Flight Review

[FLIGHT REVIEW] Sriwijaya Air Economy Class SJ68 Jakarta to Bandar Lampung

Terbang bersama Sriwijaya Air dari Jakarta ke Bandar Lampung

Halo semuaa!

Selamat datang di Flight Review terbaru saya, dan senang sekali dapat berjumpa lagi disini, seperti post sebelumnya, disini saya akan membawa kalian pergi ke salah satu kota di Pulau Sumatera, kemarin kan sudah Palembang, nah kali ini kita akan pergi lebih ke Selatan lagi, udah ketebak kan? apa lagi kalau bukan Lampung!

Yup Lampung, kota yang tidak jauh dari Ibukota. Jadi naik pesawat merupakan perjalanan yang sangat cepat, dan murah tentunya.

Untuk perjalanan kali ini saya menggunakan jasa maskapai Sriwijaya Air, maskapai Medium Service swasta Indonesia ini didirikan tahun 2003 dan sekarang sudah berhasil mengepakkan sayapnya di Indonesia, oleh karena itu jadilah saya memesan tiket untuk penerbangan singkat ke Bandar Lampung ini.

Saya penasaran juga gimana sih terbang di 737-800NG Sriwijaya Air? soalnya saya cuma pernah terbang hanya dengan 737-500 dan 737-300 nya Sriwijaya, dan itupun merupakan pesawat yang sudah cukup berumur, dan saya sangat excited bisa terbang dengan 737-800 milik Sriwijaya Air.

Ini dia detail dari penerbangan saya.

Sriwijaya Air SJ68
Jakarta (CGK)-Bandar Lampung (TKG)
Kamis, 4 Januari 2018
Durasi: 00h50m
Pesawat: Boeing 737-800
Seat: 6F

Pesawat 737-800 sendiri hanya terdiri dari satu kelas, hanya kelas Ekonomi, dan total kursi sama dengan 737-800 LCC lainnya, 189 kursi, jadi kemungkinan seat map sama dengan Lion Air Boeing 737-800, yang kalian bisa lihat disini.

Karena saya yang terlalu excited tentang trip ini, sampai-sampai saya jam 5.15 tiba di Bandara, padahal jadwal penerbangan ke Lampung ini pukul 8 Pagi.

IMG_6337
Drop Zone.

Oiya penerbangan Sriwijaya Air dan anak perusahaan mereka, Nam Air dioperasikan dari Terminal 2F, tepatnya Gate 4, bersama dengan Air Asia.

IMG_6702
Pintu 4.

Setelah itu saya segera masuk ke Check-in Counter.

IMG_6705.jpg
Pintu 4.

Fitur yang bisa diandalkan dari Sriwijaya Air adalah Online Check-in nya. Check in online dibuka 24 jam sebelum keberangkatan, disitu jugalah saya bisa memilih kursi yang akan saya duduki untuk perjalanan ini, kursi yang saya pilih pada penerbangan ini adalah kursi 6F, kursi jendela pada row keenam dari 737-800 ini, lokasinya didepan sayap, nah foto-foto dari kursi ini nanti yaa.

Setelah Security Check pertama, saya disambut oleh Check-in Counter Sriwijaya Air yang begitu banyak, dan saya berhasil menemukan line khusus untuk Web Check-In.

Seinget saya hanya ada 1 konter Check-in khusus Web Check in.

IMG_6706
Konter khusus.

Setelah mendapat Boarding Pass, saya segera menuju Gate keberangkatan saya, saat lihat tiket baru saya tahu kalau saya adalah orang pertama yang Check-In, karena ada tulisan SEQ 001 pada Boarding Pass saya.

Suasana pagi itu lumayan ramai di Terminal 2F.

IMG_6710.jpg
Lumayan padat.

Karena saya berangkat dari rumah pada pukul 4.30 pagi, saya tidak sempat untuk sarapan di rumah, alih-alih sebelum terbang saya sempat pergi ke Starbucks Coffee yang ada di Terminal 2F untuk mengisi perut sebelum perjalanan ini.

Di Starbucks saya membeli Almond Croissant dan English Breakfast Tea untuk mengisi perut.

IMG_6720
Paket Sarapan.

Setelah melahap sarapan saya, waktu hanya tersisa satu jam sebelum jadwal keberangkatan, maka setelah itu saya segera menuju ke Gate, Gate yang dioperasikan pada penerbangan ini adalah gate F5.

IMG_6723
F5.

Saat saya masuk, penerbangan ke Silangit sudah Boarding, dan hanya menyisakan penumpang SJ68 yang menggunakan F5 untuk Boarding.

Jalan masuk menuju ke Gate mengingatkan saya akan masa-masa Garuda Indonesia masih menggunakan 2F, dan tidak jauh berbeda seperti keadaan sekarang, taman-taman dibawah juga masih terawat dan indah.

IMG_6724
Jalan menuju gate.

Ini dia taman-taman yang ada dibawah.

IMG_6725
Sisi sebelah kiri.
IMG_6726
Sisi sebelah kanan.

Karena masih ada waktu 30 menit sebelum masuk pesawat, saya duduk-duduk dahulu sambil melihat pesawat Sriwijaya Air jenis 737-500 yang mulai langka, yang akan membawa penumpang ke Siborong-Borong, atau nama lainnya Silangit.

Setelah menunggu selama 25 menit, penerbangan SJ68 akhirnya diperbolehkan untuk masuk ke pesawat, melalui Gate F4, pesawat yang dioperasikan untuk penerbangan ini adalah Boeing 737-800NG dengan registrasi PK-CMS.

Ini dia penampakan pesawat yang akan saya naiki.

IMG_6727
PK-CMS.

Akhirnya setelah pengecekan Boarding Pass saya langsung masuk kedalam pesawat, dan disambut oleh pramugari Sriwijaya Air yang ramah, langsung saya jalan dan akhirnya menemukan kursi yang akan saya duduki selama 50 menit ini.

Kursi 6F, kursi jendela di baris keenam.

IMG_6728
Seat 6F.

Kursi di Sriwijaya tuh cukup bagus, walaupun terlihat sempit tapi dengan kursi yang tipis jadi terasa lega.

IMG_6730
Tipis tipis.

Saat duduk, ternyata waaaah, feeling sempit saat duduk akhirnya terhapuskan setelah mencoba langsung duduk disini, terima kasih kursi slimline.

Nah alasan kenapa kursi ini terasa lega karena segala isi yang biasa ada di kantung kursi ditaruh diatas bagian kursi, jadi menyisakan space yang tidak terisi dibawah, yang secara otomatis menambah legroom saat duduk.

Jadi tempat yang tidak berfungsi bisa diisi oleh isi-isi kantung kursi.

IMG_6731
Kantung kursi beserta isi-isinya.

Ini dia legroom yang super buat 737-800NG yang diisi Full Economy, lega kan?

IMG_6732
Legroom.

Seperti yang saya bilang tadi, karena semua isi pindah keatas, jadilah menyisakan kantung kursi dibawah yang kosong, cukup untuk menaruh kamera atau HP.

IMG_6733
Storage kecil.

Ternyata kursi di pesawat ini adalah produksi dari Recaro, brand terkenal yang berasal dari Jerman, kursi jenis slimline ini biasa ada di Airline-Airline Eropa, jadi bisa ada di Indonesia membuat saya harus nyoba.

IMG_6734
Recaro.

Tray table? cukup lega dan lebar untuk menaruh makan dan minuman sekaligus.

IMG_6736
Tray Table.

Karena duduk di bagian depan pesawat, jadi saya mendapat view yang cukup bagus, tentunya dengan view engine dan sayap.

Dengan duduk didepan sayap dan mesin kalian bisa mendengar Engine Roar khas CFM56 yang membuat saya rindu duduk di bagian depan pesawat.

Ini dia view yang akan saya lihat untuk 50 menit kedepan.

IMG_6740
Engine view untuk penerbangan ini.

Oiya di sandaran kursi juga terdapat fitur untuk mengganti Channel dan volume IFE, padahal di pesawat ini tidak tersedia IFE, kira-kira untuk apa ya fungsinya?

IMG_6737
Tombol-tombol.

Oh iya pesawat ini tidak dilengkapi oleh Boeing Sky Interior, Interior Boeing yang kereen itu lhoo, tapi gapapa, seenggaknya bisa bernostalgia dikit sama interior Boeing yang lama sebelum punah.

Seperti yang dulu saya bilang, perubahan yang cukup signifikan bisa dilihat di desain Overhead Panel dari pesawat ini, tempat AC dan lampu baca diatas kalian saat duduk.

IMG_6738
Desain lama tetapi tetap terawat.

Nah kali ini saatnya kita ngubek-ngubek isi didalam seat pocket dari pesawat ini.

Yang pertama dan yang paling utama pastinya Safety Card! ini dia penampakan dari Safety Card tersebut.

IMG_6741
Halaman satu.

Selanjutnya ini dia halaman kedua dan ketiga dari Safety Card ini.

IMG_6742
Tengah.

Dan ini dia halaman terakhir dari Safety Card ini, halaman belakang berisi pintu emergency yang bisa digunakan saat pendaratan darurat di darat maupun di air, beserta guide dari emergency exit.

IMG_6743
Halaman terakhir.

Selanjutnya adalah majalah Inflight Shop dari Sriwijaya Air, majalah ini adalah majalah yang paling saya cari dari suatu Airline, yang dimana barang-barang yang ditawarkan harganya cukup terjangkau dan tidak menusuk kantong.

Dan tibalah saya di bagian Merchandise dari Sriwijaya Air, seperti yang tadi saya bilang, harga yang ditawarkan ga begitu mahal, dan barang yang saya incar kali ini adalah Teddy Bear yang dijual SJ, sayang tidak ada stok saat itu.

Teddy Ini menurut saya cocok dijadikan barang koleksi, saya pertama membeli Teddy Bear dari Cathay Pacific dalam perjalanan saya dari Jakarta ke Hongkong tahun 2016.

IMG_6745
SJ Teddy Bear Pilot.

Selanjutnya ada majalah Sriwijaya, Inflight Magazine yang dinamakan berdasarkan nama Airline itu sendiri.

Majalah ini cukup tebal, dan isinya juga banyak menyajikan tentang keindahan alam di Indonesia, juga menurut saya ads di majalah ini tidak terlalu banyak, jadi masih enjoyable.

Ini dia tampilan cover majalah edisi Januari 2018.

IMG_6749
Majalah Sriwijaya.

Saat melihat-lihat isi majalah ini, saya menemukan bagian Fleet Facts dari Sriwijaya Air dan anak perusahaan mereka, NAM Air.

Sriwijaya Air mengoperasikan 4 tipe 737 Series.

Dimulai dengan armada terbaru dan terbesar mereka, Boeing 737-900ER yang bisa mengangkut hingga 220 orang sekali jalan, dan diantar langsung dari pabrik Boeing di Seattle, WA.

Selanjutnya ada 737-800NG yang saya naiki saat ini, confignya All Economy yang berjumlah 189 kursi, walaupun diisi penuh, tapi seat tetap lapang seperti yang saya bilang diatas.

Untuk armada 737 Classic, Sriwijaya Air mengoperasikan Boeing 737-300 yang dulu pernah saya naiki dari Jakarta ke Yogyakarta pertengahan 2015.

Terakhir ada Boeing 737-500 yang beberapa pesawatnya sudah dihibahkan ke anak perusahaan mereka.

IMG_6750
Fleet Sriwijaya Air.

Sedangkan anak perusahaan mereka, NAM Air. Mengoperasikan 2 jenis armada, yang satu adalah Boeing 737-500 dari Sriwijaya Air, satunya lagi adalah ATR72-600 yang beberapa mereka dapatkan dari maskapai dari Malaysia, MASWings.

Maskapai NAM Air adalah maskapai feeder dari Sriwijaya Air, menyambung dari daerah-daerah non hub ke daerah yang peminatnya kurang jika dioperasikan oleh pesawat besar Sriwijaya Air.

Beberapa menit kemudian, pesawat mulai mundur sambil menghidupkan kedua mesinnya dan bersiap menuju runway yang aktif digunakan pada saat itu, runway 25R.

IMG_6756
Pushback.

Akhirnya setelah diperbolehkan taxi, pesawat langsung melaju ke 25R, melewati Terminal 3 yang merupakan kandang dari Garuda Indonesia, yang akan saya sambangi sore nanti saat saya kembali ke Jakarta, untuk Review nya bisa ditunggu yaaa.

IMG_6760
Terminal 3.

Setelah menunggu selama kurang lebih 10 menit, akhirnya saya berada di ujung antrian, dari yang sebelumnya antrian nomor 5.

Pada pukul 08.18 pesawat ini mendapat izin lepas landas, dan kemudian takeoff dengan mulus menuju Lampung, sampai jumpa sore nanti, Jakarta!

Setelah lepas landas pesawat ini langsung berbelok ke kanan menuju Lampung.

IMG_6764
Belok kanan.

Sambil nunggu lampu tanda sabuk pengaman dimatikan, saya mengabadikan beberapa foto saat keluar dari Pulau Jawa, dan mencoba untuk menggerakkan kaki saya supaya tidak pegal, tapi untung aja kursinya agak masuk kedalam, jadi seperti yang saya bilang tadi, seat pitch bertambah secara signifikan.

IMG_6768
Lega.

Sesaat kemudian kami bersiap untuk menembus awan dan terbang di ketinggian jelajah 12.500 kaki diatas permukaan laut.

IMG_6770
Menembus Awan.

Setelah ini kru kabin mulai membagikan snack untuk disantap di penerbangan singkat ini.

Maka saatnya membuka Tray Table! terlihat di penjepit tulisan Recaro, pembuat tempat duduk di pesawat ini.

IMG_6773
Ehh bolong.

Untuk penerbangan singkat ini, dibagikan snack kecil berupa Cookies dengan rasa pisang, isinya ada 2 pcs, bisa dibilang cukup untuk penerbangan singkat ini, apalagi hanya mengeluarkan sekitaran 200 ribu untuk penerbangan ini.

IMG_6777
Banana Cookies.

Ada makan pastinya ada minum, di Sriwijaya Air juga dibagikan minum yang berupa air mineral dalam bentuk gelas, dibuat oleh Amidis untuk Sriwijaya Air.

IMG_6787
Air Minum.

Beberapa saat kemudian pesawat sudah mulai turun dari ketinggian jelajah, dan ga lama kemudian lampu tanda kenakan sabuk pengaman kembali dinyalakan.

Karena hanya terbang di ketinggian jelajah 12.500 kaki, jadi descent terasa cepat, tau-tau daratan sudah terlihat jelas.

IMG_6789
Mendekat.

Saat akan mendarat terlihat proyek Tol yang akan menghubungkan Lampung dengan kota-kota lainnya di utara.

Proyek Tol.

Pesawat pun berbelok sedikit ke kanan dan akhirnya berada lurus dengan landasan di Bandara Radin Inten 2.

Lurus.

Semakin turun, tandanya kita semakin dekat dengan Bandara.

Semakin dekat.

Beberapa saat kemudian pesawat pun menggesekkan rodanya di landasan bandara Radin Inten 2 di Lampung, lalu pesawat pun mengerem keras dan langsung masuk ke apron bandara.

IMG_6809
Belok Kiri.

Disini terlihat pesawat Dornier 328 milik Xpress Air yang sedang dalam proses mengangkut penumpang.

IMG_6815
Xpress Air.

Saat parkir, tampaknya tidak ada bus yang menunggu para penumpang yang turun, jadinya kita akan berjalan dari apron 5 ke Terminal kedatangan.

Seperti pesawat Sriwijaya Air lainnya, pesawat ini juga memiliki nama yang disematkan dibawah ruang kokpit, pesawat ini dinamakan ”Bermanfaat”.

IMG_6834
Bermanfaat.

Jalan dari pesawat ke Terminal bisa dibilang cukup jauh, tetapi bagi Avgeek seperti saya, rasanya sih senang bisa jalan-jalan gratis di Apron.

IMG_6842
Jalan menuju Terminal.

Beberapa saat kemudian sampailah saya di Kedatangan, artinya saya sudah tiba dengan selamat di Bandar Lampung.

IMG_6845
Kedatangan.

Karena tidak membawa bagasi, maka saya bisa langsung keluar terminal, sampai jumpa nanti sore, Radin Inten 2!

Terima kasih!


Pertama, terima kasih semua telah berkenan membaca Flight Review saya ini, dan terima kasih juga untuk Sriwijaya Air telah menyediakan tiket yang cukup Affordable untuk penerbangan ke Lampung ini, dan servis yang ditawarkan di penerbangan yang sangat singkat ini cukup, dan mungkin bisa dibilang sangat baik, penumpang diberi Snack kecil dan Air Mineral yang biasanya hanya ditawarkan oleh maskapai-maskapai Full Service, untuk penerbangan dengan harga sekitaran 180-250 ribu ini tuh sudah sangat baik.

Kursi dan pesawat pun bisa dibilang nyaman walaupun sudah terlihat sedikit tua suasana nya, tapi tempat duduk sangat-sangat nyaman.

Sekali lagi Terima Kasih Sriwijaya Air!

Next…..sorenya saya kembali ke Jakarta.

Instagram @Reza1212

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: