Flight Review

[FLIGHT REVIEW] Garuda Indonesia Business Class GA77 Bandar Lampung to Jakarta + Railink SHIA

Terbang bersama Garuda Indonesia dari Bandar Lampung ke Jakarta dan Kereta Bandara

Halo Semuaa!

Mohon maaf karena sudah sekian lama tak ada update di website ini, nah jadi kali ini saya akan menulis Flight Review saya dari Bandar Lampung ke Jakarta.

Spesialnya di Review ini karena saya akan mengulas Garuda Indonesia (lagi?) tetapi kali ini saya akan duduk di kelas Bisnis.

Dan karena saya terbang sendiri baik di perjalanan dari dan menuju Lampung, untuk perjalanan pulang ke rumah saya menggunakan jasa Transportasi terbaru yang disediakan dari Bandara Soekarno-Hatta, apalagi kalau bukan kereta Bandara yang dulu sempat ngehits ituu (Sebenarnya ini bisa dibilang dulu sih, tapi baru sempat dipost sekarang)

Untuk Detail dan review kereta bandara akan saya satukan dengan review Garuda kelas Bisnis ini.

Ya langsung aja, setelah kurang lebih 6 jam di Lampung, saya kembali menuju bandara untuk mengambil penerbangan kembali saya menuju Jakarta, nah untuk penerbangan kembali ini saya membeli tiket kelas Ekonomi dari Garuda Indonesia.

Lalu, kenapa saya bisa duduk di kelas Bisnis? jawabannya karena saya mempunyai poin GarudaMiles (Semacam Frequent Flyer) dari Garuda Indonesia, dan poin yang saya punya cukup poin untuk upgrade kelas Bisnis untuk perjalanan one-way ini.

Penerbangan kali ini seperti biasa dioperasikan dengan armada Garuda Indonesia jarak dekat, yaitu 737-800, semoga aja dapat pesawat yang baru, mengingat ini adalah rute jarak dekat jadi kemungkinan dapet GE* cukup tinggi.

Berikut data-data penerbangan ini.

Garuda Indonesia GA77
Bandar Lampung (TKG)-Jakarta (CGK)
Kamis, 4 Januari 2018
Durasi: 00h50m
Pesawat: Boeing 737-800
Seat: 8K

Saya kembali datang ke Bandara 2 jam sebelum pesawat ini berangkat, dan langsung menuju konter Check-in Bandara Radin Inten II.

Sayangnya konter Check-in untuk kelas Bisnis masih ditutup, jadi saya harus mengantri untuk mengambil Boarding Pass saya.

IMG_7016
Sky Priority.

Setelah mendapatkan Boarding pass saya, saya segera menuju gate keberangkatan dan menunggu disana.

Oiya, di Garuda Indonesia ada aturan mengenai barang bawaan masuk ke Cabin (Carry On Baggage), nah pastikan dimensinya jangan lebih besar dari yang telah ditentukan dan pastinya berat jangan lebih dari 7 kg.

IMG_7019
Aturan Carry-on Baggage.

Perjalanan ke Gate keberangkatan cukup singkat dan hanya menaiki eskalator keatas.

IMG_7022
Jalan ke Gate.

Saat jalan, saya menemukan satu dinding yang terukir desain yang saya sukai, yup, motif Tapis Rajo Tunggal.

IMG_7024
Menarik.

Nah karena saya menaiki kelas Bisnis Garuda Indonesia, jadi saya mendapat akses Lounge yang ada di Bandar Udara Radin Inten II, Lounge bisa dibilang cukup kecil tapi sangat spacious, jadi membunuh waktu selama satu setengah jam disini merupakan hal yang nyaman.

Berikut foto Executive Lounge di Bandara ini.

IMG_7028.jpg
Lounge.

Namanya Lounge, pasti ada pilihan makanan dan minuman yang tersedia disini, berikut saya foto pilihan makanan dan snack yang ada di Lounge ini.

IMG_7031
Makanan.

Menu makan siang saat itu adalah Soto yang dicampur dengan Lontong, rasanya cukup enak dan pas, mengingat sebelum datang ke Bandara saya sudah makan siang terlebih dahulu.

Untuk pilihan minuman bisa dilihat dibawah ini.

IMG_7032
Minuman.

Pilihan Minuman ada Teh dan Kopi, untuk Teh menggunakan Teh dari Lipton, sedangkan untuk Kopi menggunakan Kopi dari Nescafe.

Untuk pilihan minuman dingin tersedia Jus Jeruk.

Disini juga ada Snack, yang isinya seperti Martabak Telur, tetapi versi kecilnya.

IMG_7033
Pilihan Snack.

Setelah mengambil makanan dan minuman, saya pun duduk dan menunggu sekitar satu jam sampai waktu Boarding dimulai.

Akhirnya waktu itu pun tiba, setelah membereskan hal-hal yang saya keluarkan didalam Lounge ini, saya pun bergegas keluar dan menuju ke Gate tempat pesawat ini akan diberangkatkan.

IMG_7035
Bye!

Berikut gambar Gate yang ada di lantai bawah, FYI Lounge ini berada satu lantai diatas gate keberangkatan.

IMG_7037
Gate.

Ga beberapa lama kemudian, pesawat Garuda Indonesia datang setelah menjalankan perjalanan singkatnya dari Jakarta.

Seperti yang saya bilang diatas, jenis pesawat ini adalah Boeing 737-800NG.

IMG_7039.jpg
Boeing 737-800.

Penerbangan Garuda Indonesia dioperasikan seluruhnya melalui Gate G1, yang berada di ujung paling kiri Bandara.

IMG_7044
Gate 1.

Setelah menunggu beberapa saat di Gate, akhirnya para penumpang GA77 mulai dipanggil untuk masuk pesawat. Seperti biasa urutan boarding dimulai oleh penumpang kelas Bisnis, baru dilanjutkan dengan penumpang yang duduk di kelas Ekonomi.

Saat Boarding, seperti hal biasa di Lampung, disini menggunakan Bus untuk masuk ke Pesawat, dan mungkin saja karena jalan yang lumayan jauh dari Terminal.

Di Lampung juga tersedia Bus khusus bagi penumpang kelas Bisnis, saat masuk ke bis itu baru saya yang duduk didalam bis, mungkin aja saya satu-satunya penumpang di 12 kursi di 737-800 itu.

Ini dia tampak dalam dari mobil tersebut.

IMG_7049
Mobil untuk penumpang kelas Bisnis.

Sesaat kemudian mobil pun berangkat menuju pesawat.

Akhirnya tiba di bagian depan pesawat dan langsung diarahkan menuju tangga untuk masuk ke pesawat.

IMG_7055
Halooo!

Dan kemudian tanpa aba-aba saya segera memasuki pesawat yang akan membawa saya ke Jakarta ini.

Disambut oleh stiker Skyteam dan Sky Interior, dan tentunya disambut oleh Pramugari Garuda Indonesia yang ramah.

IMG_7057
Sky Interior!

Saat melangkah masuk dan memvalidasi Boarding Pass, saya segera menuju kursi yang akan saya duduki selama satu jam kedepan.

8K, seat yang terletak di paling belakang sebelah kanan dari Cabin kelas Bisnis, FYI kelas bisnis didalam pesawat ini masih berjumlah 12 kursi, dan beberapa pesawat 737-800 Garuda Indonesia lainnya sudah ada yang dikurangi, jadinya hanya ada 8 Kursi kelas Bisnis.

Ups, tampaknya saya penumpang pertama yang masuk didalam pesawat ini.

IMG_7058
Seat 8K yang ada disebelah kanan kabin.

Nah ini dia foto lebih jelasnya dari kursi 8K.

IMG_7059
8K.

Legroom? Bisa dilihat dibawah ini, cukup luas untuk Cradle Seat, sepertinya sedikit lebih luas dari Domestic First Class Airline-Airline dari Amerika.

IMG_7060
Legroom.

Untuk mengontrol Recline, legrest dan sebagainya, ada tombol yang berfungsi secara manual disamping tempat duduk, jadi letaknya cukup mudah dijangkau.

IMG_7061
Tombol.

Seperti yang saya bilang tadi, legroom disini cukup lega.

IMG_7062
Legroom.

Oiya, saat duduk di kursi sudah disediakan selimut dan bantal yang tebal, keduanya berwarna merah, selaras dengan warna tempat duduk kelas Bisnis ini.

IMG_7064
Selimut dan Bantal.

Di kantung kursi tersedia Headphone yang kualitasnya lebih baik dari kelas Ekonomi, mungkin tersedia fitur Noise Cancelling, karena saya tidak membukanya, dan lebih memilih untuk menggunakan Bose QC35 saya.

IMG_7065
Headphone.

Sesaat kemudian Captain memulai Announcement nya dan memperkirakan kita akan terbang selama kurang lebih 30 menit.

IMG_7067
Terbang selama 30 menitan.

Saya menunggu selama kurang lebih 15 menit, dan penumpang kelas Bisnis hanya datang 3 penumpang, semoga saja banyak kursi kosong tersedia, jadi bakal lebih mudah kalau pindah-pindah.

IMG_7068
Masih Kosong.

Setelah ini kru kabin datang dan menawarkan minuman sebagai welcome drink, tentu saja saya memilih jus apel.

Disajikan dengan gelas yang terbuat dari kaca.

IMG_7072
Jus Apel.

Disusul dengan Hot Towel yang menyegarkan.

20180104_171016
Hot Towel.

Hampir lupa, inilah view yang akan saya lihat untuk 40 menit kedepan, buzzsaw khas CFM56 akan sangat terdengar disini.

IMG_7073
View.

Karena di Lampung pesawat tidak di pushback, maka Safety Video diputar sebelum pesawat mulai menyalakan mesinnya.

IMG_7083
Safety Video diputar.

Lho kok TV gantung? jawabannya di kelas Bisnis pastinya ada IFE nya, tetapi harus di Stow untuk Takeoff dan Landing, lokasi nya ada diantara armrest tempat duduk, tidak dibelakang kursi seperti kelas Bisnis nya Batik Air.

IMG_7081
IFE pada posisi awalnya.

Beberapa saat setelah pesawat berputar dan menuju Runway, lampu kabin dimatikan.

IMG_7090
Lampu dimatikan untuk Takeoff.

Yup, seperti yang kalian lihat, kursi tetap kosong, dan hanya terisi 4 penumpang dari total 12 kursi kelas Bisnis.

IMG_7088
Tetap Kosong.

Saat pesawat mau memasuki Runway, pesawat ini menunggu selama kurang lebih 3 menit, ada apa ya?? setelah ditunggu ternyata ada pesawat Batik Air yang baru mendarat.

Saat itu pun kita memasuki runway untuk backtrack di Runway 14.

IMG_7094
Memasuki Runway.

Sekejap kemudian pesawat sudah tiba diujung Runway 14 dan berputar untuk lepas landas.

IMG_7106.jpg
Runway 14.

Mesin mulai menderu dan akhirnya kita berhasil lepas landas menuju Jakarta.

Sampai jumpa lagi Lampung!!

IMG_7115
Bye!

Setelah takeoff pesawat banking ke kiri dan memulai penerbangan singkatnya menuju ibukota.

Saat climbing terasa sedikit bumpy mengingat cuaca sore itu cukup berawan, tetapi setelah berada di sekian ribu kaki cuaca mulai berangsur-angsur cerah.

20180104_172454
Climb.

Sambil menunggu sabuk pengaman dimatikan, mari kita ubek-ubek isi dari kantung kursi yang tersedia didepan anda.

Yang pertama pastinya ada Safety Card dan Airsickness Bag.

20180104_172615
Safety Card.

Lalu tentunya yang paling ditunggu-tunggu karena pada flight sebelumnya tanggal 2 Januari belum tersedia, yaitu majalah Colours edisi Januari 2018!

20180104_172641
Colours.

Yang terakhir ada majalah Stars, yang tentunya merupakan majalah Guide dari Inflight Entertainment dari Garuda Indonesia, isinya mencakup isi konten dari IFE, seperti film-film yang baru rilis dan musik-musik untuk memanjakan telinga anda.

Cover dari majalah Stars kali ini adalah film War for the Planet of the Apes.

20180104_172645
Stars.

Lalu kemudian tanda sabuk pengaman pun dimatikan, sambil menunggu servis dimulai, saya menyempatkan diri untuk pergi ke Lavatory untuk sekedar mengecek apa saja sih yang ada di Lavatory kelas Bisnis?

Saat masuk, kesan pertama saya cukup bersih dan sangat wangi.

20180104_172802
Bersih.

Untuk Amenity di toilet ini, ada pewangi toilet dan Hand Lotion dari Garuda Indonesia.

20180104_172804
Amenity.

Setelah itu saya keluar dan kembali duduk di tempat duduk saya, 8K.

Saat mengecek keluar saya kira kita saat ini sudah berada dalam fase Cruising.

20180104_172953
Cruising.

Ga beberapa lama kru kabin memberikan table cloth untuk dipasangkan di meja saya, itu tentunya meal service akan segera dimulai!

Yup benar saja, akhirnya Snack Box pun datang, Snack Box di kelas Bisnis pun tentunya berbeda dari Snack Box yang ada di kelas Ekonomi, selain warnanya yang berbeda, bentuk kotaknya pun lebih besar dan isinya pun sedikit lebih banyak.

Yuk langsung aja kita lihat tampilan Snack Box ini.

20180104_172946
Snack Box.

Langsung ajaaa kita buka Snack Box ini, sepertinya menarik.

Setelah dibuka, tadaaaa!

20180104_173000
Isi Snack Box.

Makanan pertama di Snack Box ini ada KitKat dengan ukuran mini.

20180104_173005
KitKat.

Lalu ada lemper yang setelah dibuka ada abon ditengahnya, rasanya sih cukup lezat.

20180104_173008
Lemper.

Ada kue lapis yang cukup mengenyangkan perut.

20180104_173010
Kue Lapis.

Dan yang terakhir ada Air Mineral ukuran Kecil, tapi jangan salah kita bisa Request minum lagi kok jika perlu! jadi gausah takut kurang ya guys.

20180104_173015
Aqua.

Seperti yang saya bilang barusan, kita bisa request minuman lagi, jadilah saya memesan minuman Jus Apel untuk menemani saya di penerbangan ini.

20180104_173141
Jus Apel.

Ada yang kurang nih, jawabannya tentu saja IFE nya Garuda, yuk buka-buka IFE ini!

Seperti biasa disambut oleh pilihan bahasa dan latar yang bisa dipilih, pilihannya ada 3 tema, dan bisa kalian pilih sesuka hati.

20180104_173411
IFE.

Skip skip langsung aja kita buka bagian Movies, seperti yang sudah tertera di majalah Stars, di IFE ini sudah tersedia film War for the Planet for the Apes.

20180104_173421
New Release.

Pingin sih nonton lagi, tapi durasi penerbangan yang singkat ini mengurungkan niat saya buat nonton, pastinya gabakal keburu mengingat penerbangan ini adalah penerbangan jarak pendek.

Di kelas Bisnis 737-800 juga tersedia Remote Control untuk IFE nya, padahal posisi IFE sudah cukup strategis bagi saya, nice GA!

20180104_175822
Remote.

Ga terasa kita sudah berada hampir setengah perjalanan.

20180104_173523
Diatas laut Jawa.

Menengok lagi keluar, saya disuguhi pemandangan yang sangat sangat indah, awan yang sangat halus dan cahaya matahari senja yang adem namun menawan.

20180104_173634
Beautiful, seperti kamu, iya kamu.

Oh iya, FYI aja, ini dia gambar seat kelas Bisnis dalam keadaan full recline, dan dibandingkan dengan posisi seat yang tegak.

20180104_173814
Recline.

Pesawat pun berputar, ternyata ada yang ketinggalan di TKG, ehhhh karena kita disuruh holding karena padatnya lalu lintas di Soekarno-Hatta sore itu.

20180104_174049
Berputar-putar.

Sambil menunggu turun, enaknya sambil makan Coklat Kitkat dari Snack Box Garuda Indonesia.

20180104_174001
Kitkat.

Pesawat pun masih lanjut berputar.

20180104_174143
Berputar ft. Lalat.

Sambil membaca-baca isi majalah Colours edisi Januari.

Dengan Lampu baca yang tersedia disamping anda, *maklumbiasanaikeco.

20180104_174719
Lampu baca.

Kalau ingin membaca koran, pada penerbangan ini tersedia koran di rak buku diatas.

20180104_174722
Koran.

Akhirnya setelah berputar sebanyak 3 kali, pesawat kembali ke jalur semestinya dan kembali menuju Jakarta.

Tentunya karena waktu tempuh yang sedikit lebih lama membuat makanan yang ada didepan saya ludes.

20180104_174951
Thankyou GA!

Pesawat berbelok ke Kanan dan akhirnya lurus kearah Jakarta.

Ditemani oleh Sunset yang luar biasa indah dari ketinggian.

20180104_175002
Matahari Terbenam.

Turun..Turuuun dan turun, lampu pun diset ke warna putih saat persiapan mendarat.

20180104_175739
Lampu khas BSI.

Lalu beberapa menit kedepan saya habisi dengan menengok keluar, dan ga lama kemudian terlihat pulau Jawa dan DKI Jakarta.

Halo Tangeraaang! saya kembali!

20180104_180606
Approaching CGK 25R.

Semakin dekaat, terlihat Perimeter Utara dipojok kiri bawah, dan tempat plane spotting sawah disebelah kanan.

20180104_180715
Hampir tiba.

Sruuut Sruut, akhirnya pesawat mendarat di Soekarno-Hatta, selamat datang di Tangerang!

Setelah mengerem dengan gentle pesawat pun keluar dari Runway dan FA memulai announcementnya.

20180104_180852
Exit Runway.

Setelah Taxi yang bisa dibilang cukup singkat, akhirnya saya tiba dikandang dari maskapai plat merah ini, Terminal 3.

20180104_181509
Terminal 3.

Setelah pesawat terparkir dengan sempurna, para penumpang kelas Bisnis dipersilahkan untuk turun terlebih dahulu.

20180104_181724
Terimakasih GA!

Setelah farewell singkat dengan FA yang baik hati, saya pun melangkahkan kaki keluar dari pesawat dan menuju tempat lainnya.

Bagasi? Saya tidak memiliki bagasi untuk perjalanan singkat ini, hehe.

Sampai disini? Belum 😀 kali ini setelah saya keluar dari pesawat saya langsung mengikuti papan petunjuk menuju Stasiun Kalayang atau yang biasa disebut Skytrain.

Lokasinya tidak sulit untuk dicari karena papan petunjuk sudah cukup jelas.

20180104_182453
Kalayang.

Disana terparkir 1 rangkaian Skytrain yang saat itu belum dioperasikan.

20180104_182521
Skytrain yang belum dioperasikan.

Untuk menuju ke Stasiun kereta, saya harus mengikuti Skytrain yang menuju ke Terminal 2, dan setelah itu tetap di dalam kereta menuju IB (Integrated Building)

20180104_182706
Arah menuju T2.

Sayang sekali Skytrain datang terlambat sekitar 15 menit, tapi gapapa kok karena kereta yang saya kejar berangkat pukul 8.10 malam sedangkan saat ini masih menunjukkan pukul 6.20 sore.

Akhirnya Skytrain pun datang, suasana saat itu cukup sepi dan hanya beberapa penumpang yang masuk, berikut tampak dalam Skytrain.

20180104_183112
Skytrain.

Berdasarkan info yang saya dapat, Skytrain saat ini masih beroperasi secara manual, jadi masih ada orang yang memegang kemudi, dan katanya sih beberapa bulan kedepan Skytrain akan berjalan secara otomatis, ya kita tunggu aja kelanjutannya.

Skytrain ini sepertinya buatan Woojin, karena tertera Stiker tersebut di dalam Skytrain.

20180104_183140
Woojin.

Setelah perjalanan selama kurang lebih 12 menit, akhirnya tiba juga di IB, lalu tinggal mengikuti papan petunjuk menuju Kereta Bandara yang jaraknya ga begitu jauh.

20180104_184022
Menuju Stasiun Kereta.

Dibawah masih harus berjalan sedikit melewati lorong kearah Stasiun.

20180104_184133
Lorong.

Sesaat kemudian saya akhirnya tiba di Stasiun Kereta yang cukup besar ini, first impression saya di Stasiun ini adalah AC nya sangat dingin, beda kayak AC yang ada di Terminal ituuu tuh, hehehe.

20180104_184212
Tiba di Stasiun.

Bangunan di Stasiun itu sendiri cukup terang dan ukuran stasiun ini cukup besar, jadi sepertinya bisa menampung 280 an penumpang (sesuai batas maksimum penumpang kereta)

20180104_184223
Besar.

Langsung menuju Vending Machine yang lokasinya cukup mudah dilihat.

Malam itu tidak ada antrian yang panjang, jadi saya langsung membeli tiket melalui salah satu Vending Machine itu.

20180104_184248
Kosong.

Ini dia tampilan Vending Machine kereta bandara.

20180104_184420
Vending Machine.

Cara memesan tiket kereta ini sangat mudah, tinggal klik klik dan pilih jadwal keberangkatan, bayar dan jadi deh!

Untuk pembayaran Kereta Bandara ini bisa menggunakan Kartu Kredit dan kartu yang biasa digunakan untuk membayar tol seperti Flazz, E-Money, Brizzi dan lain-lain.

Pembayaran kali ini saya menggunakan Brizzi dari BRI.

20180104_184454
Pembelian tiket.

Setelah berhasil membayar, saya menuju ke Waiting Lounge dan menunggu selama 1 jam 15 menit. Waiting Lounge ini cukup nyaman, tapi di beberapa sudut kurang penerangan dan banyak nyamuk, hehe.

20180104_184639
Waiting Lounge.

Di Waiting Lounge, saya menyempatkan untuk melanjutkan Flight Review yang waktuu itu belum saya publish.

Skip, setelah menunggu, akhirnya dipanggil untuk masuk ke Kereta, tentunya dengan men-tap tiket saya di mesin Reader, baru boleh masuk ke kereta.

Ini dia penampakan kereta Bandaranya.

20180104_195931
Tampak depan.

Lalu saya langsung masuk dan menemukan kursi yang kosong (sebetulnya banyak banget kursi yang kosong)

Berikut gambarnya, tampak cukup luas bukan?

20180104_200039
Kursi.

Saat duduk, padding kursinya terasa sedikit keras, tetapi kursi cukup tinggi dan bisa dibilang cukup nyaman.

Saya memilih kursi 1D, kursi jendela disebelah kiri.

20180104_200101
1D.

Walaupun sedikit keras, tapi legroom bisa dibilang lega untuk sebuah kereta.

20180104_200137
Yup.

Disini ada kantung kursi untuk menaruh barang-barang, tapi awas jangan sampai ketinggalan ya!

20180104_200140
Kantung kursi.

Satu hal yang sangat penting di zaman sekarang, tentunya USB Charger, untungnya tersedia di kereta ini, jadi barang elektronik seperti HP gaakan kehabisan baterai deh!

20180104_200208
USB Charger.

Overhead bin di kereta ini cukup besar, tapi bingung kira-kira cukup gak ya buat manaruh koper ukuran Cabin?

20180104_200228
Overhead Bin.

Untuk koper dengan ukuran yang lebih besar, bisa menggunakan rak koper yang tersedia di ujung setiap gerbong.

20180104_200638
Bag Holder.

Untuk urusan recline, kereta ini juaranya deh!

20180104_200301
Recline.

Akhirnya pintu pun ditutup, dan di Screen mulai terpampang pemberhentian pertama kereta ini yang merupakan tujuan saya.

20180104_200956
TV Screen.

Tepat pada pukul 20.10 kereta berangkat.

20180104_201037
Ngeng.

Saat jalan kereta ini melewati Perimeter Selatan, sayangnya sudah malam dan gelap, jadi tidak terlalu terlihat keadaan malam itu di Runway Selatan.

20180104_201646
Perimeter Selatan.

12 menit kemudian kita sudah tiba di Batu Ceper, terlihat ada beberapa orang yang turun juga di Stasiun Batu Ceper ini.

20180104_202533
Mendekati Batu Ceper.

Kereta akhirnya berhenti dan saya segera turun dari kereta, terimakasih PT. Railink!

20180104_202658
Keluar.

Karena stasiun yang masih belum rampung, saya beserta beberapa penumpang lain ditemani keluar dengan Security di Stasiun Batu Ceper ini, dan melewati jembatan yang berada diatas rel kereta ini.

20180104_202823
Jembatan.

Setelah turun saya segera keluar Stasiun dan memesan Ojek Online dan menjemput saya kira-kira 5 menit setelah saya memesan.

Selesaii sudaaaah, terima kasih sudah sempat membaca!


Terima Kasiiih sudah berkenan membaca Flight Review saya, tentunya terima kasih juga untuk Garuda Indonesia dan Railink, Untuk Garuda Indonesia pelayanan kelas Bisnis bisa dibilang bagus, sesuai ekspektasi dari terbang dengan kelas Bisnis, apalagi tiket yang dibeli merupakan tiket gratis, hehe.

Untuk pelayanan kru kabin sangat baik dan service cukup lengkap, mulai dari handuk panas dan lain-lainnya, thumbs up untuk Garuda Indonesia!

Untuk Angkasa Pura II dan Railink saya ucapkan terima kasih telah menyediakan Skytrain dan Kereta Bandara yang nyaman, tapi semoga jadwal Skytrain bisa lebih tepat lagi, karena merupakan opsi tercepat untuk menuju Stasiun kereta.

Terima kasih semuaa! sampai jumpa lagi!

Next: Perjalanan Reza menuju negara dua benua.

Instagram @FlywithReza

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: