Flight Review

[FLIGHT REVIEW] Garuda Indonesia Economy Class GA225 Surakarta to Jakarta

Terbang bersama Garuda Indonesia dari Solo ke Jakarta

Haloo!

Selamat datang kembali dalam Flight Review Reza yang terbaru!

Kali ini saya akan pergi kembali ke Ibukota, Jakarta, Naik apa? Tentu aja maskapai milik negara, apalagi kalau bukan Garuda Indonesia!

Sebelumnya saya memesan tiket ini tanggal 24 Desember, dengan jadwal penerbangan tanggal 2 Januari tahun depannya, jadi apakah udah telat? jawabannya iya, jadi saya tidak mendapat tiket ekonomi dengan harga tertinggi, nah, apasih previlege nya punya tiket harga tinggi a.k.a Economy Affordable dan Economy Flexible?

Nah saya menggunakan salah satu previlege bagi pemilik tiket Economy Flexible, yaitu bisa pilih semua kursi secara cuma-cuma guys! alias gratis, jadi mau duduk di Bulkhead atau Emergency Exit pun tidak dikenakan biaya tambahan sepeserpun.

Seperti yang barusan kalian baca, duduk di Bulkhead atau Emergency Exit pun gratis, maka saya pun bisa menggunakan salah satu dari pilihan itu, saat saya cek, ternyata seat yang berada di Bulkhead maupun Emergency Exit itu masih kosong belum terisi penumpang, nahhhh jadinya dilema nih, pilih Bulkhead atau Emergency Exit ya?

Setelah searching dan beberapa pertimbangan, akhirnya saya memilih duduk di Bulkhead, kenapa? karena seat di Bulkhead selain lebih luas juga bisa di Recline, tidak seperti seat yang berada di Emergency Exit, mereka tidak bisa di recline dan tentunya memiliki tanggung jawab yang bisa dibilang lumayan berat, karena seandainya terjadi keadaan darurat, penumpang yang duduk di Emex harus paham akan keadaan luar dan jika diinstruksikan untuk membuka maka ialah yang akan membuka Emex itu.

Lanjut, saya tiba di bandara tepat 2 jam sebelum keberangkatan, karena jika lebih maka petugas masih belum standby di Konter Check-in, jadi lebih baik datang saat konter Check-in sudah buka, tapi jangan sampai terlalu mepet sama jam penerbangan yaaa.

Setelah melewati Security Check bagian pertama, ternyata konter Check-in baru saja dibuka, dan sudah terlihat antrian mungkin 2 atau 3 orang, setelah drop off bagasi dan ngeprint Boarding Pass, akhirnya pun saya masuk ke ruang tunggu diatas, namun terlebih dulu harus melewati Security Check bagian kedua, baru akhirnya disambut oleh jejeran Batik dari Batik Keris.

Setelah naik lagi, saya duduk sambil memesan sarapan di Restoran tepat disebelah Eskalator, sarapan yang saya pilih saat itu Nasi Liwet, rasanya lumayan enak, sambil menunggu Pesawat yang akan datang dan mengerjakan tulisan FWR lainnya.

Pesawat berangkat dari Jakarta telat 20 menit, dan diperkirakan sampai tepat waktu di Solo, saat melihat registrasinya, PK-GEP akan mengoperasikan penerbangan kali ini, untuk detail mengenai PK-GEP akan saya beritahu saat terbang nanti.

Nah untuk detail mengenai penerbangan ini bisa dilihat dibawah ini.

Garuda Indonesia GA225
Surakarta (SOC)-Jakarta (CGK)
Selasa, 2 Januari 2018
Durasi: 01h00m
Pesawat: Boeing 737-800
Seat: 21A

Seperti biasa, seat map 737-800 bisa dilihat disini.

Pesawat mendarat tepat waktu di Solo, dan kemudian terparkir di Gate 4 dan 5, penampakan pesawat bisa dilihat dibawah ini.

IMG_6518
Halo lagi PK-GEP.

Terakhir kali saya menaiki pesawat ini adalah pada tanggal 18 September 2016.

Kini saatnya duduk-duduk dahulu di salah satu dari ratusan kursi disini.

IMG_6520
Tempat duduk.

Panggilan Boarding pun dilakukan tepat seperti jam Boarding yang tertera di Boarding Pass, Good job Garuda!

Setelah Boarding Pass di cek dan dicocokkan dengan kartu identitas, kini saatnya masuk ke Pesawat dan kembali ke Jakarta!

Sesaat sebelum masuk ke Pesawat saya memfoto kepala dan registrasi di roda pesawat ini.

IMG_6523
Halo PK-GEP!

Sepertinya pesawat ini bakalan sangat penuh oleh penumpang yang akan kembali ke Jakarta, saat boarding pun terjadi antrian yang sangat panjang di Garbarata.

Saat masuk, mencari seat nomor 21A itu sangat mudah, setelah Bisnis habis, row pertama dari Kelas Ekonomi itu adalah row 21, jadi tinggal masuk kedalam dan duduk di 21A.

Dan di kursinya juga sudah ada tulisan Extra Legroom kok, jadi gaperlu susah-susah nyari.

IMG_6525
Extra Legroom.

Saat duduk, kesan pertama adalah legaaaaaaa banget, jauh lebih lega dibanding kursi normal yang biasa saya bilang sudah sangat lega, kaki bisa diluruskan dengan mudah karena pemisah kelas tidak tertutup sampai bawah, jadilah jari kaki saya menjadi penumpang kelas Bisnis pada penerbangan hari ini.

IMG_6529.jpg
Lega.

Dan hiburan di pesawat kali ini adalaaah…..

Tidak ada, karena tidak tersedia IFE, melainkan TV gantung yang ada di setiap 3 baris, untuk majalah sayangnya belum tersedia, mungkin karena masih tanggal 2 Januari waktu saya terbang ini, biasanya sih kalau duduk di Bulkhead IFE bisa ditemukan tepat didepan anda, di tembok tapi lokasinya agak lebih tinggi dibanding IFE yang biasa ditemukan di kursi-kursi dibelakang.

IMG_6527
Pemisah antara Ekonomi dengan Bisnis.

Nah kursi di Bulkhead tetap bisa di Recline kok, ini dia tombol yang bisa digunakan untuk merecline kursi kalian.

IMG_6532
Tombol Recline.

Sibuk terus nih ngereview kursinya, sekarang saatnya melihat view luar yang akan saya lihat selama 1 jam kedepan, keren bukan? enaknya duduk didepan suara didalam akan terasa lebih sunyi dibanding duduk di belakang sayap pesawat.

IMG_6534
View Seat 21A.

Balik lagi kedalam, pesawat ini sebelumnya melayani penumpang Ryanair sampai tahun 2009, sebelum akhirnya dileased ke Garuda Indonesia melalui CIT (Sekarang Avolon), nah karena sudah melayani penumpang mulai dari tahun 2001, jadi interior pesawat sudah berumur, tapi masih dimaintain dengan cukup baik oleh Garuda Indonesia, walaupun di beberapa bagian sudah terlihat tua, daaaan karena buatan 2001, jadi pesawat masih menggunakan Interior ala Boeing sebelum masanya Sky Interior.

Perbedaan nya bisa dilihat di foto ini.

IMG_6535
Overhead Panel.

Dan bagi yang bingung dimana lokasi TV gantungnya, kalian bisa nemuin diatas situ juga, bentuknya kotak tetapi mungkin masih dalam posisi tertutup, dan akan turun saat Safety Video diputar.

IMG_6536
TV gantung.

Proses boarding berlangsung cukup lama, setelah semua penumpang masuk, pintu pun segera ditutup dan purser memulai Welcome Announcement, akhirnya garbarata pun berjalan mundur dan kita segera pushback.

IMG_6537
Garbarata.

Pushback pun dilakukan.

IMG_6541
Pushback.

Saat pushback, layar TV turun dan memutar Safety Video dari Garuda Indonesia.

IMG_6545
Safety Video.

Saat diputar video keselamatan, pesawat ini mulai jalan ke runway, kira-kira cukup ga ya waktunya buat diputar sebelum Takeoff?

Akhirnya kita masuk runway, dan memutar di runway 26, jadi harus jalan kurang lebih 3/4 dari total landasan sebelum berputar menghadap arah sebaliknya.

IMG_6546
Masuk ke Runway.

Tiba juga di ujung runway dan kita pun berputar arah.

Terlihat disana runway yang akan kita gunakan, runway 26.

IMG_6550
Dikasih quote keren nih.

Setelah lurus pun kita langsung tancap gas untuk berlari sampai akhirnya lepas landas.

IMG_6551
Takeoff Position.

Takeoff pun berlangsung sangat mulus, dan akhirnya pun kita naik dan belok kanan beberapa saat setelahnya.

Suara mesin terdengar sangat enak dan menggelegar.

IMG_6553
Takeoff.

Apa hayooo nama Gunung dibalik awan itu? setelah takeoff dari Runway 26 pesawat ini langsung belok kanan.

IMG_6559
Apa ya?

Seperti yang saya bilang tadi, bahwa pesawat ini masih menggunakan interior lama, nah ini dia perbedaannya dengan Boeing Sky Interior di Overhead binnya, jadi masih hampir sama seperti di Airbus, dengan volume yang sedikit lebih kecil dibanding Overhead Bin Boeing Sky Interior.

IMG_6565
Overhead Bin.

Beberapa saat setelah tanda sabuk pengaman dipadamkan, video promosi Skyteam diputar, sepertinya jadi hal wajib karena Garuda Indonesia merupakan salah satu anggota aliansi Skyteam, ditemani dengan Airline terkenal lainnya seperti KLM, Air France dan Delta Airlines, sisa Airline lainnya masih banyak, karena Skyteam sendiri terdiri dari 20 Airline, banyak kan?

Jadi ngumpulin poin FlyingBlue saya bisa dilakukan dengan Airline apa saja didalam aliansi Skyteam, dan itulah mengapa saya menggunakan FlyingBlue dari KLM saat bepergian menggunakan Garuda Indonesia.

IMG_6568
Iklan Skyteam.

Saat melihat keluar, saya disajikan pemandangan awan dibawah saya yang luar biasa, awan yang lurus dan pasti terlihat gelap dari bawah.

Jadi inget, diatas langit masih ada langit.

IMG_6574
Baguuuuus.

Setelah menunggu, kru kabin mulai mendorong Cart dari belakang, itu tandanya akan dimulai penyajian Snac dan minuman pilihan, ini dia isi dari Snack tersebut.

IMG_6576
Isi Snack Box.

Oiya Tray Table bagi yang duduk di Bulkhead itu tersedia disamping anda atau tepatnya di dalam sandaran tangan, jadi cukup praktis buat ngambilnya, hayoo bingung kan kok gaada meja nya didepan kursi, hehehe.

Nah otomatis itu menjadi suatu kekurangan bagi yang duduk di Bulkhead, karena Armrest tidak bisa digerakkan dan menutup seluruh kursi dari Armrest sampai bawah, jadinya bakal mengurangi luas kursi secara signifikan, dan perlu kalian tahu juga kalau Reza itu kurus jadi nyaman-nyaman aja duduk di Bulkhead.

Seperti biasa setelah itu dibagikan minuman pilihan, kali itu saya memilih Jus Apel.

IMG_6581
Jus Apel.

Ini dia penampakan tray table dari seat Bulkhead ini, kalau menurut saya sih ukuran sedikit lebih kecil dibanding seat biasa, tapi misal ga ingin buka semua tray table ini juga bisa dilipat setengah kok, jadi tetap bisa keluar masuk dengan mudah.

IMG_6582
Tray table.

Saat menengok keluar, sepertinya kita sudah cruising pada saat ini, saya menebak-nebak karena tidak adanya info perjalanan seperti yang biasa ada di IFE milik Garuda Indonesia pada umumnya.

IMG_6587
Cruising.

Mari kita ngubek-ngubek isi kantong Doraemon yuk!

Isinya tentu saja ada Safety Card dari 737-800, dan merupakan hal yang paling penting, sejenak mari kita membaca Safety Card sebelum Takeoff.

IMG_6588
Halaman Depan.

Ini halaman belakangnya.

IMG_6589
Halaman Belakang.

Setelah itu ada majalah Arcade, isinya itu tentang barang yang dijual didalam pesawat, tapi seperti biasa barang tersebut hanya dijual di penerbangan diatas satu jam, jadi tidak ada penjualan barang di perjalanan ini, untuk barang-barang yang dijual bisa dibilang bagus, dan yang menarik perhatian saya adalah bagian Exclusively Garuda, mencakup merchandise official dari Garuda Indonesia.

IMG_6590
Cover majalah Arcade.
IMG_6591
Bagian Exclusively Garuda, Hal 80-85.

Dan hal yang tak kalah pentingnya yaitu Airsickness Bag, seperti namanya, bagi yang mual, kantung kecil ini cukup membantu.

IMG_6592
Airsickness Bag.

Seperti yang saya bilang tadi, karena terlalu lega, saat diluruskan, kaki saya sudah menjadi penumpang kelas Bisnis.

IMG_6596
Meluruskan kaki dulu setelah 2 hari jalan nonstop.

Akhirnya setelah beberapa lama pesawat ini mulai turun dari ketinggian jelajah nya, terlihat dari sudut sayap yang terlihat agak menurun dibanding tadi waktu cruising.

IMG_6602
Turuuun.

Oiya, satu hal yang saya perhatikan saat terbang, yaitu saya selalu memeriksa ada atau tidaknya pelampung di bawah kursi saya, karena merupakan hal yang wajib ada di Pesawat, dan tentunya sambil berharap tidak pernah menarik keluar pelampung ini.

Karena vitalnya pelampung ini, jadi jangan sesekali mengambil atau membawa pelampung keluar dari tempatnya yaa, karena demi kepentingan dan keselamatan kita bersama, dan tentunya sudah ada peraturan beserta sanksi bagi yang melanggar peraturan ini.

Nah balik lagi, pesawat saat ini sudah mendekati Jakarta, speedbrake sudah dinaikkan tandanya pesawat mengurangi kecepatannya.

Sesaat kemudian kru Kokpit bilang Flight Attendant, Prepare for Landing, itu tandanya kita sudah berada dibawah 10.000 kaki dan bersiap-siap untuk mendarat di Soekarno-Hatta.

IMG_6608
Semakin turun.

Slats diturunkan, artinya pesawat sudah berada dalam kecepatan yang cukup rendah.

IMG_6615
Slats turun.

Saat bertemu lagi dengan lautan, itu tandanya kita akan melihat Ibukota Indonesia dari atas.

Ini dia keadaan Jakarta pada saat itu.

IMG_6626
Jakarta dari atas.

Saat melewati suatu tempat saya merasa prihatin karena kotornya laut di Jakarta, ditambah dengan tumpahan minyak yang membuat saya semakin sedih akan perbuatan kita ini.

IMG_6627
Tumpahan minyak.

Ga lama kemudian akhirnya masuk lagi ke Pulau Jawa, dan Soekarno-Hatta yang saya rindukan.

IMG_6635
Halo lagi Jakarta!

Melewati lingkaran-lingkaran tol, tandanya kita akan mendarat di landasan bagian Selatan dari Soekarno-Hatta.

IMG_6636
Interchange.

Akhirnya kita pun mendarat dengan mulus di Soekarno-Hatta.

Bapak dan Ibu yang terhormat, kita telah mendarat di Bandar Udara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, selamat datang di Jakarta.

IMG_6644
Mendarat!

Karena mendarat di 25L maka butuh waktu sedikit lama untuk taxi ke Terminal 3 Soekarno-Hatta, mungkin kira-kira 10 menit taxi.

Saat melewati hanggar FL Technics, hati saya teriris melihat bangkai pesawat Sriwijaya Air yang sudah dalam keadaan terpotong.

IMG_6656
Potong-Potong.

Dan disisi lainnya terlihat Boeing 747 milik Lion Air yang bersiap menemui ajalnya, esoknya saya temukan foto pesawat ini yang telah terpotong ekornya di Media sosial.

IMG_6658
747 Lion Air.

Belok kanan dan luruuuus terus, akhirnya kami tiba di Terminal 3, tapi bakalan parkir dimana ya?

IMG_6664
Memasuki Terminal 3.

Dan ternyata masih taxi luruuus lagi, ternyata kita parkir di gate kedua terujung, wah kalau mau jalan jauh gimana ya bagi penumpang lainnya?

Dan itu pesawat yang terparkir di Gate paling ujung dari Terminal 3.

IMG_6666
Parkir.

Seperti biasa, saya keluar dari pesawat menunggu semua penumpang keluar, dan saya pun menjadi beberapa orang terakhir yang keluar dari pesawat, nah ini saya sediakan foto legroom dari seat 21A.

IMG_6672
Legroom.

Kursi kelas Bisnis? kapan ya bisa nyoba duduk lagi disitu? buka terus FlywithReza yaaa, karena ga lama lagi bakal ada review tentang kelas ituu.

Saat keluar dari Pesawat saya sempat memfoto logo yang hanya ada di Garuda Indonesia di negeri kita, apa lagi kalau bukan logo Skyteam!

IMG_6674
Member of Skyteam.

Dan benar saja, saat keluar kita masih harus belok kanan terlebih dahulu sebelum lurus.

Nah bagi kalian yang merasa kejauhan karena harus jalan dari salah satu di gate 20an, kalian bisa menggunakan Golf Car dari Angkasa Pura sebagai angkutan menuju pintu depan, tetapi kalian harus tetap memprioritaskan kepada yang lebih butuh yaa, saat saya disini tersedia 3 Golf Car untuk mengangkut penumpang ke tempat pengambilan bagasi, terima kasih AP2.

IMG_6679
Berjalan menuju tempat pengambilan bagasi.

Karena saya jalan, waktu yang ditempuh untuk mencapai baggage claim kurang lebih 10 menit, dan ternyata setelah sampai disana bagasi baru saja dimulai.

IMG_6692
Baggage Claim Area.

Sempat membaca Signage nya, kapan ya saya bisa review Skytrain dan Kereta bandara itu? jawabannya sama, tunggu aja ya disini, karena ga lama lagi kok, hehehe.

IMG_6693
Skytrain to T1 & T2.

Akhirnya saya keluar dan dijemput di Gedung Parkir.

Sampai jumpa lagi!


Seperti biasa, terima kasih sekali karena telah bersedia untuk membaca tulisan saya ini, lalu terima kasih kepada Garuda Indonesia atas perjalanan yang bisa dibilang nyaman ini, dan sayangnya Garuda Indonesia masih mengoperasikan pesawat dengan registrasi GE* Series (mungkin karena masih dalam waktu lease) dan semoga sesegera mungkin di replace oleh armada 737 lain yang terbaru, misalnya 737-8MAX yang datang pada tahun ini, sekali lagi sayang karena harus di defer karena masalah keuangan internal Garuda Indonesia, anyway perjalanan ini adalah perjalanan yang nyaman dan aman, apalagi bisa duduk di Bulkhead yang menambah nilai plus, misalnya ada IFE dan pesawat yang lebih baru.

Sekali lagi terima kasih atas perjalanannya Garuda Indonesia!

Next….short vacation ke salah satu kota di Sumatera.

Instagram @Reza1212

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: