Flight Review

[FLIGHT REVIEW] Citilink Economy Class Green Zone QG723 Surabaya to Jakarta

Terbang bersama Citilink Indonesia dari Surabaya ke Jakarta

Halooooo kawan-kawan!

Terima kasih dan selamat datang di blog saya Firstmareza.com! Selamat datang kembali bagi para pembaca yang sudah pernah kesini sebelumnya! Selamat menikmati konten blog saya yaa semoga bisa menambah pengetahuan hehehe. Oh iya, apa kabar nih para pembaca? Semoga selalu sehat yaa. πŸ˜€

Sebelumnya, saya ingin menyampaikan rasa duka cita yang mendalam untuk para korban kejadian 737MAX Ethiopian Airlines 302 yang baru saja terjadi di bulan Maret dan Lion Air 610 Oktober lalu. 😦

Kembali lagi, sesuai judul diatas, kali ini akhirnya ada maskapai baru yang saya tulis di blog ini. Citilink Indonesia! Yeyyy! πŸ˜€

Citilink adalah salah satu maskapai berbiaya rendah (Low-cost) yang ada di Indonesia. Pesaing utama dari Citilink adalah si merah dan si singa yang saat ini tumbuh dengan sangat pesat, nahhhh kebetulan saya sudah mencoba si singa yang ga lama lagi bakal saya upload juga disini, jadi tunggu saja yaa post saya naik Lion Air hehehe.

Citilink saat ini mengoperasikan puluhan Airbus A320 dan akan terus bertambah kedepannya, Sebetulnya saya berharap akan terbang dengan Airbus seri terbaru yaitu A320neo, tetapi saya salah memilih penerbangan yang biasa dioperasikan oleh A320neo Citilink. Saya bersyukur juga karena waktu koneksi jadi tidak terlalu mepet dan bisa bersantai terlebih dahulu di lounge Terminal 1 Juanda Surabaya.

Okee bagi yang penasaran dengan review pertama Citilink di blog ini, yuk kita mulai! Seperti biasa, berikut data-data mengenai penerbangan terakhir dari trip singkat saya dari Jakarta, Semarang dan Surabaya ini.

Citilink QG723
Surabaya(SUB)-Jakarta (CGK)
Sabtu, 6 Oktober 2018
Durasi: 01h25m
Pesawat: Airbus A320-200
Seat: 5A

Sayangnya seat map Citilink Airbus A320 belum tersedia.

Seperti yang saya tulis di review saya sebelumnya, saya kesini untuk berpindah pesawat dari Semarang menuju Jakarta. Sebelumnya saya menggunakan jasa maskapai Garuda Indonesia dengan pesawat CRJ-1000. Sekarang saya berpindah dari Terminal 2 ke Terminal 1 menggunakan Shuttle Bus gratis yang disediakan oleh Bandara Juanda.

Perjalanan menuju Terminal 1 ditempuh dalam waktu kurang lebih 10 menit, serunya karena bis ini jalan tepat disamping landasan bandara Juanda. Kondisi di bis ini juga cukup sepi.

Setelah saya tiba di Terminal 1, segera saya masuk menuju ruang check-in yang saat itu cukup sepi, jadi hanya dalam 3 menit saya sudah mendapatkan boarding pass saya dan segera menuju security checkpoint yang ada 1 lantai diatas konter check-in.

Keadaan di security checkpoint kedua juga cukup sepi, semoga didalam pesawat nanti keadaannya juga cukup sepi hehehe.

Akhirnya saya sudah berada di airside Terminal 1 Bandara Juanda, Karena cukup gabut penerbangan masih sedikit lama, maka saya memutuskan untuk pergi ke lounge dan menunggu penerbangan saya. Dan karena hari sudah mulai malam, saya bisa dengan leluasa menunaikan ibadah disana.

Airside.

Lounge yang saya pilih kali ini adalah Blue Sky yang terletak disekitar Gate 9, saya pilih karena lokasinya tidak jauh dari gate tempat pesawat saya dioperasikan malam ini.

Blue Sky Lounge sendiri malam itu cukup sepi, hanya ada beberapa orang, yang saya kurang suka yaitu tempat duduk yang kurang private, pencahayaan lounge cukup oke karena tidak terlalu terang. Makanan disini saya juga suka karena tersedia salah satu makanan favorit saya, Opor Ayam hehehe.

Kemudian setelah menunaikan ibadah dan bersantai sambil mengisi baterai, saya pergi ke gate dimana pesawat saya akan berangkat. Walaupun masih ada kurang lebih 40 menit hehe. Disini saya sedikit kesal karena flight yang seharusnya saya pesan, QG721 menggunakan Airbus A320neo yang pengeeen banget saya naiki, doakan semoga bisa ya gaes kedepannya hehe.

Penumpang QG721 malam itu cukup sepi, semoga penerbangan saya juga sepi yaa.

Kurang dari 20 menit sebelum pesawat saya berangkat, saya beserta seluruh penumpang QG723 diperbolehkan untuk masuk kedalam pesawat. Jarang-jarang nih saya masuk sebagai penumpang pertama.

Penumpang pertama.

Ternyata saya diarahkan menuju kebawah, itu tandanya saya akan menaiki bus sebelum masuk ke pesawat. Setelah cukup penuh akhirnya bis ini berangkat menuju pesawat yang akan mengoperasikan penerbangan saya ini.

Berikut foto bis nya. Fotonya saya ambil waktu masih sepi bangett.

Bis.

Iseng-iseng saya bertanya jumlah penumpang malam ini, kemudian dijawab “Kurang lebih 53 penumpang mas” Yeyyy! Beneran sepi penerbangan malam ini! Semoga saya sendirian di baris saya supaya lebih private hehehe.

Kurang lebih 2 menit jalan di bis, saya tiba tepat didepan pesawat Citilink QG723 malam ini. Registrasinya PK-GQC, pesawat ini masih berusia cukup muda tapi masih menggunakan mesin lama bukan mesin baru kayak A320neo.

PK-GQC.

Seperti biasa, sebelum masuk pesawat via tangga saya tentunya menyempatkan diri untuk mengambil foto yang disebut “foto wajib”. Sengaja saya lakukan disini karena takut di Jakarta tidak kebagian turun lewat tangga.

Bagi yang ingin tahu foto wajib, kira-kira fotonya kayak gini.

Foto wajib.

Yuk ikuti saya masuk ke pesawat! Saya langsung masuk dan mencari tempat duduk saya selama 1 jam lebih kedepan, tempat duduk saya cukup mudah dicari karena berada di baris terakhir seat yang ada hijau-hijaunya alias Green Zone. Kursi jenis ini bisa dibeli dengan biaya ekstra karena mendapat snack tambahan dan tentunya cukup mudah untuk keluar karena berada didepan pesawat.

Selain itu apakah ada yang berbeda dari kursi kelas ekonomi biasa? Yuk kita cari tahu lebih dalam nanti! πŸ˜€

Green Zone.

Sudah mulai hafal kan? Pastinya saya memilih tempat duduk yang berada tepat disamping jendela! Haloooo 5A! Rasanya agak gimana gitu kalo ga duduk di dekat jendela hehehe.

Halo 5A!

Untuk seat Citilink ini tampak oke, seperti LCC kebanyakan sih hehe, tidak terlalu special banget dan biasa-biasa saja. Langsung aja yuk duduk di 5A!

Yuk duduk!

Tampilan yang akan saya lihat didepan tampak cukup standar seperti low cost carrier kebanyakan, tanpa AVOD dan polos-polos aja.

Khas LCC.

Begitu juga dengan meja lipatnya, cukup standar juga tanpa iklan-iklan yang cukup mengganggu. Jadi terlihat cukup bersih.

Tray table.

Seperti biasa hampir setiap maskapai memiliki kantung kursi yang berisi majalah dan hal-hal lainnya. Mau tau detail dari kantung kursi Citilink? Yuk scroll terus kebawah hehehe, nanti akan saya ulas setelah pesawat berada di ketinggian.

Kantung kursi.

Dan bagaimana untuk legroom dari Citilink ini? Saya rasa cukup standar juga khas LCC, tampak sama dengan ruang kaki dari maskapai pesaingnya yaitu Air Asia.

Kalau dibandingkan dengan Lion Air sih, kita lihat nanti yaaa ga lama lagi bakal ada review Lion Air kok, jadi stay tuned aja yaa di blog ini! πŸ˜€

Legroom.

Well, ga lama setelah selesai mengulas tempat duduk, ternyata sudah terdengar kalau proses boarding sudah selesai. Saya senang banget karena kabin di Green Zone ini kosong, lebih tepatnya sih benar-benar kosong hehe.

Kalau mau istirahat habis takeoff nanti juga mudah karena kaki bisa diluruskan mengingat sebelah sebelah saya yang kosong.

Boarding complete!

Oh iya hampir lupa ini adalah view yang akan didapatkan kalau duduk di kursi nomor 5A, masih cukup nyaman karena berada di bagian depan pesawat yang suara mesinnya cukup senyap.

Foto ini saya ambil sekalian pesawat ini pushback yaa, maaf tadi kelupaan.

View luar.

Proses pushback cukup cepat dan dalam beberapa menit pesawat ini sudah mulai bergerak menuju landasan yang aktif.

Saatnya jalan!

Dan benar, hanya dalam 5 menitan pesawat ini sudah berada di ujung landasan dan menunggu pesawat yang akan mendarat sebelum masuk ke runway dan memulai proses lepas landas.

Menunggu.

Kini saatnya takeoff menuju Jakarta! Terima kasih banget Surabaya atas waktunyaaa hehehe. Sampai jumpa lain waktu, Surabaya! (Spoiler: Ga lama lagi hehe)

Sampai jumpa Surabaya!

Pesawat ini lalu berputar kekiri dan langsung mengarah ke Jakarta, dibawah adalah foto Bandara Juanda yang tadi saya kunjungi.

Oh iya karena keadaan diatas sudah gelap seperti foto ini, jadinya ga banyak foto ya guys karena kamera saya ga bisa ngambil foto gelap hehehe.

Bye bye!

Seperti biasa pada ketinggian 10.000 kaki diatas permukaan laut, tanda kenakan sabuk pengaman dimatikan. Cuaca diatas ini juga sangat baik hampir tidak ada guncangan.

Lampu dimatikan.

Cerah kan? Lampu-lampu Kota Surabaya masih terlihat jelas diatas sini.

Kota Surabaya.

Seperti yang saya bilang tadi, load penumpang pada penerbangan malam ini cukup sepi, dan ternyata saya adalah satu-satunya penumpang yang duduk di Green Zone bagian depan, Senang deh bisa leluasa pindah-pindah tempat duduk hehe.

Sendiri.

Kini saatnya kita bahas yaa servis dan penjualan yang ada di Citilink ini! πŸ˜€

Oke khusus untuk penumpang yang duduk di Green Zone berhak untuk mendapatkan sajian makanan ringan. Snack yang disajikan kali ini adalah Fitbar.

Fitbar.

Tapi untuk saya, satu porsi Fitbar tidak cukup untuk mengganjal perut saya hehe. Jadinya supaya nanti ga makan lagi setelah sampai di Jakarta, saya memutuskan untuk membeli lagi makanan berat Citilink pada penerbangan ini.

Pilihan saya jatuh kepada Nasi Kuning Cakalang, makanan ini sebelumnya sudah pernah saya coba beberapa waktu lalu saat terbang ke Denpasar, namun saat itu saya tidak membuat review nya, baru kesampaian sekarang dehh hehe.

Menurut saya ini adalah makanan yang paling enak yang ada di Citilink.

Nasi Kuning Citilink.

Yuk kita buka penutup makanannya! πŸ˜€

Nahhhh seperti ini tampilannya! Yang pasti ada nasi kuning, lalu ada telur, sambal, ikan cakalang dan kalo ga salah di ujung sana ada kentang.

Nasi kuning!

Untuk menemani makan malam ini saya juga membeli air mineral Aqua.

Air mineral.

Makanan saya sudah saya habiskan, kurang lebih saya berada di titik ini, masih ada puluhan menit sebelum tiba di Soekarno-Hatta.

Masih cukup lama.

Enaknya duduk sendirian di sini kalau makanan sudah habis bisa saya taruh di meja paling ujung supaya tidak mengganggu saya yang sudah cukup lelah karena 3 perjalanan hari ini hehe.

Ehh ada penampakan Snack Box Garuda tadi hehehe, kebetulan masih ada sisa snack jadinya saya makan sekalian dehh.

Makanan.

Oh iya kebiasaan saya saat mereview penerbangan ada yang belum dilakukan. Seperti biasa, yuk kita ubek-ubek isi dari kantung kursi didepan! πŸ˜€

Yang pertama ada buku menu makanan dari Citilink, karena ini ulasan pertama saya tentang Citilink, kita buka yuk halaman demi halaman di buku menu ini! Rata-rata makanan berat Citilink dijual dengan harga 55.000 Rupiah, untuk detailnya bisa sambil di scroll kebawah yaa.

Buku menu.

Yang pertama ada Sate Ayam dan Lontong, aslinya saya ingin memilih ini tetapi takut ga kenyang hehehe.

Sate ayam.

Makanan untuk vegetarian juga ada lhooo namanya Green Garden Salad.

Salad dan Sandwich.

Untuk foto-foto berikutnya saya buat hanya dengan menyertakan caption yaa, mohon maaf kalau fotonya kurang jelas. 😦

Nasi Kapau Bukittinggi.
Nasi kuniing! Dan Nasi goreng spesial.

Waaaaah ada Spaghetti jugaa! Review selanjutnya kita coba ya Spaghetti didalam pesawat! Tapi saya bakal naik maskapai yang berbeda kok hehehe.

Kira-kira airline apa yaa yang bakal saya ulas setelah ini?

Spaghetti dan Nasi Ulam.
Nasi Goreng Hijau dan Omelette.

Selain signature food, Citilink juga menyediakan signature drink nya juga lhoo, pastinya berbau hijau-hijau juga dongg. Ini dia Jus Kacang Hijau!

Jus Kacang Hijau.

Di Citilink ini juga menjual pudding PUYO lhoo guys! Kalo kepingin dessert yang enak bisa beli PUYO nya sekalian dehh hehe.

Puyo.

Sampai juga dehh di halaman terakhir dari buku menu ini! Di paling belakang ada petunjuk cara memilih kursi di Citilink.

Jadi di Citilink ada 2 zona sama halnya dengan Air Asia Hot seat dan regular seatnya, sedangkan di Citilink diberi nama Green Zone dan regular zone.

Saya membeli tempat duduk di Green zone dengan harga 105.000 rupiah, penumpang yang duduk disini akan mendapatkan beberapa kelebihan dibanding penumpang yang duduk di regular zone, seperti akses lounge bagi penumpang yang berangkat dari Halim Perdanakusuma, dan juga mendapat snack tambahan seperti yang tadi saya foto, Fitbar.

Pilih kursi.

Berikutnya ada safety card dari Citilink Airbus A320-200.

Safety Card bagian depan.

Lalu berikutnya ada majalah Citilink Store yang berisi barang-barang yang bisa dibeli.

Citilink Store.

Yang terakhir ada inflight magazine Citilink yang dinamakan Linkers, ini berisi tentang info destinasi-destinasi Citilink dan lainnya, sama seperti majalah Colours dari Garuda Indonesia.

Majalah Linkers.

Selesai juga dehhh ubek-ubek kantung kursinyaa hehehe.

Lanjut yaaa sekarang saya akan menuju ke toilet untuk mengecek kelengkapan yang ada di toilet Citilink.

Isi toiletnya cukup basic, tidak ada amenities tambahan, hanya ada sabun cuci tangan. Toiletnya cukup bersih tetapi ada sedikit “bekas” dari penumpang sebelumnya yang masuk ke toilet ini.

Toilet.

Sebelum kembali ke tempat duduk saya menyempatkan diri untuk mengambil gambar kabin dari Citilink A320 ini. Cukup sepi jadinya saya bisa leluasa mengambil gambar kabin.

Cabin view.

Overhead bin di pesawat ini didominasi oleh iklan dari Tiket.com.

Tiket.com

Kini saatnya saya bersantai sejenak sambil menunggu pesawat turun dan mendarat di Soekarno-Hatta Jakarta.

Bersantai.

Tak terasa pesawat sudah mulai turun dari ketinggian jelajahnya, dan kini sudah mendekat dan memulai persiapan mendaratnya.

FYI guys untuk membuka aplikasi Maps ini aman ya karena tidak menggunakan data sama sekali, mode pesawat saya juga masih dinyalakan kok hehe. Karena untuk servis lokasi device ini hanya menggunakan satelit untuk bekerja.

Sudah dekat.

Dibawah sana sudah terlihat Kota Jakarta, tapi kok masih cukup tinggi ya? Ternyata pesawat ini mendarat di runway 07 yang berada di atas Kota Tangerang.

Jakarta.

Tanda kenakan sabuk pengaman sudah dinyalakan lagi! Kini saatnya bersiap-siap untuk mendarat! πŸ˜€

Dinyalakan lagi.

Sebentar saya coba untuk tidur karena masih berputar untuk mendarat, waktu bangun ternyata kabin sudah siap. Lalu saya menemukan makanan saya yang masih ada di tempat duduk.

Sebelumnya saya taruh disini supaya lebih mudah diambil dan juga meja lipat yang sudah harus dikunci lagi. Mungkin seharusnya kru bisa lebih aktif dalam clear up kabin.

Makanan.

Pesawat semakin turun dan turun, kali ini kita akan mendarat di runway 07L yang berada diseberang landasan terminal 1C Citilink. Jadi nambah waktu dehh untuk jalan menuju terminalnya huhuhu.

Semakin dekat.

Akhirnya pesawat ini mendarat dengan mulus dan tepat waktu! Kurang lebih 20 menit sebelum jadwa tiba di Soekarno-Hatta.

Pesawat ini langsung ngebuttt menuju ke Terminal 1C hehehe.

Hai Citilink!

Yahh sayang sekali pesawat ini harus parkir di tempat yang tidak ada garbaratanya, padahal ingin buru-buru ngejar kereta bandara hehehe. 😦

Parkir.

Terima kasih Citilink atas tumpangannya menuju Jakarta! Sampai jumpa lagi di lain waktu! πŸ˜€

Bye QG!

Setelah menaiki bus yang cukup sesak ke terminal kedatangan, akhirnya saya berhasil tiba dan langsung berlari menuju ke Kalayang dan Stasiun untuk menaiki kereta menuju Batu Ceper.

Sampai!

Terima kasih kawan-kawan sudah membaca sampai sini! πŸ™‚ πŸ™‚


Fiuuuh Akhirnya trip singkat saya dari Semarang dan Surabaya ini telah berakhir.

Menurut saya penerbangan Citilink ini cukup nyaman, seperti biasa saya tidak berekspektasi tinggi dengan penerbangan ini karena ini adalah maskapai LCC.

Untuk perks sebagai penumpang yang duduk di Green Zone cukup oke juga, mungkin yang saya rasa cukup kurang adalah tidak adanya Priority boarding untuk masuk pesawat dan bagasi kalau ada. Tapi saya cukup mengapresiasi karena disajikan snack secara gratis.

Makanan menurut saya oke bangetttt! Enak dan porsinya juga lumayan, harga segitu lah yaa hehe standar LCC. 2 jempol untuk makanan di Citilink!

Oke menurut saya sampai sini saja, sampai jumpa di lain waktu dan terima kasih sekali lagi sudah mau mampir dan membaca flight review saya!

Instagram @Firstmarezacom

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: