mesin, pesawat bergerak menuju landasan yang aktif, 25R.

Menuju runway.

Eh ketemu dengan saudara! Saudara yang beda negara karena AirAsia disana adalah AirAsia Malaysia yang baru tiba dari Kuala Lumpur, andai saya zoom pasti terlihat bedanya dari A320 ini hehe, karena yang baru tiba itu adalah Airbus A320Neo yang terbaru. Semoga kelihatan ya guys walaupun kecil gambarnya hehehe.

AirAsia lagi.

Setelah beberapa pesawat yang ada di depan, akhirnya pesawat berada di ujung antrian dan bersiap untuk lepas landas setelah pesawat Garuda Indonesia yang sedang mendarat. Dibelakang saya ada 4 pesawat yang juga menunggu antrian untuk takeoff.

Saatnya kita masuk ke runway dan bersiap untuk lepas landas!

Bersiap.

Pesawat akhirnya berhasil lepas landas dan meninggalkan Jakarta. Selamat tinggal Jakarta sampai jumpaa nanti soreee hehehe. Suara mesin waktu duduk didepan saat takeoff cukup menggelegar, tapi kalau sudah diatas nanti suaranya bakal cukup sunyi jika dibandingkan dengan duduk dibelakang mesin.

Takeoff!

Beberapa saat setelah cukup tinggi, pesawat kembali berbelok kekanan mengarah langsung ke Denpasar. Di ketinggian ini cuacanya sangat berbeda dengan dibawah tadi, cerah dan langitnya cakeppp.

Belok kanan.

Ga beberapa lama tanda kenakan sabuk pengaman dipadamkan saat pesawat melewati ketinggian 10.000 kaki diatas permukaan laut. Saatnya seat back, relax and enjoy the flight! Atau bahasa kitanya menikmati penerbangan hehehe. πŸ˜€

Lampu sabuk pengaman.

Cuaca di atas sini cukup baik tanpa ada awan tebal dan guncangan yang cukup berarti.

Cerah.

Karena makanan yang masih dipanaskan dan awak kabin belum mulai keliling, yuk kita ubek-ubek dulu isi dari kantung kursi yang sempat saya bahas tadi! Kira-kira isinya apa aja ya? Kuyyy langsung ajaa! πŸ˜€

Pertama pastinya ada majalah AirAsia yang dinamakan Travel 360. Di covernya ada Chengdu yang merupakan salah satu destinasi dari AirAsia, tetapi bukan AirAsia Indonesia lho guys kalau mau kesana bisa transit di KLIA2.

Travel 360 Indonesia.

Lalu yang menarik tersedia juga majalahnya dalam bahasa inggris lhoo! Dan keduanya sama-sama tebal dan menarik untuk dibaca. Keren deh pokoknyaaa hehe.

Travel 360.

Setelah itu ada buku yang berisi koleksi merchandise dari AirAsia, wajib banget nih buku ini buat dibuka karena barang-barang yang dijual cukup banyak dan pastinya bagus-bagus lhoo.

Dari cover nya aja sudah terlihat menarik bukan? Ada boneka beruang, topi dan miniatur pesawat AirAsia.

AirAsia collection.

Nih saya beri bocoran tentang barang-barang yang dijual di AirAsia, aslinya saya ingin membeli beberapa tapi karena kru yang sibuk dan pesawat yang cukup penuh mengurungkan niat saya untuk membeli barang-barang ini. Mungkin next time kalau naik AirAsia lagi akan saya beli, apalagi gantungan A320Neo nya hehe.

Souvenir AirAsia.

Untuk pembelian barang-barang aslinya juga bisa melalui website AirAsia, lalu tinggal pilih opsi ambil di pesawat. Karena jauh lebih mudah dan simpel daripada bertanya kepada kru kabin tentang ketersediaan barang.

Harganya sendiri bisa saya bilang ga terlalu mahal guys, masih dimaklumi untuk souvenir yang dijual diatas pesawat hehehe.

Promo.

Berikutnya ada Santan yang berisi menu-menu yang dijual di penerbangan AirAsia, buku menu ini menyatu dengan souvenir AirAsia tadi, yang ini ada di bagian belakang bagian souvenir, mungkin supaya lebih hemat dibanding mencetak 2 buku berbeda hehe.

Karena saya membeli paket Value pack, maka saya tidak bisa memilih makanan atau hot meal apa yang akan disajikan di penerbangan ini. Saya sudah belajar juga dari perjalanan saya kemarin dengan AirAsia dari Jakarta ke Singapura, waktu itu saya memilih lagi makanan setelah membeli value pack. Saya jadi disajikan 2 makanan dari paket value dan makanan pilihan saya sendiri.

Kira-kira hot meal apa ya yang akan disajikan pada penerbangan saya hari ini? Mengingat ini disajikan secara acak.

Santan.

Di penerbangan ini juga dijual snack dengan harga yang cukup terjangkau, untuk list combo nya bisa dilihat dibawah ini ya guys! Tapi kalau menurut saya lebih enakan beli hot meal atau makanan beratnya langsung karena pilihannya banyak banget dan rasanya enak juga.

Snack combo.

Terakhir dan yang paling utama pastinya ada kartu keselamatan atau safety card! Langsung saja yaa saya berikan foto bagian depan dari kartu ini.

Bagian depan.

Tidak ketinggalan juga bagian belakangnya!

Bagian belakang.

Hampir ketinggalan, di pesawat ini juga disediakan kantung untuk mual atau airsickness bag.

Airsickness bag.

Setelah semuanya selesai, awak kabin mulai membagikan makanan untuk penumpang, sebelumnya pastikan tidak membuang boarding pass karena kadang akan di verifikasi manual.

Boarding pass.

Diatas sudah kelihatan kan makanan apa yang datang? Yup ini diaa saya persembahkan Spaghetti Chicken dari AirAsia!

Makanan ini adalah makanan paket dari value pack yang saya beli sekalian saat membeli tiket ini, jadi makanan ini tidak dijual bebas dan tidak ada di buku menu Santan. Maka dari itu saya cukup penasaran karena di penerbangan CGK-SIN saya kemarin diberikan Chicken Basil sebagai makanan dari paket value pack.

Spaghetti Chicken Bolognaise.

Yuk kita buka makanannya! Spaghetti nya tampak nikmat dan disajikan cukup panas, bumbunya juga berlimpah dan porsi yang lumayan banyak. good job sekali lagi buat AirAsia atas makanan yang disajikan hehehe.

Spaghetti.

Penumpang juga mendapatkan minum yang berupa air mineral, kadang-kadang ada kopi juga tapi saya lebih memilih air ini hehehe.

Air mineral.

Ga beberapa lama akhirnya habis yeyyy! Ini enak banget dan makanan yang ada di AirAsia belum pernah mengecewakan saya, mulai dari Nasi Ayam, Nasi Lemak, Nasi Padang dan spaghetti ini semuanya tidak mengecewakan. Terima kasih AirAsia! πŸ˜€

Habis bersih.

Suasana diluar setelah saya selesai makan masih cukup bersih dan cerah, tenang banget tadi saya makan karena tidak ada guncangan yang berarti.

Cerah.

Sudah hampir setengah jalan menuju Denpasar, dan sudah tidak ada hal lagi yang dilakukan, tinggal duduk-duduk aja dehh dengerin lagu sambil lihat-lihat keadaan diluar hehe.

Setengah jalan.

Disana mulai terlihat pegunungan yang ada di sekitaran Pulau Jawa, untuk tepatnya mungkin Jawa Timur.

Pegunungan.

Cukup cantik bukan melihat pegunungan dari atas sini? Apa ya namanya? Kalo ga salah ini Gunung Bromo dan sekitarannya.

Pegunungan.

Setelah ini pesawat mulai menurunkan ketinggian untuk persiapan mendarat di Ngurah Rai Denpasar, pesawat melewati bagian selatan dari Pulau Jawa sekitaran Taman Nasional Alas Purwo.

Turun.

Dibawah terlihat pantai yang bagusss banget ditambah dengan daratan yang seperti savana. Kalau ada waktu dan biaya pasti akan saya masukkan ke list daerah yang wajib dikunjungi hehe.

TN Alas Purwo.

Dan ini foto Taman Nasional dilihat dari jauh. Bagus bangett dan pantainya tampak masih jarang terjamah oleh manusia, walaupun sama-sama di Pulau Jawa yang terkenal padat.

Disini juga pesawat berputar-putar selama 4 kali karena padatnya lalu lintas udara di Denpasar saat itu.

TN Alas Purwo.

Saat sudah clear pesawat langsung menurunkan flaps dan bersiap untuk mendarat, awak kabin jga sudah diperintahkan untuk duduk karena pesawat sudah dekat dengan daratan.

Flaps down.

Pesawat semakin turun dan turun, saat ini melewati awan tipis di final approach.

Final approach.

Hai Pulau Bali! Sudah mulai terlihat dan ga lama lagi kita akan segera mengakhiri penerbangan singkat yang menyenangkan ini.

Pulau Bali.

Jlesssss.

Mendarat dengan sempurna di Denpasar, selamat datang di Bali! Yeyyy akhirnya datang lagi di pulau ini hehe.

Mendarat!

Ternyata ada pesawat kepresidenan Indonesia dengan jenis Boeing 737-800. Halooo! Ini adalah pertemuan kedua saya dengan pesawat ini setelah sebelumnya mendapatkan foto saat planespotting di Yogyakarta beberapa tahun yang lalu.

A-001 Republik Indonesia.

Disana ada deretan pesawat yang didominasi oleh maskapai Indonesia, kira-kira dimana ya pesawat ini akan parkir?

Deretan.

Ternyata pesawat jalan terus ke ujung dan berbelok ke kanan.

Belok kanan.

Dan akhirnya pesawat ini berhenti di parking stand paling ujung, disini tidak tersedia garbarata yang artinya harus menggunakan salah satu dari bus yang terparkir disitu.

Berhenti!

Tak lupa sebelum turun pastinya foto wajib jugaa hehe, di Bali disediakan 2 tangga di bagian depan dan belakang pesawat.

Foto wajib.

Saatnya naik bis guysss!

Wahhhhh…. Ehemmm kode nih kode hehehe. πŸ˜€ πŸ˜€

737MAX!

Foto ini mengakhiri perjalanan saya dari Jakarta menuju Denpasar yeyyyy! πŸ˜€


Terima kasih banget sudah berkenan baca flight review ini! Akhirnya selesai juga membuat review singkat dari penerbangan saya menuju Denpasar ini!

Penerbangan ini bisa saya bilang enak banget bagi sekelas LCC, pesawat nya nyaman, bersih dan servis yang diberikan juga oke banget. Makanan yang disajikan di penerbangan ini enak bangettt! sangat worth it untuk membeli paket value pack karena sudah termasuk makanan, tempat duduk dan bagasi sebesar 20 kg.

Untuk kru yang bertugas di QZ7526 ini saya ucapkan terima kasih banget karena telah melayani penumpang dengan ramah. Benar-benar cocok untuk meraih maskapai berbiaya rendah terbaik untuk 10 tahun berturut-turut.

Oke menurut saya sudah cukup sampai disini reviewnya! Sampai jumpa di review saya selanjutnya! Jangan lupa tekan tombol bookmark dan jangan lupa juga untuk selalu datang di blog ini karena pastinya akan banyak konten menarik. Terima kasih! πŸ˜€

Instagram @Firstmarezacom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: