Train Review

[TRAIN REVIEW] Argo Muria KA14 Kelas Priority Gambir to Semarang

Naik Argo Muria dari Jakarta Gambir ke Semarang Tawang

Haloooo semuanyaaa! 🙂

Terima kasih dan selamat datang kembali di Firstmareza.com! 😀

Senang sekali dapat bertemu lagi dengan para pembaca blog ini! Apa kabar juga nih? Semoga selalu sehat yaa hehe.

Seperti biasa saya hadir kembali dengan review-review yang sangat menarik untuk dibaca! Semoga dengan adanya tulisan ini jadi menambah pengetahuan para pembaca tentang ragaman transportasi yang ada di Indonesia kita tercinta ini.

Di pos sebelumnya saya sudah mengulas tentang kereta termahal saat ini dan paling baru juga, nah kali ini saya hadir untuk mengulas kereta yang bukan merupakan kelas eksekutif maupun ekonomi, tetapi kelas yang menurut saya cukup mewah. Bahkan saya rasa dari segi servis ini lebih mewah dari kereta kelas luxury yang minggu lalu saya ulas.

Nama kereta ini adalah…. Yap! Argo Muria! Ini merupakan kereta “Argo” Keempat yang saya ulas selain Argo Parahyangan, Argo Lawu dan Argo Bromo Anggrek. Kereta ini menghubungkan Jakarta dengan Semarang dengan waktu tempuh 6 jam dari Gambir hingga Semarang Tawang. Di jadwal kereta ini berangkat pukul 7 pagi dari Stasiun Gambir dan dijadwalkan tiba di Semarang pada pukul 13.00 siang.

Kereta ini menggunakan rangkaian kelas eksekutif tahun 2017, dan saya akan menaiki kelas Priority yang tampaknya tersedia di hari-hari tertentu saja.

Untuk perjalanan kali ini saya akan menumpang Argo Muria full trip dari stasiun awal hingga stasiun akhir di Semarang Tawang. Jadi maaf yaa bila ada kesamaan stasiun dari review saya kemarin hehehe.

Yuk langsung aja kita masuk ke ulasan saya tentang kereta ini!

Karena kereta ini berangkat pukul 7 pagi, maka saya tidak bisa menggunakan KA Bandara yang biasa saya gunakan untuk transportasi dari dan menuju Jakarta. Jadinya saya menggunakan taksi yang berangkat pukul 5 pagi dari rumah saya.

Karena masih pagi, maka perjalanan saya menuju Stasiun Gambir bisa ditempuh hanya dalam 40-50 menit. Saat saya tiba di gambir masih menyisakan waktu kurang lebih 1 jam.

Masih ada waktu sekitar 1 jam, saya memutuskan untuk sarapan roti terlebih dahulu di kopitiam langganan saya setiap bepergian dari Gambir hehe.

Setelah sarapan dan cukup kenyang, akhirnya saya menuju ke peron untuk menunggu Argo Muria saya ke Semarang. Proses pengecekan boarding pass cukup cepat karena tidak ada banyak antrian pada pagi hari.

Saat saya berada di peron, ada pengumuman kalau Argo Muria baru diberangkatkan menuju Gambir, jadi saya harus menunggu selama kurang lebih 10 menit sampai kereta ini tiba di Stasiun Gambir. Di jalur 4 Tersedia KA Argo Parahyangan. (kalo ga salah hehe)

Sepertinya Argo Parahyangan.

Waaaaaa kereta ini menggunakan stainless steel hehehe. Kereta jenis ini akan saya review ASAP yaaa. 😀

Stainless steel!

Itu adalah pemandangan jika saya menghadap ke arah timur, jika saya menghadap barat, nah ini dia view cantik khas Stasiun Gambir. Monumen Nasional! 😀

Sayang waktu itu cuaca kurang mendukung jadi gambarnya kurang bagus, maaf ya guys hehe.

Monumen Nasional.

Ada pemberitahuan dari announcer kalau kereta Argo Muria akan segera tiba, nah mungkin saja Argo Muria yang akan saya naiki berada dibelakang kereta Commuter Line ini.

Commuter line.

Benar sekali! Disana mulai terlihat lokomotif CC 206 dan kereta eksekutif dibelakangnya. Halo Argo Muria!

Halo Argo Muria!

Lokomotif yang bertugas kali ini adalah CC 206 13 38 milik dipo induk Sidotopo (SDT).

Puong.

KA Argo Muria ini menggunakan kelas eksekutif tahun 2017, belum menggunakan stainless steel tetapi masih cukup baru. Sayang banyak yang bilang kalau kereta angkatan ini dan angkatan 2016 cukup berisik saat jalan.

K1 2017.

Ini dia tulisan KA Argo Muria! 😀

KA Argo Muria.

Setelah kurang lebih 8-9 kereta kelas eksekutif, di paling belakang tersedia kereta yang ingin saya naiki. Kelas Priority yang warna eksteriornya jauh berbeda dari kereta didepannya hehe.

Priority.

Kereta kelas priority ini berusia cukup tua, kereta ini dulunya merupakan kereta kelas bisnis buatan tahun 1982. Well bisa dihitung usia kereta ini sampai hari ini. Kereta ini nomor lengkapnya yaitu K1 0 82 17, buatan tahun 82 dengan nomor urut 17.

K1 0 82 17

Kini saatnya masuk kedalam KA Priority ini!

Didalam, ambience dan feel di kereta ini sangat mewah! Walaupun tampaknya tidak terlalu luas, tetapi tetap nyaman. Dan sepertinya kereta ini bakal lebih kedap juga dibanding kereta-kereta lainnya karena dibalut dengan sesuatu yang tebal disamping dan karpet.

Untuk ambience saya rasa lebih menyukai kelas ini dibanding kelas luxury yang saya coba sebelumnya, bagi yang belum baca bisa langsung cuss dilihat disini. https://flywithreza.wordpress.com/ka2l-gmr-smt/

Masuk!

Tidak jauh dibelakang sana, ada kursi yang akan saya duduki selama 6 jam kedepan. Ga begitu belakang, tapi ga begitu depan juga hehehe.

6A!

Seperti biasa, tempat duduk yang saya pilih berada tepat disamping jendela untuk keperluan mengambil gambar yang lebih leluasa hehe. Halo 6A! Semoga 6B kosong yaa! 😀

6A!

Tempat penyimpanan bagasi di kereta ini juga sudah memiliki penutup lhoo! Jadi kabin terlihat lebih elegan dengan model penutup bagasi ini. Tetapi untuk menutup bagasinya sedikit sulit karena penutupnya cukup berat.

Penyimpanan bagasi.

Sekarang saatnya duduk di 6A! Yesss salah satu alasan kenapa saya ingin menaiki kereta priority ini adalah AVOD nya! Senang sekali kalo disini tersedia, nanti pastinya akan saya ulas mengenai AVOD kereta ini.

Yess!

Dibawah AVOD tersedia majalah yang sayang sekali kurang lengkap, beserta kantong plastik untuk sampah kotor mungkin.

Dibawahnya juga terserdia footrest yang menambah kenyamanan saya di kereta ini.

Footrest dan kantong majalah.

Sebelum kereta ini berangkat, kita cek dulu yuk keadaan toilet di kereta ini! Mumpung masih fresh hehehe.

Kereta kelas ini memiliki 1 toilet yang berlokasi dibelakang minibar yang dibatasi oleh pintu, walaupun hanya satu tapi toilet nya cukup besar. Ini wastafel yang ada di toilet, cukup bagus bukan?

Wastafel.

Disini tersedia juga hand dryer, kloset nya sendiri cukup bagus dan bersih. Tersedai kertas sekali pakai juga untuk ditaruh di klosetnya.

Hand Dryer.
Kloset.

Yuk duduk lagi sambil menunggu diberangkatkan! 😀

Pada pukul 07.00 tepat kereta ini mulai berjalan, good job! Tepat waktu! 😀

Tepat.

Kru datang dan memberi air mineral untuk para penumpang.

Air mineral.

Kereta berjalan cukup lambat sampai melewati dipo lokomotif dan stasiun Jatinegara.

Selepas stasiun ini seperti biasa kereta mulai berjalan cukup cepat.

Jatinegara.

Beberapa saat setelah melewati Cipinang, kru kembali lagi untuk membawakan snack untuk penumpang. Ini keren banget!

Untuk isinya sendiri ada buah jeruk yang cukup manis, lalu ada pudding dan roti bolu yang cukup enak. Untuk minumnya sendiri disediakan air mineral yang tadi sudah saya foto.

Snack.

Oiya ini yang menjadi keunggulan dari kereta kelas ini, yaitu minibar yang cukup terkenal. Minibar ini sepertinya bisa menampung 2 sampai 3 orang. Dibelakangnya ada ruangan untuk kru mempersiapkan makanan.

Minibar.

Saatnya kembali ke tempat duduk saya! Senang sekali sebelah saya kosong hehe, padahal penumpang kelas ini cukup penuh.

Duduk!

Seperti yang sudah saya janjikan tadi, yuk kita intip isi dari AVOD yang tersedia ini!

Begini tampilan utama dari AVOD ini. Ada film, Musik dan Info. ukurannya sendiri saya rasa cukup untuk saya, lumayan nyaman untuk mata saya. Sayang interface nya kurang bagus, tapi cukup oke lah hehehe.

AVOD.

Berikut adalah list film yang disajikan di AVOD KA Argo Muria ini.

Film 1.
Film 2.
Film 3.
Film 4.

Saya pun memutuskan untuk menonton film Insidious. Untuk earphone sepertinya tidak disediakan oleh kereta, jadi saya harap dapat membawa sendiri yaa earphone nya. Kalau kemanapun saya selalu membawa Bose QC35 saya untuk menemani mendengarkan musik atau menonton film.

Bagi yang belum tahu, saya itu aslinya penakut lhoo kalau menonton film-film seram macam ini, tapi kali ini saya berani karena keadaan kereta ini yang cerah dan penumpang yang cukup banyak hehehehe.

Insidious.

Baru beberapa menit menonton, prami mulai membagikan makanan yang dimulai dari baris pertama. Tampaknya hanya ada 1 opsi makanan di kereta ini.

Dan yang bikin saya senang, makanan yang disajikan ini kualitasnya tampak jauuuuuuuuh lebih bagus dari makanan yang kemarin disajikan di kereta kelas Luxury Argo Bromo Anggrek.

Berikut tampilan makanan beratnya, Terlihat enak bukan? Selamat makan semuaaaaa! 😀

Bistik Daging.

Cutlery nya sendiri menggunakan stainless steel lho guys bukan plastik.

Sendok dan Garpu.

Ga lama setelah menyantap makanan, kereta ini tiba di Stasiun Cirebon. Seperti KA eksekutif lainnya, Kereta ini berhenti di Stasiun Cirebon (Kejaksan) bukan Cirebon Prujakan.

Di sebelah sana ada KA Kontainer.

Cirebon

Kemudian diberangkatkan kembali walau terlambat sekitar 1 menit.

Berangkat!

Sampai jumpa Cirebon! Saya akan kembali kesini untuk mengulas salah satu kereta, kira-kira kereta apa yaaa yang akan saya coba? 😀

Bye Cirebon!

Setelah Bistik dagingnya saya habiskan, kemudian diberi jus jambu yang cukup menyegarkan. Disajikan dengan gelas kaca.

Jus Jambu.

Karena masih kurang, saya memutuskan jalan menuju minibar untuk membuat white coffee. Karena disana cukup penuh, saya membawa minuman saya ini kembali ke tempat duduk dan di sruput sambil menikmati sisa perjalanan.

Kopi.

Oh iya saat ini saya sudah berada tepat di sebelah jalan utama Pantai Utara, tepatnya disekitar Brebes.

Brebes.

Belasan menit kemudian kereta ini telah berhenti di Stasiun berikutnya, yaitu Stasiun Tegal.

Di Tegal Argo Muria berhenti sedikit lebih sebentar dibanding di Stasiun Cirebon tadi. Di jadwal hanya sekitar 5 menit.

Stasiun Tegal.

Setelah 5 menit kereta ini diberangkatkan kembali tepat pada pukul 10:59 sesuai jadwal.

Berangkat lagii!

Sambil menunggu kereta ini tiba di petak favorit saya, yuk kita ulas dulu fasilitas yang kita dapat di kereta kelas Priority ini! Hampir lupa juga hehehe.

Yang pertama, penumpang mendapatkan bantal yang ukurannya cukup besar dan empuk. Karena ini perjalanan di siang hari maka penumpang tidak mendapatkan selimut, karena selimut hanya diberikan untuk perjalanan di malam hari.

Bantal.

Kemudian, tidak jauh berbeda dari kereta kelas eksekutif, bisnis maupun ekonomi, didekat jendela ada meja kecil tempat menaruh minuman. Karena hanya sendiri, maka kedua tempatnya saya pakai untuk menaruh minuman saya hehehe.

Cup holder.

Dibawah tempat botol, pastinya juga disediakan power ports untuk mengisi baterai smartphone, tablet atau laptop. Karena saya sendiri, jadinya keduanya bisa saya gunakan hehehe.

Power ports.

Pastinya seperti kereta kelas eksekutif, di tempat duduk kelas ini juga disediakan footrest untuk menambah kenyamanan kaki supaya ga pegal hehe.

Footrest ini juga nyaman banget lhooo dibanding footrest yang ada di K1 2016 yang dulu pernah saya ulas.

Footrest.

Untuk legroom kereta ini bisa dilihat dibawah ini, cukup lebar bukan jaraknya? Kalau menurut saya sedikit lebih lebar dari kelas eksekutif.

Legroom.

Model tempat duduk kereta kelas ini sekilas tampak seperti kereta eksekutif tahun 2018 yang memiliki “kuping” sebagai sandaran kepala jika ingin tidur. Jadi lebih nyaman untuk bergerak karena kepala gaakan turun ke kursi sebelah hehe.

Tempat duduk.

Seperti kereta lainnya, juga tersedia lampu baca diatas. Keduanya berfungsi dengan sangat baik, lampunya terang kok.

Lampu baca.

Pada pukul 11.41 kereta sudah tiba di Stasiun Pekalongan. Kereta tiba 2 menit lebih cepat dari jadwal. Yey! 😀

Tiba di Pekalongan.

Setelah melewati Stasiun Pekalongan, pemandangan mulai didominasi oleh bukit-bukit dan Pantura. Karena kereta melewati daerah yang cukup dekat dengan bibir pantai.

Dibalik ini adaa?

Dan berikut pemandangan Pantai Utara nya. Selamat menikmati!

Melewati jembatan.
Dekat sekali.

Kereta mulai bergerak menjauh dari pantai. See you again! 😀

Menjauhi pantai.

Setelah menikmati pantai dari jendela dekat toilet, kini saatnya kembali ke tempat duduk sambil menikmati kopi yang barusan saya buat hehehe.

Minibar.

Kereta ini melewati Bandara Achmad Yani dengan cukup cepat. Andai bisa turun disini pasti saya turun hehehe karena koneksi saya cukup mepet dari Semarang Tawang ke Bandara Achmad Yani.

Bandara lama.

Kereta mulai melambat karena sudah bersiap memasuki Stasiun Semarang Tawang. Halo Semarang!

Kereta ini berhenti di Stasiun Semarang Tawang yang terletak 1 stasiun setelah stasiun Semarang Poncol.

Semarang Poncol.

Akhirnya kereta sampai dengan selamat di Stasiun Semarang Tawang!

Semarang Tawang.

Terima kasih atas tumpangannya, Argo Muria! Sampai jumpa lagi di lain kesempatan! 😀

Bye bye!

Berikut saya abadikan foto kabin kelas Priority Argo Muria. Keren kan?

Kelas Priority.

Terima kasih! 😀

Priority.

Akhirnya selesai juga Train Review kali ini! 🙂


Terima kasih atas waktunya untuk baca review ini dan akhirnya sampai juga di bagian akhir dari review ini! Mohon maaf sekarang saya masih membiasakan diri dengan layout penulisan wordpress yang baru.

Untuk pelayanan di kelas ini, saya rasa sangat sangat baik dan nyaman! Makanan yang disajikan kualitasnya cukup tinggi dan rasanya enak. Lalu diberikan snack dan minuman yang bisa dibuat sepuasnya.

Lalu konten AVOD yang cukup banyak dan tempat duduk yang cukup nyaman walaupun tidak flat bed seperti kereta kelas luxury yang saya coba beberapa waktu lalu.

Overall perjalanan ini saya bilang sangat nyaman dan menyenangkan, apalagi dengan harga yang saya keluarkan (Rp.800.000) perjalanan ini cukup worth it.

Sampai jumpa di perjalanan saya berikutnya! See youuu! 😀 😀

Instagram @Firstmarezacom

2 komentar

Tinggalkan Balasan ke Reni Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: