Flight Review

[FLIGHT REVIEW] Batik Air Economy Class ID6652 Jakarta to Lombok Praya

Terbang bersama Batik Air dari Jakarta ke Lombok

Haiiiii! Halooooo!

Akhirnya nih saya bisa merasakan terbang lagi dengan pesawat setelah 2 minggu kebelakang saya mereview kereta api dalam perjalanan saya ke Bandung!

Seperti biasa saya ucapkan selamat datang terlebih dahulu kepada para pembaca setia firstmareza.com! dan bagi yang baru datang dan membaca tulisan saya ini saya ucapkan selamat datang jugaaa! semoga betah baca disini dan nantikan review dan jalan-jalan saya hehe. 😀

Pada kesempatan kali ini saya akan mengulas penerbangan saya pada bulan Juni kemarin, tetapi karena antrian review saya maka baru bisa diupload pada bulan ini.

Batik Air, maskapai anak perusahaan Lion Group yang berdiri pada tahun 2013 ini sedang berkembang sangat pesat. Dengan pembukaan rute yang cukup banyak setiap bulannya dan pesawat baru yang datang hampir setiap bulan juga ini membuat maskapai yang baru berusia 5 tahun ini bisa berkembang dengan mudah dan mungkin bisa saja mengalahkan maskapai plat merah dalam hal jumlah rute. Nah tinggal kita tunggu saja yaaa bagaimana Batik Air ini bermain di indonesia. 😀

Penerbangan Batik Air di Soekarno-Hatta semuanya dioperasikan dari Terminal 1C, dan sebagian penerbangan juga dioperasikan melalui Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur. Tapi untuk penerbangan ke Lombok Batik hanya beroperasi di Soekarno-Hatta, di Bandara Halim Citilink memainkan rute ke Lombok ini sendiri.

Batik Air setiap harinya terbang 4 kali ke Lombok, jumlah yang sama juga dioperasikan oleh Garuda Indonesia. Dan 3 kali sehari dengan Lion Air.

Flight ini saya pilih karena waktu terbangnya cukup oke dengan jadwal bangun tidur dan siap-siap saya, dan gaperlu terburu-buru bangun pagi karena saya berangkat menaiki Kereta Bandara yang jarak stasiunnya tidak terlalu jauh dari rumah tempat tinggal saya.

Nah jadi saya berangkat dari rumah kira-kira 3 jam sebelum jam keberangkatan. Karena saya rasa butuh waktu lebih untuk menunggu kereta hingga naik Skytrain di Soekarno-Hatta nanti.

Dan pada akhirnya saya tiba di Terminal 1C 2 jam sebelum keberangkatan dan langsung mencetak boarding pass melalui petugas customer service mobile yang lalu lalang membantu penumpang yang ingin check-in tapi tidak memiliki bagasi untuk dimasukkan.

Jadilah waktu 2 jam yang sengaja saya berikan untuk antisipasi ramainya check-in Batik Air sia-sia, karena dalam 5 menit saya sudah mendapatkan boarding pass saya dan sayapun segera menuju ke pintu keberangkatan. Terima kasih Angkasa Pura 2 atas inovasinya! Sangat-sangat membantu penumpang seperti saya yang gamau ribet masukin bagasi saat bepergian.

Eh eh tadi belum saya berikan data-data penerbangan ya? Yuk langsung aja nih saya berikan data penerbangan kali ini!

Batik Air ID6652
Jakarta (CGK)-Lombok Praya (LOP)
Kamis, 28 Juni 2018
Durasi: 01h55m
Pesawat: Airbus A320-200
Seat: 24A

Sayang sekali seat map Batik Air Airbus A320 belum tersedia, tetapi pesawat ini memiliki konfigurasi 12 seat kelas bisnis dan 144 seat kelas ekonomi.

Lanjut lagi yaaaa! Karena tadi sudah sarapan sebelum berangkat dari rumah, jadinya saya sudah kekenyangan saat berada di bandara. Harus free up sedikit nih buat makan makanan panas di pesawat nanti eheheh. 😀

Segera saya masuk menuju security check point ke 2, dan dalam 3 menit saya sudah berada di airside terminal 1C.

Keadaan pagi hari di terminal 1C cukup ramai, tetapi saya duduk-duduk dibagian luar gate keberangkatan, jadinya disini masih sepi. Sebagian besar penumpang menunggu didalam gatenya masing-masing.

Cukup sepi.

Arsitektur di terminal 1C saya rasa cukup bagus, dengan hiasan-hiasan khas banget dari Indonesia.

Untuk warna sepertinya sedikit gelap. Tapi overall saya suka terminal ini.

Khas Indonesia.

Kini sisa 30 menit sebelum pesawat saya boarding, saya segera menuju ke gate tempat pesawat saya akan berangkat.

Batik Air memiliki gate sendiri di terminal 1C, yaitu gate C7. Tapi didalem bebas juga sih masuk pesawatnya lewat gate mana karena saling terkoneksi dari gate C1 sampai C7.

Oke supaya terlihat ”Batik Banget” saya akan masuk melalui C7.

Batik Air Boarding Gate.

Saatnya masuuuuuuk!

Masuk yuk!

Hal yang sangat membedakan dari lorong gate C7 dengan gate lainnya adalah banyak hiasan Batik dari Nusantara yang dipajang disini, jadi kesan Batik pastinya ada karena dari gatenya sudah terpampang hal-hal yang berbau batik.

Nice Job Batik Air dalam mengenalkan Batik ke wisatawan!

Banyak Batik.

Oke karena banyak banget motif Batiknya dan gamungkin bisa foto satu-satu dan saya post disini, jadi akan saya tunjukkan beberapa motif Batik atau Tenun yang berasal dari tempat dimana saya akan terbang hari ini. Lombok!

Hayoooo yang belum tahu warisan dari Pulau Lombok, yuk dilihat!

IMG_1566
Kain dinding Lombok.
Tenun Lombok.

Akhirnya saya masuk juga di gate dan bersiap untuk boarding, tetapi tempat duduk didalam sini penuuuuuuh banget! Jelas beda jauh dengan tempat duduk diluar sana yang sangat sepi hampir tidak ada penumpang yang menunggu.

IMG_1570
Gate.

Dan setelah berdiri selama 10 menit akhirnya penumpang ID6652 diperbolehkan masuk ke pesawat bersama penumpang yang akan menuju Balikpapan dengan Batik Air juga, jadi sedikit confused antara penumpang yang akan menuju Lombok atau Balikpapan.

Dan saat turun saya melihat pertama kali pesawat yang akan membawa saya ke Lombok hari ini.

Sayangnya yang beroperasi hari ini beregistrasi PK-LUI, pesawat yang kurang sesuatu yang cukup dibutuhkan oleh saya selama perjalanan.

IMG_1576
Halo PK-LUI!

Berikut foto close-up bagian depan dari pesawat Batik Air tujuan Lombok kali ini.

IMG_1578
PK-LUI.

Pesawat ini memiliki 2 mesin buatan CFM yag diberi nama CFM56. Mesin yang terbaru dari varian ini adalah CFM LEAP yang dimiliki oleh Airbus A320Neo dan 737MAX. Pingin deh ngerasain terbang dengan salah satu dari kedua pesawat itu! Doakan ya gaes!

IMG_1579
Mesin CFM56.

Tak lupa sebelum masuk pesawat melalui tangga, foto wajib!! 😀

Karena agak takut di Lombok nanti gabisa foto wajib karena turun dari garbarata.

IMG_1580
Foto wajib.

Kini saatnya masuk ke pesawat! Yey pesawat ini sudah ada AVOD nya! 😀

IMG_1585
Yey!

Tapi ada tulisan kecil tuh diatas AVOD nya! 😦 kira-kira apa ya? Sudah bisa nebak kan tulisannya apa?

Dilihat dari sini kursi Batik Air ini tampak sangat keren dan elegan.

IMG_1586
Kursi Batik Air.

Jalan sedikit ke belakang, akhirnya ketemu juga dengan kursi yang akan saya duduki selama 2 jam kedepan, halo 24A!

Seperti biasa tempat duduk saya berada disamping jendela. 😀

IMG_1587
24A.

Saat saya coba untuk menyentuh layar ini, ternyata tidak berfungsi! 😦 Sayang sekali harus duduk 2 jam di penerbangan ini tanpa hiburan atau peta perjalanan. Tapi untungnya saya sudah mengunduh lagu-lagu di handphone untuk menemani saya di penerbangan ini.

IMG_1588
AVOD tidak berfungsi, tapi kinclong!

Keadaan pesawat saat ini masih sepiiiiii banget! Hanya ada beberapa penumpang, karena saya salah satu penumpang yang masuk duluan ke dalam pesawat, jadi agak santai nyari tempat duduk dan belum terlalu chaos.

IMG_1590
Sepi.

Begitu juga dibelakang saya, sama-sama kosong.

IMG_1591
Kosong.

Mumpung masih kosong nih, saya akan menunjukkan foto dari tempat duduk Batik Air.

Kira-kira gimana nih menurut para pembaca? Lega gak sih? Kalau menurut saya sudah enak banget! Tapi jika ditambah headrest seperti maskapai plat merah bakalan jauh lebih mantap dan pastinya penerbangan semakin nyaman!

Oh iya lupa AVOD nya harus nyala juga ya hehehe.

IMG_1592
Kursi Batik Air.

Kalau kosong gini bakal leluasa nih selonjoran di pesawat ini! Mungkin kayang dan workout lainnya bisa saya lakukan di lorong. 😀 😀

Tapi kasian Batik Air juga kalau mempertahankan load yang sepi seperti pada penerbangan ini.

IMG_1596
Enaaaaaaak.

Oke setelah bahas tentang enaknya duduk di tempat yang kosong, kini saatnya kembali bahas tempat duduk enak Batik Air!

Meja lipat Batik Air saya rasa cukup oke dan ukuran cukup besar, AVOD tidak mengganggu ukuran meja lipat jadinya bisa saya katakan seperti barusan, cukup besar.

IMG_1600
Meja lipat.

Untuk seat pocket juga saya rasa bagus juga, tidak menyembul keluar karena ujung dari kantungnya cukup kuat menahan buku-buku yang ada di seat pocketnya.

IMG_1601
Seat pocket.

Karena seat pocket tidak terlalu menyembul keluar, berimbas juga ke legroom yang sangat-sangat mantap.

Silahkan dilihat legroom yang saya ukur sendiri! By the way tinggi badan saya sekitar 175cm.

IMG_1602
Legroom.

Sayangnya ruang kaki dibawah sedikit berkurang karena adanya box yang saya rasa fungsinya untuk mengatur AVOD daeri tempat duduk ini. Jadi karena itu ruang untuk kaki berkurang, dan ditambah dengan tas saya yang saya taruh dibawah kursi.

Kenapa saya taruh dibawah kursi? Saya rasa tidak perlu menaruh diatas karena bisa berguna untuk penumpang lain yang membutuhkan overhead bin untuk menaruh barang yang lebih besar, koper misalnya. Dan ditaruh dibawah juga saya rasa lebih aman kok guys karena barang selalu dalam pengawasan kita! Apalagi dengan tas PacSafe yang saya punya ini! Untuk membukanya sudah agak sulit kalau belum kenal tas ini hehehe. Review gear saya mungkin akan saya post dalam beberapa minggu kedepan.

IMG_1605
IFE Box.

Saat ini pesawat ini masih menunggu sisa penumpang yang masuk ke dalam.

Semoga aja ga begitu penuh hehehehe.

IMG_1603
Menunggu.

Tepat disebelah saya ada pesawat yang dulu pernah saya gunakan dalam penerbangan saya menuju Yogyakarta tahun 2016 lalu, sebelum blog ini ada jadi belum bisa menulis review dengan AVOD yang berfungsi seperti biasanya.

IMG_1606
Halo PK-LAI!

Tetapi pada akhirnya kedua kursi disamping saya berhasil terisi oleh penumpang lain.

Flight Attendant close door please” kira-kira itu yang diucapkan, maklum kurang tahu Airbus hehe.

Jadinya meninggalkan banyak kursi kosong dibelakang saya, kini saatnya untuk pindah dan duduk di tempat duduk yang 1 barisnya kosong hehe.

Halo 25A!

IMG_1609
Pindah ke baris 25.

Beberapa menit setelah pintu ditutup ID6652 mulai mundur dan menghidupkan kedua mesinnya.

IMG_1612
Mundur.

Setelah semua mesin dihidupkan dan flaps diturunkan, pesawat mulai berjalan perlahan menuju runway yang aktif saat itu. 25L.

Pada titik ini awak kabin memulai safety demo secara manual, karena safety demo melalui video tidak tersedia.

IMG_1617
Berjalan perlahan.

Saat taxi menuju landasan, saya mengabadikan beberapa foto pesawat-pesawat masa depan yang akan dioperasikan di Indonesia.

Pertama ada Airbus A320Neo dengan ciri-ciri diameter mesin yang lebih besar dari pesawat Batik Air ini. Citilink adalah maskapai pengguna A320Neo pertama di Indonesia dan satu-satunya hingga saat tulisan ini ditulis (Agustus 2018).

IMG_1619
Airbus A320Neo.

Lalu disana ada Boeing 737MAX-8 yang merupakan kompetitor dari Airbus A320Neo diatas.

Kira-kira kalian lebih pilih A320Neo atau 737MAX nih? Saya sih…. duh apa yaaa?

IMG_1621
737MAX-8.

Pesawat ini menunggu antrian lepas landasa selama kurang lebih 10 menit, sebelum akhirnya berada di ujung antrian dari landas pacu 25L.

IMG_1623
Ujung antrian,

Didepan pesawat ini ada Boeing 737-500 Citilink yang dulunya sempat digunakan oleh Garuda Indonesia.

Hayooo ada yang punya kenangan sama pesawat ini?

IMG_1624
737-500 Citilink.

Setelah Citilink itu mendarat pesawat ini diperbolehkan masuk ke runway dan memulai proses takeoff.

IMG_1628
Masuk runway.

Nguuuuuuuung.

Pesawat ini akhirnya melesat dengan cukup cepat dan segera meninggalkan Soekarno-Hatta untuk memulai perjalanannya menuju Lombok, NTB.

Sampai jumpa lagi Tangerang! 😀

IMG_1630
Meluncuuuur.

Enaknya takeoff dari runway 25L itu ini, bisa melihat pemandangan Kota Tangerang walaupun saat itu berkabut hehe.

Di sebelah sana ada sekolah saya, halooooo!

IMG_1632
Kota Tangerang.

Setelah berada kurang lebih 3000 kaki diatas permukaan laut, pesawat ini berbelok ke kiri dan menuju Lombok melewati Cirebon, Semarang dan kota-kota lainnya dalam lintasan.

IMG_1636
Belok.

Di atas sini terlihat lagi Kota Tangerang yang masih berkabut, jadi hampir ga kelihatan apa-apa karena pesawat sudah tinggi + berkabut.

IMG_1639
Kota Tangerang.

Beberapa saat setelah ini pesawat mulai climbing dengan stabil, sudah tidak belok-belok lagi.

IMG_1642
Climbing.

Akhirnya tanda sabuk pengaman dimatikan dan penumpang sudah bisa leluasa pindah-pindah tempat duduk hehe.

IMG_1643
Sabuk pengaman dimatikan.

Kini saatnya untuk mengecek kelengkapan toilet! Aslinya bukan ngecek karena saya juga ingin buang air kecil. 😀 😀

Salah satu yang menurut saya keren banget dari toilet Batik Air adalah adanya aksesoris tambahan seperti bunga mawar ini! Menambah kesan elegan dan premium.

Tapi sisanya lavatory Batik Air ini cukup basic tanpa tambahan apa-apa selain sabun.

IMG_1644
Bunga Mawar.

Saya rasa lavatory ini juga sangat bersih.

IMG_1645
Bersih.

Karena keadaan pesawat yang cukup sepi, jadinya saya bisa leluasa untuk mengambil gambar cabin dari A320 Batik Air ini. Interior khas Airbus banget dan cukup elegan kalau dilihat dari depan, karena perpaduan warna merah dan coklat.

Sayang AVOD nya. 😦

IMG_1649
Cabin shot.

Saat saya duduk lampu tanda kenakan sabuk pengaman dinyalakan kembali, karena didepan sana ada sedikit guncangan.

IMG_1654
Nyala lagi.

Kini sambil menunggu makanan yang sedikit tertunda karena alasan cuaca, yuk kita ubek-ubek dulu isi seat pocket pesawat ini!

Yang pertama dan yang paling utama ada safety card dari Airbus A320 Batik Air.

IMG_1656
Halaman depan.
IMG_1657
Halaman tengah.
IMG_1658
Halaman belakang.

Berikutnya ada kartu yang berisi doa-doa perjalanan.

IMG_1659
Doa perjalanan.
IMG_1660
Halaman depan.
IMG_1661
Halaman belakang.

Yang terakhir ada majalah Batik Air.

IMG_1662
Majalah Batik.

Skip aja yapp ke bagian rute-rute yang dioperasikan oleh Lion Group! Hehe untuk fleet facts kemarin sudah saya ulas di majalah Lion. Link Review Lion Air bisa langsung dilihat DISINI.

Rute mirip benang kusut karena terlalu banyak. 😀

IMG_1663
Rute Lion Group.

Apalagi kalau di zoom in di Indonesia! Silahkan temukan garis yang menghubungkan Jakarta dengan Lombok hehe.

IMG_1664
Rute Lion Group di SEA.

Cuaca di atas saat ini sudah mulai membaik dan guncangan sudah berangsur menghilang.

IMG_1670
Mulai cerah.

Sekali lagi nih, masih sangat menyayangkan AVOD yang tidak berfungsi di pesawat ini. 😦

IMG_1668
Tidak berfungsi.

Tapi untung saja saya membawa headphone favorit saya! Dan ditambah dengan playlist yang sudah saya download dirumah tadi, jadinya sedikit mengobati kekesalan saya terhadap AVOD khas PK-LU*.

Oiya, untuk perjalanan menggunakan pesawat saya selalu membawa headphone Bose QuietComfort 35 yang sudah menggunakan teknologi noise cancelling. Jadi untuk suara mesin yang cukup berisik bisa sangat teredam menggunakan headphone Bose ini.

Suara yang dihasilkan oleh headphone ini juga cukup bagus. Sangat cocok untuk yang ga betah mendengar suara mesin pesawat dan ingin ketenangan yang lebih.

IMG_1671
Saatnya dengerin lagu!

Setelah menunggu selama 30 menit semenjak tanda sabuk pengaman dimatikan, kini hot meal Batik Air untuk rute ini sudah dihidangkan tepat di hadapan saya.

Untuk presentasi makanan saya rasa cukup oke, cukup oke ya karena nothing special.

Sayangnya makanan Batik Air tidak tersedia pilihan makanan, jadi hanya ada 1 pilihan dan langsung dihidangkan ke penumpang.

IMG_1675
Makanan Batik Air.

Pilihan minuman sendiri saya rasa hanya ada 3, kopi, teh dan air mineral.

Dari ketiga pilihan itu saya memilih Air Mineral untuk menemani makanan saya di penerbangan ini.

IMG_1676
Air mineral.

Penumpang kelas ekonomi juga diberikan roti yang cukup oke, sayang gaada butter yang disediakan di tray, jadinya hambar banget hehe.

IMG_1678
Roti.

Kini saatnya membuka makanan penerbangan ini! Makanan yang disajikan kali ini adalah Nasi Ayam Fillet Bumbu Woku.

Presentasi hot meal ini sangat oke dan ukuran nasi dan ayamnya yang banyak banget untuk ukuran makanan pesawat.

Well, looks good!

IMG_1680
Makanan Batik Air.

Time to icip-icip dari Ayam ini!

Selamat menikmati semuanyaaaaa! 😀

IMG_1681
Icip-icip.

Yum! Ini adalah salah satu makanan kelas ekonomi paling enak yang pernah saya rasakan. Rasa ayamnya enak banget! Jadi ga kayak makanan pesawat yang kelihatan banget ”dimasak bareng-bareng” nya. Di ayam ini bumbunya kerasa banget dan gurih, ayamnya juga empuk dan mudah banget dipotong-potong.

Nasi sama sayuran sih standar ya, tapi yang terbaik itu ada di ayamnya. 9,5/10 deh buat makanan ini! 10/10 saat ini masih belum ditemukan oleh saya hehehe.

Saat ini saya makan diatas Pulau Jawa bagian utara, sekitaran Pemalang, Tegal dan Pekalongan.

IMG_1683
Laut.

Setelah melahap habis makanan yang disajikan, kini saatnya duduk-duduk santai sambil menikmati playlist lagu di hp saya dan pemandangan diluar sana yang kebetulan cukup cerah.

Enaknya duduk sendiri yaitu bisa dengan mudah menaruh makanan yang sudah saya makan di meja sebelah, jadi ga mengganggu kaki sambil menunggu makanan diambil kembali oleh pramugari.

Oh iya ada sedikit tips nih hehehe, setelah makan lebih baik taruh makanan ke tempatnya semula ya dan jangan ditumpuk-tumpuk, karena akan memudahkan pramugari dalam clear up nya.

IMG_1685
Legaaa.

Saat ini cuaca sedang sangat cerah disekitar Semarang.

IMG_1688
Cerah.

Kenapa saya bisa tahu kalau pesawat ini sedang berada di lokasi tertentu? Yap selain saya hafal kondisi suatu daerah dan apa yang ada di sekitarnya, saya juga bisa melihat posisi saya di Maps yang pastinya tersedia di smartphone para pembaca.

Caranya cukup mudah, hanya buka aja maps nya dan tunggu sampai GPS didapatkan. Cara ini sangat aman karena mengandalkan GPS dari smartphone dan satelit diatas, dan pastinya hp saya tetap dalam mode terbang hehe.

IMG_1689
Flight maps ala-ala.

Saatnya me-recline dan menikmati sisa penerbangan ini!

IMG_1692
Recline.

Setelah beberapa lagu diputar, kini saatnya untuk membuka jendela dan melihat keadaan diluar. Panas dan cerah banget!

IMG_1696
Panas dan cerah.

Disebelah sana ada kepulauan, tandanya saat ini sudah berada sejajar dengan Madura.

IMG_1699
Pulau.

Di titik ini pesawat mulai turun dari ketinggian jelajahnya. Turun sedikit menukik dan beberapa kali speedbrake dikeluarkan untuk membantu pengereman pesawat.

Sayang penerbangan nikmat ini akan segera berakhir.

IMG_1710
Turun.

Awalnya saya bermaksud pindah ke sisi sebelah kanan untuk mendapatkan beberapa foto Pulau Bali dengan segala keindahannya, tetapi saya mendapatkan ini dan langsung memotret dengan cukup cepat.

Ini adalah foto Gunung Agung saat erupsi beberapa bulan lalu, saat saya terbang abu vulkanik mengarah ke arah Barat dari Gunung Agung.

IMG_1717
Gunung Agung.

Saya kemudian kembali lagi ke tempat duduk saya dan mendapatkan shot terakhir dari Gunung Agung pada penerbangan ini.

IMG_1724
Gunung Agung.

Di sisi kiri pemandangan cukup bagus dan akhirnya saya melihat Pulau Lombok untuk pertama kalinya seumur hidup hehehe.

IMG_1731
Pulau Lombok.

Halo Pulau Lombok! 😀

IMG_1735
Haloooo!

Pesawat ini melintasi Kota Mataram yang tampak sangat indah.

Tepat dibawah sana ada Bandara Selaparang yang berada sangat dekat dengan perkotaan.

IMG_1739
Selaparang.

Kemudian pesawat berbelok kekiri dan berada lurus dengan landasan Bandara Lombok Praya.

IMG_1745
Belok kiri.

Setelah tadi melihat perkotaan, ga jauh setelah itu pemandangan menjadi sawah-sawah dengan sedikit rumah penduduk.

IMG_1748
Sawah.

Lanjut turuuuuun dan pesawat sudah sangat dekat dengan daratan.

IMG_1755
Semakin turun.

Jlessssssss.

Akhirnya mendarat juga di Lombok! Kota kesekian yang baru saya beri tanda checklist di buku jalan-jalan saya.

IMG_1760
Mendarat.

Jalan ke terminal tidak begitu jauh, hanya memakan waktu selama 2 menit. Sampai berhenti dengan sempurna tepat disebelah pesawat Lion Air yang sepertinya akan menuju Jakarta.

IMG_1763
Terminal Lombok Praya.

Oh iya guys hampir kelupaan, ada baris yang saya sarankan untuk di avoid, karena recline tidak bisa diturunkan secara penuh, karena jarak ke dinding yang sangat mepet.

IMG_1767
Seat baris terakhir.

Setelah ini saya farewell kepada kru yang bertugas pada penerbangan ini dan turun deh dari pesawat ini! Hehehe.

IMG_1770
Babaayyyy!

3 menit kemudian saya telah berada di tempat pengambilan bagasi dan menuju keluar.

IMG_1772
Sampai!

Kalau sudah sampai, pasti review nya selesai! 😀


Terima kasih sekaliii sudah berkenan banget baca tulisan review saya ini dari awal sampai akhir yang bisa saya bilang panjaaang banget.

Oke saatnya menilai penerbangan ini, overall bisa saya bilang bagus, walaupun ada kekurangan yang sangat signifikan berupa AVOD yang tidak bisa menyala dan digunakan. Tapi tenang saja guys! Batik saat ini sudah mulai lagi untuk memasang AVOD dengan produsen terbarunya untuk dipasang ke seluruh pesawat Batik Air yang belum memiliki AVOD.

Untuk kursi standar Batik lah yaaa, cukup nyaman dan legroom sangat luas, makanan seperti yang saya bilang diatas, enaaaaak banget! 9,5/10 deh kalau saya nilai hehehe.

Okayy guys segini aja untuk review Batik Air kelas ekonomi yang bisa saya tulis, sampai jumpa lagi dalam penerbangan saya yang akan datang!

Instagram @Firstmarezacom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: