Flight Review

[FLIGHT REVIEW] Garuda Indonesia Explore Jet Economy Class GA367 Semarang to Surabaya

Terbang bersama Garuda Indonesia dari Semarang ke Surabaya

Halo semuanyaaaa! πŸ˜€

Selamat datangg di pos Firstmareza.com yang terbaru! Apa kabar nih para pembaca? Semoga selalu sehat dan selamat membaca pos saya! πŸ™‚

Kini saya kembali lagi untuk menuntaskan hampir semua fleet Garuda Indonesia yang aktif, mulai dari 737-800NG sampai 777-300ER. Sebetulnya masih ada 2 sih hehehe, ATR72-600 dan 737MAX yang terbaru.

Untuk ulasan ATR72-600 sudah saya buat dan masih menunggu antrian untuk diupload di blog saya ini, beserta ATR72-500 Wings Air yang saya lakukan dari Yogyakarta ke Surabaya pulang pergi.

Sesuai judul, saya akan terbang bersama Garuda Indonesia dengan fleet yang cukup asing di Asia Tenggara, bahkan di Asia sendiri. Karena tampaknya hanya ada kurang dari 5 operator pesawat jenis ini yang ada di Asia.

Namanya Bombardier. Bombardier ini adalah produsen pesawat yang berbasis di Kanada, Garuda Indonesia mengoperasikan 1 tipe dari Bombardier ini yang dinamakan CRJ-1000. CRJ-1000 ini merupakan varian terbesar dan terpanjang dari seri CRJ, tapi menurut saya dalamnya masih cukup sempit juga hehehe.

Bagi para pembaca yang penasaran untuk mencoba pesawat jenis ini, Garuda Indonesia cukup banyak mengoperasikan pesawat jenis ini di Pulau Jawa. Salah satunya adalah rute yang saya coba kali ini, mengantarkan saya dari Semarang menuju destinasi saya selanjutnya, Surabaya setelah saya turun dari kereta api Argo Muria.

Oh iya, berikut data-data pada penerbangan saya hari ini.

Garuda Indonesia GA367
Semarang (SRG)-Surabaya (SUB)
Sabtu, 6 Oktober 2018
Durasi: 01h15m
Pesawat: Bombardier CRJ-1000
Seat: 38A

Untuk perjalanan dari Stasiun Semarang Tawang menuju Bandara Achmad Yani, saya menggunakan Taksi yang banyak tersedia di parkiran Stasiun Semarang Tawang, perjalanan ke bandara memakan waktu selama 30 menit.

Akhirnya guys saya tiba di Bandara Achmad Yani, saya segera menuju konter check-in untuk mencetak boarding pass. Ini adalah kali pertama saya menginjakkan kaki di bandara ini setelah kurang lebih 2 tahun. Dan ini kali pertama juga saya masuk di bandara baru, dan jujur, bandara ini kereeeeen banget! Ini dia fotonya! πŸ˜€

Bandara baruuu!

Warna di bandara ini didominasi oleh warna putih yang bagus! Gimana guys komen mengenai bandara baru ini? Tulis dibawah yaa!

Konter check-in.

Setelah saya mendapatkan boarding pass untuk perjalanan saya ke Surabaya, saya kembali keluar untuk menuju lounge yang ada di bandara ini. Di pintu masuk lounge ini terdapat pemeriksaan barang sendiri, jadi kalau misalnya rame banget keadaan didalem, security check disini bisa dijadikan satu pilihan. Setelah itu saya langsung naik lift menuju lounge. Lounge yang ada di Achmad Yani dioperasikan oleh Concordia. Selain di Semarang, Concordia juga ada di Surabaya dan Solo.

Concordia Lounge.

Untuk tahun ini, 2019. Saya bisa mengakses lounge ini secara gratis karena tingkatan membership saya di GarudaMiles. Tapi pada waktu review ini dibuat saya masih berada di tingkat kedua alias Silver, jadinya saya memutuskan untuk membayar menggunakan cash untuk masuk tempat ini. Biayanya kalo ga salah 120 ribu rupiah.

Pembayaran dan akses.

Setelah menunggu selama kurang lebih 50 menit, saya menuju kebawah ke gate GA367. Ga lama saat saya sampai dibawah, ternyata penumpang Garuda Indonesia GA367 sudah diperbolehkan masuk ke pesawat. Maaf ya guys foto ruang tunggu nya tidak tersedia karena buru-buru masuk pesawat hehe.

Kemudian boarding pass saya dicek, lalu saya turun untuk jalan menuju pesawat karena pesawat saya tidak berada di gate yang memiliki garbarata. Mungkin CRJ-1000 juga tidak bisa menggunakan garbarata juga hehehe.

Turun!

Saat turun, di apron tersedia Garuda Indonesia 737-800NG yang sepertinya mengarah ke Jakarta, CRJ-1000 Garuda Indonesia yang akan membawa penumpang ke Surabaya dan Ujung Pandang, yang terakhir ada ATR72-600 NAM Air.

Apron.

Dan ini foto lebih dekat dari CRJ-1000 yang akan membawa saya ke Surabaya hari ini.

Haiiii!

Kini saatnya masuk ke pesawat! Terlihat disana registrasi pesawat ini PK-GRE. Pesawat ini sekarang (Februari 2019) berusia 6.3 tahun. Masih cukup muda tampaknya.

PK-GRE!

Pintu pesawat CRJ-1000 bisa digunakan juga sebagai tangga masuk, seperti pintu masuk ATR72-600 yang bisa difungsikan seperti ini juga. Bedanya penumpang bisa masuk menggunakan pintu depan.

Saatnya masuk!

Kini saya sudah berada didalam pesawat! Pertama kali disambut oleh pramugara yang ramah dan diarahkan langsung ke tempat duduk saya yang berada di bagian belakang pesawat.

First impression saya tentang pesawat ini, terasa cukup sempit dan kecil. Untuk ukuran saya, saya harus jalan sedikit menunduk agar tidak kepentok langit-langit pesawat ini yang rendah. Semoga tempat duduk saya nanti cukup luas yaa baik width nya maupun legroom nya hehehe.

3 baris terdepan dari pesawat ini dulunya difungsikan sebagai kelas bisnis, tetapi saat saya terbang ini sudah difungsikan sebagai kelas ekonomi, dan mulai akhir tahun 2018 kelas bisnis sudah kembali ke pesawat explore jet ini. Yang pasti legroom sedikit lebih luas dari kelas ekonomi di belakang.

Masuk.

Jalan sedikit ke belakang pesawat, saya sudah berada di bagian kelas ekonomi, dan hanya selangkah lagi menuju tempat duduk yang akan saya duduki selama 1 jam kedepan. Tempat duduknya tampak sama aja bukan dengan kelas bisnis tadi?

Ekonomi.

Akhirnya saya sampai di baris tempat duduk saya. 38. Di CRJ-1000 tidak ada kursi yang berada di tengah, hanya kursi jendela dan kursi aisle (lorong).

Row 38.

Sudah tahu kan? Pastinya saya memilih kursi yang ada didekat jendela! Halo 38A! Berikut foto lebih dekat dengan tempat duduk saya, gimana ya rasanya duduk disana? Apakah nyaman atau tidak mengingat kursi nya yang cukup kecil.

Halo 38A!

Saat duduk, rasanya cukup nyaman kalau menurut saya, padding tempat duduk nya tidak terlalu keras.

Dan ini yang akan saya lihat untuk 1 jam nanti kalau menghadap kedepan. Pesawat ini tidak memiliki AVOD seperti ATR72-600 Garuda Indonesia. Mungkin karena pesawat ini dioperasikan untuk rute-rute jarak pendek jadinya tidak diberi AVOD, tetapi saat ini pesawat CRJ dioperasikan juga untuk rute Jakarta-Labuan Bajo dengan waktu perjalanan selama kurang lebih 2 jam. Kira-kira enak ga ya? Maaf soalnya saya #TeamAVOD hehehe. πŸ˜€

Tanpa TV.

Untuk meja lipat saya rasa cukup standar. Ukurannya cukup besar.

Tray Table.

Seperti biasa, dibawah meja lipat ada kantung yang berisi majalah majalah dan barang lainnya, untuk detail seperti biasa akan saya ulas waktu sudah terbang nanti.

Seat pocket.

Dan yang terakhir, ruang kaki atau yang biasa disebut legroom. Bagaimana nih guys? Silahkan lihat gambar dibawah, kalau menurut kalian kira-kira luas atau sempit ya?

Kalau menurut saya sih luasssss hehehe, walaupun pesawat ini memiliki lebar cukup sempit, tapi legroom dari tempat duduk nya enak banget!

Legroom.

Desain overhead panel pesawat ini cukup bagus, lebih keren dari 737 lama menurut saya. Dan ada 1 fitur yang sangat saya sukai, yaitu tersedia air nozzles untuk setiap individu. Jadi udara bukan dikontrol dari sentral dan bisa diubah-ubah sesuai kebutuhan kita.

Overhead panel.

Dan ini view dari tempat duduk saya, saya berada dibelakang sayap dan cukup dekat dengan mesin. Jadi deruan mesin pesawat ini bakalan cukup terdengar dari tempat duduk saya nanti.

View.

Satu hal yang saya kurang suka dari pesawat CRJ-1000 ini yaiu jarak antar kacanya. Bagi avgeek seperti saya, tempat duduk di baris 32 ini cukup sulit untuk mendapat view diluar, karena tepat disamping tempat duduk ini tidak terdapat jendela.

Tidak ada jendela.

Jadi kalau mau mengambil foto harus sedikit bergeser ke belakang agar mendapat jendela. Jika ingin tempat yang pas mungkin bisa bergeser sedikit ke baris 31.

Jendela.

Oke skip skip, sehabis semua penumpang masuk ke pesawat dan pemuatan bagasi selesai, pesawat ini mulai mundur dan menghidupkan kedua mesinnya. Woohooo penerbangan pertama saya dengan CRJ-1000 Garuda Indonesia! πŸ˜€ πŸ˜€

Pushback.

Ga lama kemudian akhirnya pesawat ini diperbolehkan jalan menuju landas pacu, meninggalkan Garuda Indonesia dan Citilink yang tampaknya sama-sama menuju Jakarta. Selamat tinggal Semarang! Sampai jumpa ga lama lagi!

Taxi.

Setelah menunggu pesawat yang mendarat, pesawat ini mulai memasuki runway untuk berputar arah diujung.

Masuk runway.

Benar, saat sampai ujung landasan pesawat berputar arah dan bersiap lepas landas menuju Surabaya.

Berputarrr.

Mesin mungil pesawat ini mulai menderu, itu tandanya kita sudah berangkaat! Kurang lebih 20-30 detik, pesawat lepas landas dan meninggalkan Semarang. Sampai jumpa lagi Semarang! Terima kasih 2 jam lebih nya hehehe.

Babayy Semarang!

Proses takeoff akhirnya selesai yeyy, kemudian pesawat langsung belok kekanan dan langsung mengarah ke Surabaya. Kota kedua hari ini.

Menuju Surabaya.

Saat berada di ketinggian 10.000 kaki diatas permukaan laut, lampu tanda kenakan sabuk pengaman akhirnya dimatikan. Sepengetahuan saya pesawat ini cruising nya ga tinggi-tinggi banget kok, mungkin karena jarak yang ditempuh sangat dekat.

Lampu kenakan sabuk pengaman.

Oh iya tadi saya sudah bilang mau ngubek-ngubek isi dari kantung kursi, nah sekarang yuukkk kita ubek-ubek!

Isinya sudah pasti ada kartu keselamatan atau safety card. Kartu ini kebetulan belum ada nih di koleksi saya, next time yaa saya taruh ini di koleksi kartu saya hehehe.

Berikut tampilan depan dan belakang dari safety card CRJ-1000 ini.

Bagian depan.
Bagian belakang.

Karena tidak ada AVOD, kehadiran majalah ini juga sangat membantu untuk menghilangkan bosan. Majalah Colours, yang berisi destinasi-destinasi baik di Indonesia maupun di luar negeri. Cover majalah ini cukup bagus dan isinya pun juga ga kalah menarik.

Majalah Colours.

Berikutnya ada majalah Arcade yang berisi barang-barang belanja yang bisa didapatkan didalam pesawat. Namun untuk penerbangan singkat ini penjualan barang-barang ditiadakan.

Majalah Arcade.

Yang terakhir ada kantung muntah atau airsickness bag. Dibelakangnya juga ada promo dari Arcade tentang kartu Brizzi edisi Asian Games 2018.

Airsickness bag.

Kelewat juga tadi, berikut foto tray table nya jika dibuka. Ukurannya saya rasa cukup standar dan seperti biasa ada cekungan untuk gelas minuman.

Tray table.

Yang membuat saya senang sekali dengan penerbangan ini yaitu dibagikan snack! Dengan waktu tempuh yang singkat banget (30 menit) penumpang tetap dibagikan snack yang isinya sama dengan penerbangan lainnya yang cukup jauh.

Terima kasih Garuda Indonesia! πŸ˜€

Snack box.

Oke langsung aja kita buka isi dari kotak snack nya, yang pertama ada air mineral, pada penerbangan ini tidak ada servis minuman tambahan, jadinya hanya bisa minum air dari snack ini saja.

Air mineral

Snacknya sendiri ada 2 macam, yang pertama ada roti. Saya sendiri kurang tahu ini roti dalamnya apa hehehe karena tidak saya makan, masih terlalu kenyang setelah menyantap makanan yang disediakan di lounge bandara Achmad Yani.

Roti.

Berikutnya dan yang terakhir tersedia 1 kue yang cukup enak, nah untuk kue ini saya makan karena tergiur dari warna yang menarik hehehe. πŸ˜€

Kue.

Keadaan diluar saat ini pesawat sudah mulai menurunkan ketinggiannya menuju bandara Juanda di Surabaya.

Mulai turun.

Sayap CRJ-1000 saya bilang keren banget! Terlebih ada corak warna Garuda Indonesia diujung sayapnya.

Winglet.

Kemudian pesawat sudah turun dibawah 10.000 kaki diatas permukaan laut dan tanda kenakan sabuk pengaman kembali dinyalakan.

Oh iya guys itu jalan tol bukan ya?

Turuun.

Disebelah sana mulai terlihat gedung-gedung tinggi di Surabaya, sayang sekali saya hanya transit jadi tidak bisa menikmati Kota Surabaya hari ini. Lain kali ya Surabaya! πŸ™‚

Gedung.

Semakin dekat dengan Bandara Juanda! Yeyy!

Semakin dekat.

Akhirnya touchdown dengan sangat mulus di Juanda Surabaya, senang sekali akhirnya bisa mendarat pertama kali dengan pesawat jenis ini, selama ini hanya penasaran dan akhirnya bisa merasakan hehehe.

Mendarat!

Penerbangan Garuda Indonesia dioperasikan di Terminal 2, setelah ini saya harus buru-buru ke Terminal 1 untuk terbang kembali ke Jakarta. Untungnya pesawat ini tiba tepat waktu.

Menuju Terminal 2.

Pada akhirnya pesawat berhenti dengan sempurna yey! Untuk penumpang lanjutan ke Ujung Pandang (Makassar) tetap duduk di pesawat, mohon maaf banget nih jadinya gaada foto kabin CRJ-1000 nya.

Berhenti!

Saya pun keluar dari pesawat karena ga melanjutkan penerbangan ke Makassar. Terima kasih untuk kru GA367 yang bertugas hari ini! Sampai jumpa lagi!

Keluar.

Terima kasih juga PK-GRE atas tumpangannya! Selamat melanjutkan tugas! πŸ˜€

RE…. Reza?

PK-GRE.

Karena berhenti cukup jauh maka penumpang diantar oleh bus menuju terminal kedatangan.

10 menit kemudian saya menginjakkan kaki lagi di Terminal 2 setelah sekian lama.

Terminal 2 Arrival.

Segera saya keluar dan mengejar shuttle bus yang menghubungkan Terminal 2 dengan Terminal 1.

Shuttle Bus.

Ini mengakhiri review Garuda Indonesia CRJ-1000 saya yayyy! πŸ˜€


Terima kasih saya ucapkan untuk seluruh kru yang bertugas di GA367 ini karena melayani penumpang dengan sangat baik dan ramah.

Penerbangan ini cukup enak tetapi cukup singkat, walaupun tidak tersedia AVOD tetapi masih enak mungkin karena saya terlalu excited terbang pertama kali dengan tipe pesawat yang masih sangat asing bagi saya, CRJ-1000. Sebelumnya saya hanya terbang dengan adik kecilnya DHC-Q400 tahun 2016 lalu di negara asalnya, Kanada.

Overall penerbangan ini cukup menyenangkan, terima kasih Garuda Indonesia dan terima kasih juga untuk para pembaca yang telah mensupport blog saya hingga saat ini! Terima kasih dan sampai jumpa pada penerbangan saya selanjutnya! πŸ˜€

Instagram @Firstmarezacom

1 komentar

Tinggalkan Balasan ke Reni Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: