Train Review

[TRAIN REVIEW] Argo Bromo Anggrek KA2 Kelas Luxury Gambir to Semarang

Naik Argo Bromo Anggrek dari Jakarta Gambir ke Semarang Tawang

Halo semuaaaa!

Selamat datang kembali dalam perjalanan-perjalanan saya yang terbaru! Seperti biasa sih sebelum mulai, semoga selalu sehat yaa di bulan Januari ini, sebelumnya saya mohon maaf terlambat banget karena masih perlu membiasakan diri dengan layout penulisan WordPress yang baru.

Setelah beberapa minggu yang lalu saya mereview pesawat dan hotel saat liburan saya ke Bali dan perjalanan sebelumnya, kali ini izinkan saya untuk kembali mereview kereta lagi! Yey! Tapi kali ini kereta yang akan saya review bukan kelas eksekutif 2016 dan premium 2017 kemarin.

Tapi…. yang akan saya review kali ini adalah kelas terbaru yang ditawarkan untuk pengguna kereta api! Pastinyaaa kelas Luxury!

Kelas luxury ini baru ditawarkan mulai bulan Juni 2018 yang lalu, dengan harga promo sebesar 950 ribu rupiah. Tetapi perjalanan yang saya lakukan kali ini sudah tidak masuk harga promo, yang saya bayar menjadi normal sebesar 1 juta 100 ribu rupiah.

Awalnya cukup berekspektasi sih, kira-kira bakal sepadan gak ya dengan biaya yang saya keluarkan ini untuk mencoba kelas yang masih “kinyis-kinyis” ini. Nah biar para pembaca deh yang menilai, jangan lupa komen dibawah yaa! Hehehe. 😀

Karena kelas baru, jadi kereta yang dipakai untuk kelas luxury ini juga baru, tidak seperti kelas Priority dan Imperial yang menggunakan kereta eks Bisnis angkatan tahun 1982. Penasaran dengan kedua kelas itu? Yukkk sering-sering buka blog ini! Hehe.

Kelas luxury ini bukan berada di kereta khusus luxury, tetapi dirangkaikan dengan kereta reguler yang beroperasi seperti biasa, in this case, kereta yang digunakan adalah Argo Bromo Anggrek.

Argo Bromo Anggrek adalah kereta yang bisa dibilang raja dari jalur utara, perjalanan ini memakan waktu selama 9 jam dari Gambir menuju Surabaya Pasar Turi, dan hanya berhenti di Cirebon, Pekalongan dan Semarang Tawang. Nahh pada perjalanan ini saya hanya akan jalan sampai Semarang saja, karena harus mengejar penerbangan kembali saya menuju Jakarta menggunakan pesawat.

Perjalanan dari Stasiun Gambir berangkat pada pukul 09.30 dan akan tiba di Surabaya Pasar Turi pada pukul 18.30 malam.

Jadinya karena berangkat pukul 9.30, jadinya ga terlalu buru-buru juga untuk ke Gambirnya hehe.

Seperti biasa saya ke Gambir menggunakan kereta bandara yang berhenti di Stasiun Sudirman Baru, setelah itu tinggal sambung ojek menuju Stasiun Gambir dehh.

Setelah kurang lebih 10 menit menaiki ojek ke Gambir, akhirnya saya tiba dan langsung pergi menuju check-in counter untuk mencetak boarding pass saya. Karena masih ada 1 jam, maka saya memutuskan untuk makan-makan santai dulu di salah satu Kopitiam di Stasiun Gambir.

Akhirnya saat waktu menunjukkan pukul 9 pagi, saya segera pergi menuju peron keberangkatan yang terletak si lantai paling atas. Dan saya diarahkan menuju peron 1 dan 2 yang ada di sebelah kanan.

Cara menemukan rangkaian kereta ini cukup mudah, karena merupakan satu-satunya kereta yang menggunakan rangkaian “gendut” seperti foto dibawah ini.

K1 gendut.

Argo Anggrek ini tersedia di jalur 1.

Argo Anggrek.

Ternyata kereta tempat kelas luxury yang akan saya naiki berada di paling depan rangkaian, jadi harus berjalan menyusuri 4-5 kereta Argo Anggrek sebelum tiba di luxury 1.

Jalan.

Dan akhirnya saya tiba tepat didepan kereta kelas Luxury, kereta ini cukup mencolok dari kereta lain dibelakangnya, karena selain lebih kurus, eksterior kereta ini sudah menggunakan stainless steel khas kereta-kereta buatan tahun 2018.

Tapi stripping dari kereta ini cukup berbeda dari kelas eksekutif, karena kereta luxury dibalut dengan warna emas, sedangkan eksekutif berwarna silver dan orange.

K1 18 Luxury.

Seperti yang saya bilang tadi, kereta ini dibuat tahun 2018 dengan urutan ke 60. Kereta ini masih cukup kinyis-kinyis hehe.

K1 0 18 60.

Kereta kelas luxury ini berada tepat di belakang si puong. :)))))

Puong yang bertugas kali ini adalah CC 206 13 61 dengan dipo induk PWT.

CC 206 13 61.
Mantap.

Kereta ini memiliki bogie yang berbeda dengan kereta lainnya di belakang, yang saya naiki ini menggunakan K10 sedangkan yang lainnya menggunakan bogie K9.

Kini saatnya masuk dan mencari tempat duduk saya, semoga mendapat kursi maju hehehe.

Masuuuk!

Saat saya masuk…

Adem Guys! AC nya terasa sejuk! Hehehe. Selain itu, saya juga pertama kali melihat ada kursi jenis ini di kereta. Tapi apakah nyaman kalau duduk disini? Yuk kita lihat!

Woww!

Tempat duduk saya berada di ujung kereta luxury, 1A.

Saya cukup senang karena saya berada di tempat duduk maju, tidak mundur seperti seat yang berhuruf B.

Seat ujung.

Kereta yang saya naiki ini memiliki kode K1 0 18 60, yang artinya merupakan buatan tahun 2018 urutan ke 60. Kereta ini hanya membawa 18 penumpang lhoo, cukup sedikit bukan?

K1 0 18 60

Dan ini tempat duduk yang akan saya duduki selama kurang lebih 5 jam kedepan, awalnya sempat takut karena tidak sempat memilih kursi di aplikasi KAI Access tetapi akhirnya cukup lega karena tempat duduk 1A ini merupakan tempat duduk yang searah dengan jalannya kereta.

1A

Di kelas luxury ini juga terdapat AVOD lho guys! Tapi apakah kontennya cukup bagus atau mengecewakan? Akan saya ulas nantiii hehehe.

AVOD.

Tempat duduk di kelas ini saya rasa cukup enak dan empuk, tetapi minus di sandaran kepala (headrest) yang ukurannya cukup nanggung. Tapi selain itu cukup oke tempat duduknya.

Tempat duduk.

Suhu kereta ini cukup sejuk, mungkin karena penumpang kereta ini cukup sedikit, belum tahu nih waktu jalan bakal sedingin ini juga atau tidak.

22 Derajat.

Akhirnya saya duduk dan merasakan duduk di kereta termahal saat ini, feeling nya so so, tapi semoga cukup enak untuk beberapa jam kedepan.

Ruang kaki bisa saya bilang cukup lega dan tempat masuk nya juga lega.

Cukup lega.

Tempat meja berada disamping dan terjangkau, tetapi untuk menariknya dari dalam membutuhkan sedikit tenaga ekstra karena cukup sulit.

Meja juga cukup tipis sehingga tidak bisa digunakan untuk laptop yang saya bawa.

Tempat meja.
Tempat meja.

Disebelahnya ada tombol untuk mengontrol tempat duduk di kereta ini, yang saya rasa cukup bagus karena mudah untuk digunakan. Disini juga ada tombol untuk memanggil kru, jadi jangan iseng ya guys mencet-mencet karena nanti akan ada kru yang datang hehe.

Seat controls

Lalu disini juga ada USB port dan power outlets untuk mengecas barang elektronik seperti hp dan tablet.

USB.

Nah tepat diatasnya ada kompartemen untuk penyimpanan barang-barang yang cukup aman karena dilengkapi kunci yang bisa kita simpan kalau pergi kemana-mana.

Storage.

Dan setelah menunggu selama beberapa menit, akhirnya kereta ini tepat diberangkatkan pada pukul 9.30 pagi, semoga tepat waktu yaa sampai tujuan! Raja Pantura!

Tepat.

Sampai jumpa lagi Gambir! Kira-kira kapan lagi yaa? Hehehe, masih banyak ko jalan-jalan saya lagi mengigat ini saya buat pada bulan Agustus tahun lalu.

Bye Gambir!

Kini saatnya membuka meja dan mulai bekerja untuk menulis blog ini hehehe.

Seperti yang saya bilang tadi, meja disini cukup tipis dan tampaknya tidak sekuat meja yang ada di kelas eksekutif. Sungguh disayangkan yaa.

Meja,

Setelah berjalan pelan selama beberapa menit akhirnya kereta ini tiba di Stasiun Manggarai dan mulai berjalan sedikit kencang menuju Jatinegara.

Manggarai.

Bye bye Jakarta!! Sampai jumpa lagi sore nanti! 😀

Sampai jumpa Jakarta!

Sesaat setelah ini saya diberikan beberapa amenities untuk perlengkapan tidur di kereta ini, saya tidak menggunakannya karena tidak tidur selama perjalanan ini dan menikmati indahnya Pantai Utara di kereta ini.

Eye mask.

Lalu setelah eye mask saya juga diberikan selimut yang cukup tebal dan nyaman. Nah yang ini saya gunakan dari awal sampai saya tiba di Semarang hehe.

Selimut.

Setelah melewati Stasiun Jatinegara kereta ini mulai melaju dengan kencang, karena sudah berada di jalur yang cukup lurus sampai Cikampek nanti.

Melaju kencang.

Dan ini situasi didalam kereta Luxury ini, cukup elegan dan tidak terlalu sumpek karena hanya terisi beberapa penumpang dari total 18 penumpang.

Nyaman.

Kini karena kereta sudah berjalan dengan cukup cepat, saya memutuskan untuk istirahat sejenak sambil mendengarkan musik menggunakan headphone Bose QC35 saya.

Untuk flat bed di kereta kelas ini sayang sekali tidak nyaman, karena ujung dari tempat duduk tidak menyentuh ujung dari ottoman didepan saya.

Sayang sekali.

Dan tempat duduk juga tidak bisa lurus dengan sempurna, tetapi seperti yang saya bilang cushion kursi ini cukup nyaman dan empuk.

Tidak fully flat.

Akhirnya setelah geser-geser badan sedikit, akhirnya saya menemukan posisi yang cukup enak untuk tiduran.

Tiduran.

Sebetulnya saya ingin mencoba tidur di kereta ini, tetapi tampaknya saya kurang terbiasa tidur di kereta karena guncangan yang menurut saya cukup berasa.

Selain itu juga saya memang ga bisa tidur di pesawat juga, jadi mungkin saya diwajibkan untuk menikmati perjalanan di manapun saya travelling hehehe.

Mencoba tidur.

Karena tidak bisa tidur, lalu saya memutuskan untuk pergi ke restorasi untuk membeli cemilan dan minuman, padahal nanti saya juga dapat makanan dan minuman hehehehe.

Menuju restorasi.

Ini keadaan restorasi kereta Argo Bromo Anggrek saat itu, stok makanan masih lengkap karena kereta ini baru jalan sekitar 40-50 menit yang lalu.

Restorasi.

Tempat makan di restorasi ini cukup enak dan nyaman, tetapi menurut saya lebih enak untuk makan di kursi walaupun harus membawa makanan melewati 4 kereta.

Kalau kalian lebih enak makan di restorasi langsung atau ke tempat duduk nih? Comment yaa jangan lupa hehe.

Tempat makan restorasi.

Di kereta makan ini juga tersedia musholla yang hanya cukup untuk 1 orang.

Musholla.

Saatnya kembali ke tempat duduk saya yang berada di ujung depan kereta Argo Anggrek ini! Dan berikut saya berikan foto salah satu kelas eksekutif dari kereta Argo Anggrek ini.

Kereta ini dulu adalah kereta yang paling bagus pada masanya, sekitar tahun 2000 awal. Maka dari itu kereta ini diberikan khusus pada kereta nomor 1 di Indonesia, Argo Anggrek yang menghubungkan Jakarta dan Surabaya hanya dengan 9 jam saja.

Kelas eksekutif.

Dan ini adalah barang yang saya dapatkan dari restorasi tadi, segelas teh panas yang menyegarkan.

Teh panas.

Keadaan diluar saat ini sudah berada di sekitar sawah, dan penumpang didepan sudah mulai diberi snack dan makanan besar beserta minuman.

Dekat sawah.

Seperti yang saya bilang barusan, setelah ini penumpang mendapatkan minuman dan makanan berat, untuk konten dari servis ini bisa dilihat dibawah.

Yang pertama, makanan besar yang disajikan di perjalanan ini adalah Nasi Goreng Bakso. Untuk rasa bisa saya bilang cukup enak dibanding nasi goreng satunya, tetapi saya cukup kaget saat penumpang kelas luxury mendapat makanan yang biasa dijual di restorasi.

Maaf tapi sedikit kurang gimana gituu, berbeda dengan kelas Priority yang saya naiki beberapa bulan setelah ini yang mendapat makan berat berupa bistik yang disajikan dengan piring.

Nasi Goreng Bakso.

Berikutnya ada Buavita Mangga favorit saya, kebetulan banget nih hehehe.

Buavita Mangga.

Saya diberikan juga Nata de Coco Inaco yang menyegarkan juga.

Nata de Coco.

Dan yang pasti disediakan juga air mineral, setelah ini tampaknya saya akan beser karena kebanyakan minum hehehehehe.

Air mineral.

Kereta mulai melambat sedikit demi sedikit yang berarti kita akan segera melewati Stasiun Cikampek.

Hai Cikampek!

Halo Cikampek! Disini Argo Bromo Anggrek tidak berhenti alias berjalan langsung

Stasiun Cikampek.

Dibawah ini adalah jalur belok yang mengarah ke Bandung, jika menuju Cirebon maka kereta akan berjalan lurus.

Menuju Bandung.

Setelah melewati Stasiun Cikampek kereta ini kembali menunjukkan kecepatannya, cukup konstan diatas 95 km/jam sampai 99 km/jam.

Cukup kencang.

Nah akhirnya saya membuka Nasi Goreng Bakso nya karena sudah cukup lapar.

Ini dia isi dari makanan berat saya! Jadi bisa dinilai sendiri yaa bagaimana servis di kelas Luxury ini.

Nasi Goreng Bakso.

Tapi cukup ditutupi karena rasa Nasi Gorengnya yang cukup enak.

Lumayan.

Beberapa saat setelah saya selesai makan kereta ini melintasi Stasiun Jatibarang, yang artinya ga lama lagi kereta ini akan segera tiba di Stasiun pemberhentian pertama yaitu Cirebon.

Jatibarang.

Habis makan dan bersantai sejenak, kini saatnya untuk mencoba tidur untuk kali kedua. Tapi tetap gabisa tidur sih hehehe.

Mencoba lagi.

Selepas Stasiun Jatibarang pemandangan masih didominasi oleh persawahan.

Sawah

Hingga akhirnya kereta kembali melambat dan ada announcement kalau sebentar lagi akan tiba di Stasiun Cirebon.

Halo Cirebon! 😀

Stasiun Cirebon.

Di Cirebon kereta ini berhenti kurang lebih 5 menit, saat ini masih terpantau tepat waktu datangnya, semoga tepat waktu ya sampai Semarang karena waktu koneksi saya cukup mepet hehe.

Setelah dilihat-lihat kereta kaleng ini cukup keren.

Keren.

Disamping kereta saya ada KA Argo Jati yang sedang mempersiapkan diri untuk kembali ke Jakarta siang ini. FYI Argo Jati saat ini (Januari 2018) Sudah menggunakan rangkaian Stainless steel tahun 2018 yang terbaru. Kira-kira bikin reviewnya ga yaa?

Argo Jati.

Yuk masuk ke kereta lagi! Penumpang yang turun di Cirebon cukup sedikit, kayaknya hanya 1 orang seingat saya.

Masuk lagii.

Kereta berlepas tepat waktu dan bergerak cukup lambat sampai Stasiun Cirebon Prujakan. Setelah itu cussss berlari cepat lagi.

Ini experience pertama saya juga lurus terus dari Cirebon karena biasanya belok kanan menuju Stasiun Purwokerto hehe.

Cirebon Prujakan.

Kembali melihat persawahan lagii, tapi nanti selepas Pekalongan pemandangannya akan cukup berbeda.

Sawah.

Oh iyaa tadi saya bilang akan melihat isi dari AVOD nya kan? Nah jawabannya menurut saya cukup, tidak mengecewakan tapi tidak bagus jugaa. Yang bikin saya suka adalah tampilan nya yang minimalis, tetapi kalau sudah mereview konten, jawabannya no.

AVOD.

Jadi mungkin bisa para pembaca lihat film apa yang tersedia disini yang membuat saya cukup kecewa.

Hanya ada 1 film box office dan kualitas videonya cukup buruk.

Film.

Sesaat setelah itu prami datang dan memberi makanan ringan berupa Chitato yang sudah dihias dengan piring dan plastik pembungkus.

Chitato.

Halo Tegal! Kereta ini berjalan langsung dan tidak berhenti di Stasiun Tegal, jadi saya numpang lewat aja yaa kalo ada pembaca yang berasal dari Tegal hehe.

Tegal!

Kecepatan kereta ini kembali pada asalnya setelah melewati Stasiun Tegal, tapi entah 107 itu benar atau tidak, setahu saya kecepatan maksimum kereta adalah 100 km/jam.

98 km/h.

Eh Pantura! Ini jarak terdekat saya dari pantai sampai saat ini, tapi seperti yang saya bilang tadi setelah Pekalongan akan lebih dekat lagi hehe.

Pantura.

Ga berasa kereta ini telah masuk dan berhenti di Stasiun Pekalongan. Di jadwal kereta ini berhenti di Pekalongan selama 3 menit, tetapi aslinya saya kurang tahu berapa menit lamanya kereta ini berhenti.

Pekalongan.

Tepat pada waktunya kereta ini melanjutkan perjalanan menuju Stasiun berikutnya, Semarang Tawang.

Tampak disana ada jalan tol Pekalongan-Batang.

Jalan Tol.

Kalau duduk di sisi kanan kereta, para pembaca akan disuguhi oleh pemandangan bukit-bukit kecil dan hutan-hutan yang asri, tetapi jika duduk di sebelah kiri pemandangannya adalah pantai utara yang indah.

Nah di kereta ini yang duduk di sisi kiri tempat duduk menghadap kebelakang, sedangkan sisi yang saya naiki adalah sisi sebelah kanan. Jadinya saya harus keluar menuju bordes untuk mendapatkan gambar-gambar pantai utara yang sangat dekat dengan rel kereta api.

Berikut foto yang berhasil saya abadikan.

Pantai.
Pantai.

Perlahan mulai menjauhi pantai, bye bye!!!

Bye!

Saatnya kembali ke sisi kanan kereta! 😀

Hijau.

Sebelum sampai di Semarang dan meninggalkan kereta, yuk kita pastikan tempat duduk bersih kembali seperti sebelumnya! Caranya di kereta kelas ini terdapat tempat sampah pribadi yang ada di bawah.

Akhirnya tempat sampah ini penuh juga hehehe.

Tempat sampah.

Ehhh bisa ga ya turun disini aja supaya tinggal jalan kaki menuju Bandara Achmad Yani. 😀

Sebentar lagi.

Pemandangan mulai berubah dari sebelumnya hutan kayu menjadi hutan beton.

Halo Semarang!

Kereta mulai melambat dan akhirnya melewati Stasiun Semarang Poncol, tapi tidak berhenti karena kereta ini akan berhenti di Semarang Tawang.

Ini adalah KA Kaligung kelas ekonomi tahun 2016 yang sedang berhenti di Semarang Poncol.

Semarang Poncol.
Semarang Poncol.

Ga lama setelah itu akhirnya kereta ini tiba dengan selamat di Stasiun Semarang Tawang. Terima kasih KAI atas tumpangannya!

Semarang Tawang.

Sampai jumpa pada perjalanan berikutnya!


Halooo akhirnya kita sampai juga di akhir dari review ini! Sebelumnya mohon maaf banget ada keterlambatan selama 1 bulan lebih karena ada sedikit masalah dan harus banyak belajar mengenai layout penulisan WordPress yang baru, mohon maaf yaa! 🙂

Terima kasih untuk PT. KAI atas tumpangannya menuju Semarang yang cukup nyaman ini, tetapi saya rasa ada beberapa hal yang perlu dibenahi dari pelayanan yang ada di kelas luxury ini.

Saya rasa makanan perlu sedikit dibenahi menjadi makanan yang benar-benar disediakan untuk penumpang kelas luxury mengingat harga yang ditawarkan juga cukup jauh berbeda dari kelas eksekutif. Lalu untuk konten AVOD juga perlu ditambah dan menggunakan film-film baru dan original *EH

Untuk seat saya rasa tidak ada masalah selain ottoman yang tidak mencapai tempat duduk, untuk padding saya rasa sudah nyaman dan oke, begitu juga dengan privasi yang ditawarkan tempat duduk ini.

Overall menurut saya bagi para pembaca yang ingin istirahat dan tidak kesana kemari seperti saya, perjalanan dengan kereta ini cukup worth it, karena sudah disajikan makanan jadi tidak perlu menuju ke kereta makan untuk membeli. Tetapi bagi saya, maaf sepertinya kurang worth dengan kocek yang saya rogoh untuk membeli tiket kelas luxury dengan harga normal ini.

Terima kasih telah berkenan membaca review saya ini, sampai jumpa lagi guysss!!! 😀

Instagram @Firstmarezacom

3 komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: